Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Manelan Paksa


__ADS_3

Karna tak tega dengan wajah Keyla yang kelihatan kelelahan saat memasuki kamar tadi Martin pun menghabiskan nasi goreng tersebut, terlihat peluhnya mulai bercucuran bahkan Sinta dan Jordan yang mencicipi rasa dari nasi goreng buatan anaknya itu pun langsung memuntahkannya seketika itu juga!


Jordan, Sinta bahkan Keyla juga menyuruh Martin menghentikannya makan nasi goreng rasa garam tersebut namun Martin tetap saja memakan nasi tersebut sampai suapan terakhir dan diakhiri dengan minum dua gelas air putih. Tapi tetap saja rasa asin Tersebut masih melekat di bibirnya.


"Kak maafkan aku karna aku masih belum bisa memasak," ucapannya terdengar sangatlah lirih. Raut menyesal juga sedih tersirat diwajahnya Keyla masih menundukkan kepalanya tanda jika dia sangatlah menyesal.


Martin tersenyum melihat penyesalan yang ada di wajah istrinya itu, "Sudahlah nanti aku ajari memasak! Lagian lni juga masakan yang sangatlah berbeda dari yang lainnya! Aku beruntung bisa mencicipinya." Martin bicara dengan seperti itu agar Keyla marah dan melupakan rasa sedihnya atas gagalnya memasak makanan yang lezat.


Menatap Martin dengan menajamkan alisnya, "Kamu menghina ku, kak! Padahal aku sudah capek-capek membuatkannya malah tidak kamu hargai!" ucap Keyla dengan berdiri kasar dari posisi duduknya gadis itu berpamitan pada kedua orang tuanya sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan makan tersebut. Bahkan Keyla dengan sengaja tak menoleh sedikitpun kepada Martin.


Dihalaman rumah dilihatnya ada dua mobil! Yang satu mobil miliknya lengkap dengan Pak Hari yang sudah berdiri dihadapan mobil tersebut. Dan satu lagi mobil yang sangatlah mewah yaitu mobil milik suaminya lengkap dengan Pak Hendro yang ada dihadapan mobil mewah tersebut. Keyla melangkah kasar memasuki mobil pribadinya dan Pak Hari segera membungkukkan badannya saat melihat majikanya itu berjalan menghampirinya. Tak butuh waktu lama mobil pun pergi meninggalkan halaman rumah mewah tersebut.


Di ruang makan, Martin masih duduk di sana dan menyeruput kopi pahit kesukaannya. Jordan dan Sinta salah tingkah dengan sikap anaknya barusan.


"Nak Martin, maafkan tingkah Keyla yang masih belum cukup dewasa," ucapnya dengan peluh terlihat menetes dari keningnya.


"Nak Martin saya akan mengajari Keyla untuk menjadi istri yang sepadan dengan anda," imbuh Sinta dengan wajah pias


Menyadarkan punggungnya sebelum bicara, "Tidak masalah Keyla biar aku yang urus! Kalian tak perlu mengkhawatirkannya," ucap Martin dengan tersenyum tipis. "bagaimana dengan perusahaan kalian yang hampir bangkrut?" tanya Martin dengan menyilang kan kakinya dan duduk dengan gaya arogannya.


"Kondisi perusahaan sedikit demi sedikit mulai membaik nak Martin." Martin mulai berdiri dari posisi duduknya begitu juga dengan Sinta dan Jordan.


Mereka saling berjabatan tangan sebelum akhirnya Martin diantara Sinta dan Jordan sampai kedepan pintu. Setelah melihat Martin Pak Hendro segera menghampirinya dan membungkukkan badannya memberikan hormat sebelum akhirnya dia berbicara.


Berdiri dengan tegap seperti semula, "Nona muda sudah pergi ke sekolah diantar dengan supirnya," ucap Hendro karna melihat Martin celingukan seperti mencari sesuatu.


"Biarkan saja! Kita berangkat kekantor Sekarang."


Jordan dan Sinta segera membungkuk badannya. Dan Hendro berjalan mendahului Martin kemudian membungkukkan badannya setelah pintu belakang mobil mewah tersebut terbuka, setelah pintu tertutup kembali dan Martin sudah masuk kedalam mobil Hendro segera ikut masuk kedalam mobil untuk mengemudikan mobil mewah tersebut.

__ADS_1


Mobil Martin berjalan menerobos jalanan yang kelihatan ramai tersebut, dilihatnya dari kaca spion. Martin senyum sendiri dengan mata menatap kearah jalanan.


Sejak bertemu dengan nona muda, tuan muda sering sekali senyum dan marah tanpa alasan dia bahkan sering mengabaikan perkejaan kantornya! Pada akhirnya akulah yang harus sibuk mengerjakannya.


Melirik kearah Hendro dengan tatapan dingin, "Lihat apa kamu Hen?" ucapnya dengan nada tinggi.


"Tidak tuan muda," mencoba mengelak dengan berkeringat dingin. "Bagaimana dengan malam pertama anda?" Hendro penasaran dan tanpa sadar dia melontarkan kata-kata kephoo itu.


Tersenyum tipis, "Dia hanya gadis ingusan jangankan malam pertama ciuman saja dia tidak bisa malah dia mengigit keras bibirku," ucap Martin tanpa menutupi apapun. pria itu memang terbiasa berkata apa adanya jika bersama Hendro asisten pribadinya.


"Nona muda belum pernah pacaran jadi sangatlah wajar jika hal itu terjadi!" sahut Hen sembari melirik kearah Martin dari kaca spion.


Hendro kembali memfokuskan pandangannya kearah jalanan, dan Martin masih sibuk membayangkan adegan semalam. Dimana ketika dia menyuruh Keyla membuka mulutnya namun malah Keyla membalas ciumannya dengan mengigit bibir Martin keras-keras hingga pria itu meringis kesakitan dan akhirnya mengalah untuk melepaskan Keyla, sekarang Martin menatap kearah jalan sembari tangannya menyentuh bibirnya.


"Berhenti!" Ucapnya karna melihat kearah orang berjualan buah-buahan yang masih sangatlah segar itu. Hendro segera menepi kepingin jalanan.


Melihat dari kaca spion, "Ada apa tuan? Kenapa menyuruh menghentikan mobil dengan tiba-tiba!" tanya Hendro dengan mengerutkan keningnya.


Tanpa menjawab Hendro segera membuka pintu mobil dan membeli macam macam buah-buahan segar yang rasanya manis seperti kata majikanya tadi. Sebelum masuk kedalam mobil Hendro terlebih dulu menaruh paper bag berisikan buah-buahan tersebut kedalam bagasi. Sekarang mobil kembali melaju menerobos kearah jalanan.


Kantor "MK GROUP"


Martin turun dari mobil, Pria itu masuk kedalam kantor diikuti Hendro. Semua pegawai membungkukkan badannya saat melihat CEO dari perusahaan tersebut telah tiba di kantor. Tak ada satu pegawai pun yang berbicara setelah Martin dan Hen masuk kedalam ruang kerjanya! Semua pegawai mengembuskan nafas lega.


Lihat itu CEO Martin sangatlah gagah dan juga tampan,aku sangat ingin menjadi kekasihnya walaupun hanya semalam saja! ucap para wanita yang sedang bergosip disudut ruangan. Tak banyak yang mengetahui jika Martin sudah menikah apalagi kebiasaan lama Martin yang suka bergonta-ganti pasangan sudah melekat dibenak para pegawainya, tapi Martin tidak pernah mengijinkan wanitanya untuk masuk kedalam perusahaannya. Jadi mereka tidak mengetahui siapa saja yang pernah berkencan dengan CEO dari perusahaan tersebut.


Hen keluar dari ruangan CEO, Matanya seketika melirik tajam kepada wanita yang masih sibuk menggosipkan majikanya itu. Hen berjalan menghampiri kerumunan wanita yang ada disudut ruangan tersebut, "Jangan ulangi lagi membicarakan CEO! Jika ketahuan sekali lagi maka kalian harus angkat kaki dari kantor ini!" ancam Hen. Para wanita itu hanya bisa menundukkan pandangannya dengan tubuh gemetaran karna takut Deny ancaman Hendro barusan. selesai bicara Hendro langsung pergi dan meninggalkan para wanita itu dalam kondisi wajah pucat pias dan berkeringat dingin.


"Tuan, tuan!" Pangil salah satu pegawai yang biasanya berkerja didapur kantor MK GROUP. Hendro segera menghentikan langkahnya dan menoleh keasal suara tersebut. Wanita cantik dan seksi itu membawa nampan berisikan macam-macam buah yang Hendro beli dari pinggir jalan tadi. "Ini buah yang anda suruh kupas tadi," katanya

__ADS_1


Mengambil alih nampan tersebut, "Pergilah!" sahut Hen singkat.


Dengan wajah terlihat kecewa pelayan cantik tersebut berbalik arah, tentu saja wanita itu kecewa karna dia mengira Hendro akan menyuruhnya untuk memberikannya sendiri pada sang CEO. Sedangkan terlihat senyum puas di wajah para wanita yang sedang duduk dimeja kerja mereka masing-masing. mereka tersenyum puas melihat wajah cemberut pelayan cantik itu.


_ _ _ _ _


Tok tok tok!


Hen mengetuk pintu dari luar.


"Masuk!"


Setelah mendengar suara majikanya itu Hendro perlahan membuka pintu ruangan tersebut dilihatnya Martin sudah menunggu kedatangannya membawa buah-buahan tersebut. Martin segera berdiri dari posisi duduknya dan berpindah duduk di sofa yang ada didalam ruangan kerjanya Tersebut.


Menaruh piring berisikan buah tersebut di meja, "Tuan tidak biasanya anda meminta banyak jenis buah-buahan seperti sekarang," tanya Hendro dengan mendudukkan tubuhnya disamping majikanya itu.


Mengambil garpu dan menusuk semangka yang berwarna merah menyala Tersebut menandakan jika rasanya sangatlah manis, "Lidahku masih terasa asin seperti ada garam yang menempel di bibirku," ucapnya dengan memasukkan buah tersebut kedalam mulutnya.


"Apa yang habis anda makan tuan?" Tanya Hendro dengan mengerutkan dahinya.


Asisten itu tidak tau jika Martin habis makan nasi goreng yang rasa air lautan! Pastilah bibit Martin masih terasa asin karna sang istri memasukkan 5 sendok makan garam sedalam nasi goreng Tersebut saat Sinta sedang sibuk menyiapkan menu masakan lainnya.


Martin pun menceritakan apa yang terjadi dimeja makan tadi, Hendro sebisa mungkin menahan tawanya karna mendengar apa yang Martin bicara. Martin melirik tajam kearah asistennya itu dengan tatapan dingin.


"Berani menertawakan ku! Potong bonus mu satu tahun!" Ancaman andalan Martin yang selalu berhasil membungkam mulut Pak Hen.


Terlihat senyum devil mulai menyeringai dibibir manis Martin, "Hen! Apa masih ada jadwal pertemuan dengan klien hari ini?"


"Tidak tuan!" Jawab Hen singkat. "Anda mau pergi kemana?" tanya Hendro.

__ADS_1


"Bilang pada kepala sekolah . . . . . Jika aku akan datang siang ini!"


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️


__ADS_2