Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Tidak berjalan lancar.


__ADS_3

"Apakah kau serius! Atau kita harus membawanya ke psikiatri ?" Tanya Martin dengan masih belum memercayai jika ada seorang wanita hamil sampai ngidamnya mengerikan seperti itu menurutnya.


ku mohon tuan muda hentikan kekonyolan anda sekarang juga sebelum semua orang mengetahuinya. Nona muda hanya sedang ngidam saja, tapi kau bertingkah seolah-olah Nona muda sedang mengalami gangguan kejiwaan. Hingga kau mau membawanya pergi ke Psikiatri.


Pak Hen memohon dalam hati karna dia tidak berani mengungkapkan isi hatinya pada majikanya yang sedang bertingkah konyol itu. Kepintaran yang selalu membuat rekan bisnisnya merasa segan dan tunduk dengan semua perintahnya. Ya kepintaran itu saat ini entah hilang pergi kemana sekarang yang ada hanyalah Martin yang mengalami bucin halu karna terobsesi menjaga istri dan calon bayinya.


Entah apa yang akan Keyla lakukan jika dia mendengar percakapan Pak Hen dengan suaminya barusan. Haha pastilah Bumil (ibu hamil.) itu akan naik darah karna sang suami mengatainya sedang terkena gangguan mental! Sebaiknya Martin harus lebih hati-hati mulai sekarang jika dia sedang bicara, karna Keyla bisa saja tiba-tiba muncul dibelakangnya dan mengagetkannya seperti hantu yang bergentayangan. Atau mungkin Keyla lebih mengerikan dari hantu karna dia bisa meluluhkan hati orang yang terkenal akan kekejamannya itu.


_ _ _ _


"Tuan muda, ini sudah pukul 13.00 sudah waktunya Anda meeting." Ujar Pak Hen sembari berdiri dihadapan Martin.


"Ayo kita ke sana!" Ajak Martin sembari berdiri dari posisi duduknya dan jalan mendahului asistennya itu.


Martin berjalan keluar ruangan, semua wanita sibuk merapikan dandanannya saat melihat CEO dari perusahaan itu hendak lewat dihadapan mereka. Para perkerja wanita itu terlihat berlengan-lengok dihadapan Martin seakan mereka sedang berjalan di atas karpet merah yang di soroti banyak kamera.


Martin tak sedikitpun memperdulikan para pekerjanya itu dia sibuk berbicara dengan Pak Hen dan melewati para penggoda itu tanpa menoleh sedikitpun. Sangat terlihat wajah kecewa yang terpancar dari sorot mata para wanita itu mereka berdecak kesal karna usahanya untuk mengoda sang CEO gagal total.


Martin sudah tiba di depan ruangan meeting Pak Hen segera berjalan mendahuluinya dan membukakan pintu untuk sang CEO. Setelah pintu terbuka Martin segera masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Para perkerja yang tadinya masih berbincang-bincang dengan sekejap mereka langsung diam membisu dan ruangan yang tadinya riuh itupun dengan sekejap berubah menjadi hening.


Martin segera mendudukkan tubuhnya di kursi Presdir dan Pak Hen juga ikut mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada disamping Martin.


"Ada masalah apa?" Tanya Martin sembari matanya menatap wajah para pegawainya satu-persatu.


Wajah mereka seketika terlihat pias dan tubuh mereka bergetar karna terlalu takut menjelaskan pada sang CEO. Para perkerja itu saling lempar pandang dan tak ada yang berani membuka mulutnya untuk bicara.


Karna salah satu dari mereka ada yang menggelapkan uang perusahaan.


Walaupun yang memiliki kesalahan hanya satu orang namun tetap saja mereka semua ketakutan karna sang CEO pasti akan memarahi mereka semua karna tidak becus mengurus permasalahan ini hingga Martin sendiri yang harus turun tangan.


Ya Martin memang sedang membangun Club yang sangat besar dan dia mengeluarkan banyak uang untuk pembangunannya namun Club itu sudah sekian lama masih belum selesai juga sedangkan dana yang Martin keluarkan sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan Club megah Tersebut.


Martin mengambil berkas yang Pak Hendro sodorkan, matanya membulat seketika saat mengetahui isi dari berkas tersebut. Rahangnya dengan perlahan mulai kelihatan mengeras.


Pyarr!


Suara gelas kaca yang Martin lempar dengan kasar membentur dinding. Dengan sekejap gelas itu terburai menjadi serpihan dan berceceran di lantai.

__ADS_1


"Apa saja yang kalian semua kerjakan selama ini, hah? Apakah aku mengaji kalian mahal setiap bulan untuk melihat kebodohan kalian!' Martin mulai menarik punggungnya dari kursi. "masalah sebesar ini bisa lolos dari penglihatan kalian. Mulai dari hari ini periksa semua uang yang di keluarkan oleh perusahaan dan berikan datanya besok pada Hen!"


Martin tak bisa menahan emosinya terlihat dia membanting beberapa gelas yang ada didekatnya, semua pegawai itu hanya bisa duduk diposisi mereka dengan menundukkan kepalanya. Singa jantan itu sedang murka jangankan untuk menatap balik singa jantan yang seperti sedang melahap api itu. sorot mata Martin bahkan bisa membuat orang terkulai lemas dan teriakannya mampu membuat tubuh orang gemetaran dan diam mematung seperti manekin hidup.


Tidak ada satu orangpun didalam ruangan itu yang berani membuka mulutnya tak terkecuali Pak Hen.


Seseorang sedang membuka pintu ruangan itu, tak ada satu orangpun didalam ruangan itu yang berani mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang sedang berdiri di belakang Martin.


"Keluar! Siapa yang menyuruhmu masuk tanpa mengetuk pintu!" Maki Martin dengan duduk membelakangi orang yang tadi membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Baru kali ini ada orang yang berani masuk kedalam ruangan meeting apa lagi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Orang itu pasti dalam masalah besar karena Martin sedang dalam keadaan emosi tingkat dewa! Ya emosinya semakin meledak-ledak setiap menitnya karna uang yang begitu besar hilang tanpa ada rinciannya.


Pak Hen memundurkan tubuhnya dan melihat siapa yang sedang berdiri dibelakang singa buas itu. Mata Pak Hen seketika membulat karna shock dengan apa yang dilihatnya.


SETELAH BACA JANGAN LUPA TINGALKAN LIKE DAN VOTE YA SUPAYA SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️☺️


BERIKAN JUGA KRITIK DAN SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMAT KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI.


"SALAM HANGAT KHAIRIN NISA."

__ADS_1


__ADS_2