DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 13


__ADS_3

πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—


Kedua paysuudhara Erna menjadi sasaran brutal dari tangan Barno, dengan sedikit kasar ia meremas dua gumpalan tersebut. Tidak puas karena belum menyentuh langsung, Barno lalu menarik kaos yang dikenakan Erna, tidak lupa juga pemuda itu membuka kain kaca mata yang menutupi gundukan kenyal tersebut, sehingga tombol kecil yang begitu mungil, langsung menjadi santapan Barno. Hi-sapan dan jil-atan yang begitu liar membuat Erna mulai men-de-sah.


"Aghhhh … shhhhh…. Enaaaak! Ternyata kau punya pengalaman juga," puji Erna dan menekan kepala Barno dengan kuat.


Tentunya apa yang dilakukan Barno bukan berdasarkan dari pengalamannya, melainkan dari ilmu pengetahuannya yang didapatkannya dari bersemedi di dalam kamar, dengan berbagai bahan tontonan.


Dengan tekanan kuat dari tangan Erna di kepalanya, membuat Barno sulit bernapas. Ia pun menarik kepalanya secara paksa agar bisa menghirup napas panjang. Erna hanya tersenyum melihat wajah Barno yang berubah merah.Β 


Lalu Barno bergerak ke bawah dan mulai menurunkan rok sekaligus segi tiga gadis tersebut dengan satu kali tarikan. Namun, sejenak ia melihat wajah Erna untuk melihat reaksinya.


"Erna! Nggak apa-apa, kan?" tanya Barno memastikan kalau tindakannya sudah direstui.

__ADS_1


Trik jadul yang tidak disadari Barno, melakukan lebih dahulu, baru bertanya.


"Terserah kalau kau mau berbuat nakal." Erna tersenyum manis dengan mata sayu. Apa yang dilakukan pemuda itu, adalah yang diinginkannya.


Detak jantung Barno langsung tidak teratur, ketikaΒ  sudah terlepas semua. Matanya tidak bisa dialihkan lagi dari bibir kecil yang berada di bawah sana yang ditumbuhi bulu halus. Pemandangan yang begitu sen-sitif tersebut, baru pertama kali dilihatnya dengan nyata, membuat Barno hampir kehilangan akal.


"Aku akan menjilatnya, Erna!" Hanya sekedar basa-basi agar terlihat sopan, Barno tidak menunggu persetujuan Erna dan langsung melebarkan paha gadis tersebut dengan kedua tangannya.


Sesuai dengan adegan film 80k3p yang pernah ia tonton, dengan lihai Barno mulai melakukan sesuai dengan pengetahuannya, ia menikmati bibir basah Erna yang berada di bawah sana, dan bukan hanya itu saja, ia juga mempermainkan tempat keluarnya air urine yang sudah mengeras. Sesekali lidahnya juga menusuk lubang lembab Erna, membuat gadis itu menggelinjang nikmat dengan tubuh melengkung.


Puas memainkan titik sen-sitif gadis itu dengan lidahnya, Barno pun bangkit dan naik keatas tubuh Erna, tentu setelah ia membuka seluruh pakaiannya. Barno sekarang sudah tidak mengenakan apa-apa di tubuhnya.Β 


"Aku merasa sudah menjadi gila. Karena masih tidak menyangka kalau aku bisa bisa berhubungan dengan Erna. Ah…. Benar-benar suatu berkah. Hahahahahahahah."

__ADS_1


Perlahan Barno mulai lebih merapat dan mengarahkan batangnya di bibir lembab Erna. "Aku akan memasukkannya sekarang, ya?"


"Ya, ampun! Kenapa kau selalu memberitahuku setiap detailnya. Masukkan aja langsung."Β 


Kesal dengan sikap polos Barno, gadis itu perlahan meraih ***** sumbu Barno dan memandunya masuk kedalam liang gelap yang penuh kenikmatan iyu.Β 


"Ayo sodok!" perintah Erna yang memang sudah tidak sabar lagi untuk merasakan kehebatan Barno di atas ranjang.


"Uughhhhhh!"


"Aghhhhhhh!"


Desa -han mereka berdua saling sahut-sahutan ketika Barno menekan kuat sumbunya kedalam goa gelap tersebut. Lagi-lagi dengan berbekal pengalaman nonton film tanpa busana, naluri Barno bergerak menggoyang pinggulnya, sehingga membuat sumbunya keluar masuk dari dalam milik Erna yang mulai basah, tidak ketinggalan kedua tangan Barno meremas sesuatu yang kenyal yang telah tumbuh di dada gadis tersebut, sesekali ia juga memelintir benda kecil milik gadis itu.

__ADS_1


πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—πŸ”—


__ADS_2