DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 16


__ADS_3

©©©©©©©©©©©


Di depan motel Barno berdiri untuk menunggu ojek online. Sambil menunggu Ia tersenyum melihat layar ponselnya, dimana foto telanjang Erna yang tidur tengkurap. Mulus, putih, seksi, dia ambil foto tersebut secara diam-diam sebelum keluar dari kamar, tujuannya tidak lain untuk memamerkannya nanti kepada Suhut. 


"Aku sudah punya nomor teleponnya, dan sekarang semua berjalan dengan baik," batin Barno.


Ojek yang di pesanannya kemudian datang, dan ia pun langsung naik di boncengan. 


"Sesuai aplikasi, Bang!" Barno tersenyum.


Perhatiannya kembali kepada foto Erna ketika ojek melaju dengan kecepatan normal. Belahan pinggul Erna yang merah akibat tamparannya, membuat Barno senyum-senyum sendiri, tidak menyangka kalau dirinya telah melakukan hubungan yang luar biasa dengan gadis itu.


Di samping Barno sebahu mobil melaju sejajar, di samping supir duduk seorang seseorang sambil mereka Barno yang terus melihat foto Erna.


"Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi. Tapi … apa dia baik-baik saja dengan kondisi pinggul seperti itu?" batin Barno, matanya terus menatap foto tela njang Erna, tanpa menyadari ada seorang anak manusia yang mereka kegiatannya.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Barno sampai di pena rumah kontrak.

__ADS_1


"Kita sudah sampai!" ucap si tukang ojek.


"Makasih, Bang." 


Barno turun, dan melangkah menuju rumah. Namun, sebelum ia membuka pintu, Butet muncul dari balik pintu dan berdiri berkacak pinggang, wajahnya kelihatan begitu marah. Barno tau sikap Butet dikarenakan dirinya telat pulang, tapi bagaimanapun ia terus berjalan untuk masuk dan siap untuk dimarahi. Memang seperti itulah yang terjadi jika dirinya melakukan kesalahan, termasuk jika pulang terlambat.


Akan tetapi, belum sampai masuk kedalam, Butet merentang tangannya menghalangi Barno.


"Apaan sih, Tet. Aku tau aku salah karena pulang terlambat, tapi paling tidak kau biarkan aku masuk dulu lah." Kening Barno melipat, raut wajah ia buat semurung mungkin.


"Mana kau tau!" ucap Barno dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Eh, kampret! Tunggu, aku lagi bicara sama kau. Kau tau, aku baru saja dari rumahnya, dan dia tidak ada di sana. Bukannya kalian pergi jalan-jalan. Apa yang terjadi sama dia?" bentak Butet menyusul Barno, dan langsung mengetok kepalanya.


"Arghhh," jerit Barno kesakitan.


Akan tetapi, ia kemudian sadar dengan perkataan Butet, dan membuatnya terkejut mengenai keberadaan Liana i yang masih belum pulang. "Apa! Dia belum pulang juga!"

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan. Kenapa kau tidak mengantarnya pulang."


"Dia ingin sendiri katanya!" ujar Barno santai, seperti tidak ada beban. 


Alasan kenapa Barno megabiakan janjinya kepada Liana. Menurutnya gasis itu sudah bukan anak kecil lagi, dan sudah bisa membuat keputusan sendiri, toh dia juga sudah pernah melakukan hubungan badan sebelumnya dengan laki-laki lain. Barno juga yakin, kalau Suhut bakalan mengantar sepupunya itu pulang. 


"Walaupun begitu, setidaknya kau antar dia pulang. Dia itu saudara kita, adik kau juga. Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengannya. Kita bisa habis dimarahi Paman. Kau sebagai abang harus bisa menjaganya. Kau….! Arghh!" Butet benar-benar geram, ingin rasanya ia memukul kepala adiknya itu.


"Iya iya. Aku akan pergi ke rumahnya. Aku nggak bakalan pulang sebelum memastikan apa dia sudah pulang atau belum!" Bibir Barno mengerucut kebawah.


Segera keluar rumah dan menutup pintu, Barno langsung berlari dengan cepat menuju kos-kosan Liana. Pikirannya langsung menebak kalau gadis itu masih berada di sebuah Losmen bersama Suhut, dan mereka pasti sedang melakukan hubungan enak-enak. 


Entah kenapa pikirannya itu membuat perasaannya kacau balau. Benar seperti yang dikatakan Butet, seharusnya dirinya bisa menjaga Liana, jangan sampai jatuh ke tangan pria yang tidak bertanggung jawab seperti Suhut, yang hanya mementingkan kesenangan belaka, terlepas apa apakah Liana sendiri yang mau melakukannya.


Ketika sampai di tempat kos-kosan sepupunya itu, Barno menelponnya ketika menaiki tangga menuju lantai dua, dimana kamar Liana berada.


®®®®®®®®®®®®®®®®

__ADS_1


__ADS_2