
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Barno duduk dan menahan gerakan kepala Liana yang maju mundur, karena ia ingin melakukan sesuatu.
"Tunggu, Lia."
Srrruupppp …
Pop!
"Ada apa? Apa kau sudah mau keluar?" tanya Liana, berpikir kalau Barno menghentikan gerakannya karena pria itu akan mencapai kli–maksnya.
Akan tetapi tidak. Barno menarik tubuh Liana hingga berbaring, kemudian mendorong pinggang supaya posisinya menyamping.
"Cepat berbaring menyamping."
"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Liana bingung. Karena ia tau posisi itu bukanlah posisi sebenarnya untuk melakukan adegan hisapan.
__ADS_1
Barno tidak menjawab, tetapi ia langsung menempelkan batang miliknya yang basah akibat air liur Liana, tepat di bagian vagi gadis tersebut. Membuat Liana kaget dengan tubuh gemetar.
"Shhhhhhh … apa yang kau lakukan. Itu di luar perjanjian." Liana tidak menyangka kalau Barno akan melakukan hal tersebut.
"Sebentar saja. Biarkan aku menggesekkan pen s-ku sedikit saja. Sebentar saja."
"Tapi kau sudah janji kalau aku hanya melakukan hisapan saja," protes Liana, tapi tidak terlalu panik dengan apa yang dilakukan Barno.Â
Diam-diam selama ia melakukan hisapan di milik Barno, Liana sadar mulai menginginkan sesuatu yang lebih untuk mereka lakukan. Tentunya tidak mungkin bagi Liana untuk bergerak lebih awal apalagi mengatakannya. Pen1/s yang yang sudah masuk ke dalam mulutnya beberapa menit yang lalu, benar-benar telah membuat Liana mulai berna/p/s/u. Karena itulah Liana hanya protes, tapi diam menerima perlakuan dari Barno yang sebenarnya bisa dibilang sudah berlebihan.Â
Barno memeluk tubuh Liana dari belakang dan mencium tengkuknya. Tangan Barno juga sudah menarik seluruh celana Liana sampai bagian paha bawah.
Liana menggigit bibirnya sendiri ketika ada sebuah benda yang masuk dari balik celana da/l4mnya. Terasa sangat hangat menyentuh dan menempel di bibir vag/i-nya.
"Bar, kenapa kau tidak menepati janji."
Lagi-lagi Liana melakukan protes, hanya untuk menutupi dari Barno kalau dirinya juga menginginkan hal tersebut segera terjadi. Lain di mulut lain hati, lain di bumi lain di langit, lain yang kering lain pula yang basah. Perbandingan itu sangat cocok dengan apa yang dialami oleh Liana saat ini.
__ADS_1
"Kita sudah melakukan yang seperti ini sebelumnya, hanya sekedar gesekan. Aku berjanji hanya beberapa menit saja." Barno meyakinkan Liana kalau itu hanya sekedar gesekan saja, dan tidak akan ada yang namanya menusuk.
Mulai menggerakkan pinggul maju mundur, sehingga terjadilah gesekan antara Mr–P dan Mrs—V. Interaksi itu membuat Barno dan Liana mendapatkan sebuah sensasi yang begitu hebat. Tubuh mereka bergetar hebat sesekali akibat reaksi yang terjadi.
"Shhhh … engghhhh…. Bar! Apa yang kau lakukan ini?" Liana menikmati, tapi mulutnya terus mempertanyakan dalam bentuk sebuah protes.
Gerakan pinggul Barno semakin lama semakin kencang. Tiba-tiba Mata kedua insan itu melotot lebar, tidak menyangka kalau sesuatu telah terjadi tanpa sengaja.
Akibat milik Liana yang sudah basah, dan juga milik Barno yang sudah licin akibat cairan Liana. Gerakan cepat dan tidak teratur yang dilakukan Barno, membuat Mr-P Barnoa amblas dengan sendirinya kedalam vagi gadis itu, tanpa ada hambatan sedikitpun seperti jalan Tol. Dilihat dari sisi Liana yang memang sudah tidak perawan lagi, hal itu pasti mudah terjadi.
Keduanya diam terpaku dengan pikiran masing-masing. Barno diam karena takut akan reaksi Liana yang kemungkinan akan marah, karena ia sudah menusukkan miliknya dengan sangat dalam.
Liana juga hanyut dalam pikirannya. Apakah dia harus marah atau tetap diam tanpa respon, dan menikmatinya tanpa sepengetahuan Barno. Karena sejatinya ia juga sudah menunggu hal itu terjadi.
Hampir satu menit mereka diam tanpa pergerakan, tetapi tidak untuk dua daging yang berbeda di bawah sana. Milik Barno beberapa kali sudah berkedut, begitu juga diding vag—- Liana yang juga terus berkedut-kedut, seakan berusaha untuk memijat milik Barno yang besar dan panjang.
😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷
__ADS_1