Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Merasa rindu.


__ADS_3

Selesai berbincang-bincang Martin pamit pada Keyla, Martin mengecup bibir istrinya itu sebelum berangkat. Keyla menatap mobil Martin yang perlahan mulai meninggalkan halaman rumahnya itu. raut wajahnya kelihatan bersedih seperti ada yang hilang darinya. Mungkin karna Key sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Martin hingga dia merasa kehilangan karna Martin akan pergi satu Minggu lamanya. Padahal sang suami baru saja pergi tapi dia sudah merasa kebingungan. Key segera menutup pintu rumahnya dan dia masuk kedalam rumah yang terlihat sepi itu.


Ada apa denganku, kenapa aku bersedia karna dia pergi bukankah seharusnya aku bahagia karna Kak Martin akan pergi untuk waktu yang lumayan lama. Tapi sepertinya ada sesuatu yang aku khawatirkan tapi aku tak tau apa itu. gumam-gumam kecil sembari mendudukkan tubuhnya di sofa.


Di dalam mobil.


Martin diam sembari menatap keluar jendela, sedangkan sekertaris Hen sibuk mengemudikan mobilnya menuju bandara kota tersebut untuk berapa waktu suasana didalam mobil itu sepi dan hanya terdengar suara mesin mobil yang menyala. Hingga suara Pak Hendro memecahkan kesunyian didalam mobil tersebut.


Melihat dari kaca spion, "Tuan Muda, nona Jeni kemarin hendak kembali ke kota ini namun segera dihentikan oleh orang kita yang ada di sana!" ucap Hen sembari kembali memfokuskan pandangannya kearah jalanan.


Menghela nafas panjang, "Aku sangat menyesal telah memberinya kesempatan untuk tinggal di sisiku!" ucap Martin dengan mata masih menatap keluar jendela.


"Saya khawatir tentang nona muda, Jika dia mengetahui anda pernah menjalani hubungan dengan kakaknya apa yang akan dia lakukan?"


"Cepat atau lambat Keyla pasti tau! Aku sudah memutuskan Jeni sejak lama tapi wanita itu masih saja mengejar-ngejar diriku." sahut Martin dengan nada bicara terdengar sangatlah kesal.


"Nona Jeni terlalu mencintai anda, tuan muda! Tapi saya takut Jeni akan menyakiti adiknya sendiri." Ucap Hen sembari menghentikan mobilnya dihalaman parkir bandara.


Martin dan Pak Hen segera masuk kedalam bandara itu. Martin berangkat dengan mengunakan Jet pribadi miliknya.


_ _ _ _

__ADS_1


Setelah beberapa waktu., akhirnya Martin tiba di kota Jepang. Martin segera berangkat menuju rumah Jeni. Selama didalam mobil Martin dan Hen berbincang-bincang mengenai perkembangan bisnisnya di Jepang. Martin juga termasuk orang yang paling berpengaruh di kota tersebut.


Setelah tiba di rumah Jeni pak Hendro segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk majikanya itu. Pak Hen membungkukkan badannya setelah pintu mobil itu terbuka, setelah Martin keluar dari mobil, Hendro segera mendahuluinya. Langkah Pak Hendro terhenti persis didepan pintu rumah Jeni, rumah yang terlihat sangatlah sederhana namun desain nya sangatlah elegan dan mewah mirip seperti penghuninya. Pak Hendro segera membunyikan bel rumah tersebut karna ini adalah hari libur jadi Jeni sedang ada dirimu.


Ting tong!


Bel rumah itu berbunyi tak lama kemudian ada wanita paruh baya yang membukakan. pintu rumah tersebut, wanita itu tak lain ialah pelayan rumah Jeni.


"Cari siapa tuan?" Tanyanya dengan tersenyum.


"Apa nona Jeni ada di rumah?" Balas sekertaris Hen. sembari matanya menyapu seisi rumah tersebut dari depan pintu.


Sedangkan Martin masih berdiri dibelakang asistennya itu dengan memasang wajah dingin dan sombong.


Martin masih berdiri, karna dia seakan enggan berlama-lama di rumah tersebut. Pak Hen berdiri tak jauh dari majikannya itu.


Pelayan rumah itu sudah menyuruh Martin dan Hendro untuk duduk di ruang tamu namun Martin seakan Engan menjawab pertanyaan pelayan Jeni. Pak Hendro hanya menyungingkan senyumannya dan menyuruhnya pelayan itu memanggil Jeni untuk menemui mereka. Pelayan tersebut tanpa membantah langsung berjalan menaiki anak tangga dan mengetuk pintu kamar Jeni dari luar.


Tok tok tok!


"Nona ada orang yang sedang mencari anda?"

__ADS_1


"Baik, suruh dia tunggu dibawah!" Sahutnya dari salam kamar tanpa membuka pintu kamarnya.


Jeni segera berdiri dari posisi tidurnya, dia membuka pintu kamarnya dan segera melihat siapa tamu yang datang menemuinya. Karna tidak biasanya ada yang berkunjung kerumahnya. Dilihatnya orang yang sangat dia cintai sedang menunggunya di ruang tamu, Mata Jeni seketika berbinar-binar dia seperti menemukan oase. Jeni sama sekali tak menduga jika kekasihnya itu datang menemuinya.


Aku tidak percaya Martin akan datang untuk menemui ku, ternyata dia melarang ku pulang ke Irlandia karna dia akan datang kesini menemui ku. Aku sangat merindukannya, aku ingin memeluk tubuh kekarnya dan bermanja-manja dalam pelukannya.


Jeni berlari menuruni anak tangga, dia segera melangkahkan kakinya hendak memeluk laki-laki yang sangat dia rindukan itu, Pak Hen yang mengetahui apa yang hendak dilakukan oleh Jeni. Dia segera mengeser tubuhnya dan berdiri persis dihadapan Martin, Jeni yang mengetahui jika Hen yang sekarang ada dihadapannya pun segera menghentikan langkahnya dengan kasar. Jeni melotot melihat sekertaris dingin itu dengan wajah merah padam.


"Minggir apa yang kamu lakukan? Kamu tidak tau aku kekasih tuan mu!" Ancam Jeni sembari menatap Hen dengan tatapan sinis. Namun Pak Hen masih tak bergeming dari posisinya berdiri.


Membungkukkan badan, "Maafkan saya nona Jeni, Jika saya tidak salah tuan Martin sudah putus dengan anda satu Minggu yang lalu." Sahut Pak Hen sembari menatap Jeni dengan tatapan dingin.


Saat menikah dengan Keyla, Martin memang masih memiliki hubungan dengan Jeni, Niat awal Martin menikahi Keyla adalah untuk balas dendam karna Keyla sempat menamparnya! Tanpa Martin duga dia justru jatuh hati pada Keyla, dan seiring berjalannya waktu Martin semakin mencintai si kecil itu. Martin jatuh cinta pada sikap polos dan manja Keyla bahkan sejak menikah dengan Martin tak pernah Keyla meminta uang saku Sekolah ataupun menuntut sesuatu darinya.


Martin sengaja merahasiakan identitasnya dari Keyla, karna memiliki tujuan lain. Martin ingin mengetahui seberapa baik istrinya itu. Ternyata dugaan Martin benar Keyla berbeda dengan wanita lain. Keyla bahkan menerima Martin apa adanya walaupun sikap keras kepalanya itu sering kali membuat Martin hampir gila. Keyla adalah orang pertama yang berhasil menaklukkan CEO playboy itu.


Martin sengaja tak memberi uang sepeserpun pada Keyla karna Martin ingin Keyla sendiri yang meminta uang darinya. Tapi yang tak di sangka Keyla malah lebih memilih mengambil uang saku yang sengaja dia tabung sejak masuk ke sekolah menengah atas Tersebut. Bahkan Martin juga tau jika Keyla hidup berhemat karna takut kekurangan makan.


_ _ _ _


Jeni sangat marah setelah mendengar apa yang Hendro ucapkan, wanita itu melotot kearah Hendro, Martin yang mengetahui segera menyuruh Hendro mengeser tubuhnya kesamping. Dengan terpaksa Hendro pun mengiyakan Perintah majikanya itu.

__ADS_1


Kini Martin dan Jeni saling beradu pandang, Jeni segera memeluk tubuh Martin dengan sangat erat.


__ADS_2