
Keyla mengecup bibir suaminya dengan sangat lembut, mata Martin terbelalak didalam kegelapan dia tak menyangka jika Keyla akan menciumnya lebih dulu dan tanpa dia suruh. Martin membalas kecupan istrinya itu dengan sangat lembut, bibir mereka saling beradu dan Keyla terlihat sangat menikmati ciuman itu. Tangan Martin mulai membuka kancing piyama tidur sang istri dia membukanya satu persatu, Keyla semakin mempererat pelukannya pada Martin, Sekarang kancing baju Keyla sudah lepas semua dan dia hanya mengunakan bra saja! Setelah puas dengan bibir Istrinya Martin mulai sedikit turun ke leher jenjang istrinya , bibir Martin mulai menyusuri setiap lekuk leher istrinya dengan sangat lembut.
"ahhhhhh sshhhhh mmmpphhh!" Bunyi desahan Keyla mulai memecahkan kesunyian didalam kamar tersebut ruangan itu seakan menjadi saksi bisu adegan yang sedang mereka lakukan pagi hari itu. Keyla bergeliat kesana-kemari karna tak bisa menahan kecupan lembut dari suaminya.
Martin mulai menikmati tubuh sang istri dia turun semakin kebawah namun saat dia mendengar bunyi.
"Kruk kruk kruk!"
Suasana romantis yang ada didalam kamar itu seketika hilang menjadi serpihan.
Perut Keyla tiba tiba menyanyikan lagu indah ditengah rasa gairah yang mulai merasuk di jiwa Martin. Martin segera menghentikan aktivitasnya dan dai bangun dari ranjang. sontak Keyla juga segera bangkit dari ranjang sembari bertanya.
"Kak mau kemana kamu?"
"Memasak!" Ucap Martin dengan nada terdengar jengkel, tapi Martin masih tetap memaksakan senyumannya pada Keyla. Karena Martin tau jika istri kecilnya itu paling tidak tahan jika lapar.
Memeluk tubuh Martin dari belakang dengan membenamkan wajahnya di punggung kekar suaminya itu, "Kak terimakasih kau sangat pengertian. Entah mengapa aku bersyukur karena telah memiliki suami seperti mu." ucap Keyla sembari beralih memeluk suaminya dari arah depan. "walaupun kamu sangat jahat, kejam dan suka seenaknya tapi kamu baik hati kak." lagi lagi Keyla tidak sadar jika selain dia memuji suaminya, secara tidak sengaja dia juga Menghinanya habis habisan.
Martin memegangi jidat Keyla dengan dua jari tangannya, Martin segera mengulum Bibir mungil sang istri, beberapa saat kemudian Martin akhirnya melepaskannya. Mereka keluar dari kamar dengan bergandengan tangan melangkah menuju dapur. setibanya didapur Keyla dan Martin memasak bersama mereka kelihatan begitu romantis, dan terlihat keduanya beberapa kali sedang curi curi pandang, Rona merah malu malu terpancar di pipi kedua insan yang tengah di mabuk cinta itu.
Keyla ingin sarapan dengan sup ikan, Martin segera melangkah mendekati kulkas dan mengambil ikan yang ada didalam sana. Martin segera kembali melangkah menuju wastafel untuk membersihkan ikan sedangkan Keyla yang tadinya sibuk memotong bahan untuk membuat sup segera berjalan menghampirinya. Keyla sekarang berdiri disamping suaminya.
"Kak, biar aku saja yang membersihkan ikannya! Aku juga bisa,"
__ADS_1
Mengalihkan pandangannya menatap kearah Key, "Benarkah istri kecilku ini bisa membersihkannya? Kenapa aku tiba tiba ragu ya!" ledek Martin. Karna Martin sangat tau dengan jelas jika terakhir kali Keyla memasak., masakan itu terlihat sangat mengerikan dengan rasa asin yang tidak tertolong lagi, mungkin saja sampai sekarang Martin masih mengingat dengan jelas rasa getir dan rasa asin yang seakan meledak di lidahnya itu. Tapi Martin hanya diam tak mengungkit hal itu mungkin karna Martin tak ingin menyakiti hati istri kecilnya itu.
Memegang tangan Keyla dan Sekarang Martin berdiri dibelakang istrinya Martin dengan telaten mengajari Keyla cara membersihkan ikan dengan benar.
"Kak, Kau sangat kaya tapi kenapa kau pinta memasak? Apa kamu juga pernah hidup susah!" Tanya Keyla dengan jujur dia bahkan tak pernah menyaring kata kata yang keluar dari mulutnya manisnya itu. Bibirnya memang manis tapi selalu mengeluarkan kata kata yang pedas.
Sejak kecil Martin terbiasa hidup mandiri, dia tak bergantung pada kedua orang tuanya. Martin sibuk memperbesar bisnisnya di kota B. Sejak kecil Martin hobby memasak dia sungguh pria yang sempurna pintar memasak, kara raya, dan raja di dunia bisnis. Walaupun di kediaman Martin banyak sekali koki handal yang sudah memiliki sertifikat di berbagai negara. Tapi tetap saja Martin terkadang merasa bosan dan ingin memasak sendiri.
Keyla tak tau jika Martin berdarah biru sejak lahir. Keluarga Martin yang ada di kota A adalah orang kaya raya dan bahkan mereka juga memiliki bisnis yang sukses hampir di tiap negara. Martin tidak suka mengandalkan nama besar keluarganya hingga dia pindah ke kota B untuk mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri. Martin tak hanya memiliki beberapa mall terbesar di kota B. Dia bahkan memiliki beberapa gedung pencakar langit bukan hanya di kota B saja. Hampir di tiap negara. Bisnis yang ia dirikan hampir bisa menyamai kesuksesan keluarga besarnya yang ada di kota A.
Mengigit telinga Keyla pelan karna merasa gemas dengan pertanyaan konyol istrinya, "Jangan berpikir aneh aneh sayang, yang pentingkan kamu makan dan tidak akan pernah kelaparan!" ledek Martin sembari tersenyum devil.
Huh! Dia pikir telingaku ini cake apa, bisa dia gigit kapan saja. Apakah para pekerja mu tau jika kau suka nyosor dan mengigit orang seenaknya seperti bebek yang sedang lapar.Tiba tiba suara Martin membuyarkan lamunannya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Suamimu memang sangat ganteng dan keren! Kau tidak perlu merasa kagum yang berlebihan, sayang." Ucap Martin sembari menyisir rambutnya kebelakang dengan tangan. Dia berlagak sok cool walaupun tak dipungkiri dia memiliki karismatik yang luar biasa mengoda. Bisa membuat semua wanita yang dia dekati bertekuk lutut padanya.
Martin kembali memasak sesuatu untuk pelengkap sup itu. Keyla berbalik
Dan memeluknya suaminya dari belakang dia melihat masakan yang sudah matang itu, mereka terlihat sangat romantis dan membuat iri setiap mata yang memandangnya dan nuansa pengantin baru yang tak pernah terlihat selama satu bulan pertama pernikahan itu mulai terlihat, mereka kini mulai terlihat seperti layaknya pengantin baru dengan sangat jelas. Martin sangat memanjakan Keyla dan Keyla juga merasakan hal yang sama.
Selesai memasak mereka sarapan bersama. layaknya pasangan suami istri pada umumnya mereka berbincang-bincang sembari sesekali terdengar senyum renyah dibibir keduanya. Sifat Keyla yang kekanak-kanakan mulai berkurang sekarang gadis kecil itu mulai beranjak menjadi wanita dewasa sungguh perubahan yang sangat mencolok.
__ADS_1
Selesai makan mareka berdua duduk terlebih dulu di halaman rumah mereka duduk sembari melihat indah dan sejuknya angin pantai yang berhembus sepoi-sepoi dan menaikkan rambut Keyla. Rambutnya yang sebahu mulai tak beraturan Martin segera menguncir kuda rambut istrinya, tapi dia sangat merasa kesulitan karna ini baru kali pertama Martin melakukannya. Keyla mulai merasa kesal karna Martin masih saja sibuk memainkan rambutnya pria itu masih belum bisa mengikat rambutnya, dia masih sibuk menyibakkan rambut Keyla kesana-kemari peluhnya mulai menetes pelan dari jidat dan jatuh ke pipi putihnya.
"Bisa apa gak mengikat rambutku?" Ucap Keyla dan nada bicaranya terdengar sangatlah geram. Karna kepala Keyla mulai terasa berat. Namun dia masih menahan nya karna menghargai usaha Martin. Martin masih sibuk menyibakkan rambut Keyla kesana-kemari mencoba menyatuhkan rambut istrinya menjadi satu tapi dia masih merasa kesulitan.
Menit kemudian.
"Bisa apa gak, kepalaku mulai pusing!" Teriak Keyla karna mulai merasa geram. sejak tadi Martin hanya menarik narik rambutnya saja.
Menit kemudian.
Memasang wajah cemberut, "Berapa jam lagi!" Ledek Keyla dengan bibir mengerucut.
Tersenyum puas, "Sudah selesai!" ucap Martin.
YG SUKA SAMA FOTONYA KOMENTAR YA.
SETELAH BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
SERTA TINGALKAN LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
SETIAP KOMENTAR KALIAN SELALU SAYA SEMPATKAN UNTUK BACA,
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI SAYA (KHAIRIN NISA)