
Martin tersenyum kecil melihat sikap polos Keyla saat diajak makan, entah sejak kapan Martin sering tersenyum sendiri melihat tingkah laku istrinya itu. Setelah beberapa saat Keyla selesai membersihkan dirinya dan dia sudah berpakaian rapi layaknya gadis remaja lainnya. Kini Martin masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
_ _ _ _
Keyla masih sibuk menyisir rambutnya dan dilihatnya dari kaca, Martin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya, sedangkan tangannya sibuk mengusap rambutnya dengan handuk putih kecil. Keyla segera membuang pandangannya menatap kearah lain karena tak ingin melihat tubuh suaminya itu. Padahal tubuh Martin sangatlah proposal dan bisa membuat para wanita menelan Saliva nya.
"Sial! Sudah lapar aku malah melihat pemandangan yang tak lazim itu! Tapi tubuhnya sungguh sempurna dia bahkan memiliki kulit putih dan dia terlihat lebih ganteng setelah mandi." Gumamnya lirih. Namun Keyla segera menepis lamunanya itu.
Mata Keyla terbelalak kaget saat tau Martin sedang memeluknya dari belakang, jantung Keyla berdetak semakin kencang seperti alunan musik koplo.
Martin mencium pipi Keyla dan mendekap tubuh istrinya itu dengan erat, "Sayang, kamu sedang apa? Ayo keringkan rambutku," ucap Martin sembari mengajak Keyla berdiri dan pindah keranjang. Martin duduk di ranjang dan Keyla masih berdiri untuk mengeringkan rambut suaminya itu.
Habis kamu aku kerjain ehehe.
Keyla mengosok kasar kepada Martin dengan handuk kecil tersebut, senyuman devil menyeringai dibibir gadis kecil itu. Ada rasa puas yang tersirat diwajahnya. Tapi yang tak disangka Martin malah memegang tangan Keyla dan menjatuhkannya keranjang.
"Auch, apa yang kamu lakukan Kak?" Teriaknya karna Martin sekarang sudah berada diatasnya.
__ADS_1
"Kamu sedang menggodaku sayang! Apa kamu siap bertemu Martin junior," goda Martin sembari tersenyum devil. Keyla segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
tubuhnya kembali bergetar saat Martin mulai menelusuri setiap lekuk telinganya. Gadis itu sekali lagi dikerjai oleh Martin. Tiba-tiba bunyi yang tak asing muncul menyelamatkan gadis kecil yang sedang teraniaya itu.
Kruk kruk kruk.
Bunyi perut Keyla yang teriak-teriak minta jatah makanannya, "Kak! Cacing dalam perutku sudah demo," ucapnya dengan cengengesan. "Dia minta jatah makanannya," imbuh Keyla sembari mendorong Martin dan segera berlari keluar kamar untuk menyelamatkan diri dari suaminya itu.
Martin berdecak kesal dengan sikap polos istrinya itu, pria itu harus belajar lebih bersabar lagi menghadapi anak remaja seperti Keyla. Seharusnya Keyla masih menikmati masa remaja yang indah dan penuh kebahagiaan, disaat temannya sedang bahagia dengan kekasihnya dia malah sudah menikah dengan pria dewasa yang terkenal kejam dan tak tau ampun. Tapi sejak kenal Keyla, sikap Martin banyak berubah dia sedikit bertoleransi dengan sikap polos Keyla, Martin menyadari jika Keyla masih belum cukup umur untuk menjalankan mahligai pernikahan dengannya.
Syukurlah aku bisa segera lolos dari cengkeramannya, entah apa yang akan dia lakukan jika aku masih ada didalam sana, eh apa ini kenapa jantungku berdetak seperti ini! Apakah karna aku lapar mangkanya jadi berdebar-debar seperti ini. Dasar pria mesum itu, Maksudku suamiku, ya sudahlah aku terima nasib dan takdirku menjadi istrinya, dari pada aku harus kehilangan kebebasanku. aku akan mencoba melupakan Ferdi mulai sekarang walaupun aku tau itu sangatlah berat dan aku juga harus melupakan cinta selama 3 tahun lalu.
"Jadi makan apa gak?" Tanya Martin sembari mendudukkan tubuhnya di samping Keyla.
"Ayo aku lapar!" Ucap Keyla, berlari menghindari Martin, dengan sekejap Keyla sudah berada di depan pintu. Gadis itu bernafas terputus-putus karna berlari dengan cepat. "Kak, ayo aku lapar cepatlah." imbuhnya dengan melambaikan tangannya pada Martin yang masih duduk di sofa bengong melihat sikap kilat Keyla barusan.
"Huh! Cepat sekali jika menghindar, dia pikir aku ini Firus Corona apa! Bagaimana mungkin sikapnya sangat bertolak belakang dengan Jeni, Jeni cantik, pinta dan juga anggun tidak seperti rubah kecil didepan pintu itu." Dia bahkan tak pintar masak dan juga merayu, yang paling menyedihkan lagi dia hanya pinta makan dan makan.
__ADS_1
Dengan berdecak kesal Martin berdiri dari posisi duduknya dan menghampiri Keyla yang sudah mengusap pelan perutnya yang keroncongan. Mereka sudah masuk kedalam mobil, mobil mulai berjalan pelan keluar dari halaman rumahnya. Keyla diam tak bersuara dengan masih memegangi perutnya, dengan kedua tangannya, dia menahan rasa perih dan lapar yang sedang menusuk perutnya itu. Sesekali Martin melirik kearah Keyla dengan menggelengkan kepalanya.
"Apa biasanya kamu juga seperti ini?"
Mengalihkan pandangannya dari jalanan dan menatap Martin, "Tentu saja tidak kak, Papa dan Mama tidak pernah membiarkanku kelaparan mereka selalu memberikan aku asupan gizi yang cukup. Mangkanya aku bisa pintar dan selalu mendapat peringkat pertama di sekolah." Ucap Keyla dengan jujur.
"Ha ha ha! Kamu bilang apa barusan? Kamu pintar! Jika kamu pintar maka gadis bodoh itu seperti apa," ejek Martin sembari tertawa terpingkal-pingkal. Martin tak bisa menahan tawanya setelah mendengar apa yang Keyla ucapkan.
Meninju pelan lengan Martin karena emosi tingkat dewa, " Apa maksutnya kak, aku memang bodoh karna jika aku pintar maka aku akan cari banyak uang untuk menyuruhmu pergi dariku!" Tanpa sadar mulut Keyla melontarkan kata-kata makian itu.
Martin segera menepiskan mobilnya kepinggir jalanan dan mematikan mesin mobilnya, "Kamu berani padaku? Ulangi ucapamu barusan," teriak Martin dengan wajah berapi-api menatap Keyla dengan lekat.
Keyla diam tak mengubris ucapan Martin dia sibuk menatap kearah jalanan sembari menelan ludahnya pelan, gadis itu seperti menginginkan sesuatu. Martin mengalihkan pandangannya karna penasaran dengan apa yang Keyla lihat. Ternyata Keyla melihat penjualan gula kapas yang ada didepan toko kue yang tak jauh dari tempatnya saat ini. Martin menepuk pelan jidatnya sembari mengepalkan tangannya karna mencoba sebisa mungkin menahan amarahnya.
Eh, bukankah itu kak Martin. Kenapa dia keluar mobil tanpa bicara padaku. Eh apa ini dia membeli gula kapas, apakah dia juga menyukai gula kapan sepertiku. Tapi kenapa dia hanya membeli satu saja apakah dia tidak punya uang. Kasihan sekali kak Martin, aku harus membantunya mencari uang dari pada aku harus mengandalkan kerjaannya yang tidak jelas itu.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
__ADS_1