Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Tergoda mantan kekasih


__ADS_3

Deg!


Seperti ada tonjokan keras yang mengenai jantung Keyla dan membuatnya seakan kesulitan bernafas. Namun Keyla masih memasang sikap seakan-akan dia sedang baik-baik saja! Keyla tidak menunjukkan rasa sakit hatinya pada Sendi karna tak ingin jika Sendi akan mengacaukan reuni suaminya dengan mantan kekasihnya itu.


Setelah bicara Sendi berpamitan pulang. Setelah Sendi pulang Keyla semakin merasa cemburu ketika Liana mencium pipi Martin dengan mesranya. Mata Keyla berkaca-kaca dan dia semakin tidak bisa mengendalikan emosinya melihat suaminya disentuh oleh wanita lain tepat dihadapannya. Keyla segera menarik kasar tubuhnya dari kursi dan dia menuju keruangan Martin dengan kaki panjang. Sangat terlihat jika Keyla akan meledak bagaikan petasan yang ditembakkan ke udara.


Dasar wanita centil kau kira bisa merebut suami ku hanya karna wajahmu lebih cantik dariku! Haha kau tidak cantik hanya makeup mu saja yang begitu tebal dasar nenek sihir aku tidak akan membiarkanmu terus menerus menyentuh suamiku.


Keyla menghentikan langkahnya tepat dihadapan Martin! Martin yang sedang menatap kearah Liyana pun segera mengalihkan pandangannya menatap kearah istirnya yang sedang cemburu itu.

__ADS_1


Liyan menatap kearah Keyla sembari tangannya melingkar dipundak Martin dan menaruh kepalanya dalam pundak kekar Martin. Hal itu semakin membuat Keyla hampir saja kehilangan kesabarannya.


Sabar Key, kamu harus sabar jangan sampai memperlihatkan jika kamu sedang merasa cemburu! Ucap Keyla dalam diamnya mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Kak ayo kita pulang!" Ajak Keyla sembari mendekati Liyana dan menepis kasar kepala Liyana dari pundak kekar suaminya itu. Sontak hal itu membuat Liyana marah bukan main.


"Berani sekali kamu bersikap kasar padaku!" Maki Liyana dengan berdiri kasar dari posisi duduknya. "Martin, usir wanita tak tau aturan Ini dari sini!" ucap Liyana sembari mengangkat tangannya hendak menampar Keyla, namun dengan sigap Keyla menahan tangan Liyana itu sampai wanita itu meringis kesakitan karna Keyla memegangi tangannya dengan begitu kuat.


"Kak, kau lebih memilih tinggal bersamanya dari pada pulang denganku?" Ucap Keyla dengan suara terdengar gemetaran karna dia mencobanya sebisa mungkin tidak menangis dihadapan Mak lampir Liyana itu.

__ADS_1


"Pulanglah! Aku masih ada urusan." Ucap Martin dengan membuang pandangannya kearah lain.


"Baiklah jika itu mau mu!" Balas Keyla dengan mata berkaca-kaca menatap kearah Martin yang sekarang tidak mau lagi melihat wajahnya.


Dengan raut wajah kelihatan kecewa Keyla melepaskan genggamannya pada tangan Liyana. Setelah tangan itu terlepas Liyana menatap kearah Keyla dengan menarik salah satu senyumannya. Senyuman itu menandakan kemenangan dan sekaligus menghina Keyla. Pak Hen sudah berdiri dibelakang Keyla setelah melihat isyarat tangan Martin barusan yang menyuruhnya mengantarkan Keyla pulang lebih dulu.


"Nona, mari saya antar anda pulang!" Ucap Pak Hen. Namun ada yang aneh dengan sebutan Pak Hen pada Keyla barusan karna biasanya Pak Hen menyebutnya dengan panggilan Nona muda. Tapi kali ini Pak Hen mengucapkan hal lainya.


"Aku mau toilet dulu!" Ucap Keyla dengan berbalik arah. "Jangan ikuti aku!" imbuh Keyla yang mengetahui jika Pak Hen akan mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Setelah melihat wajah Keyla yang berubah menjadi merah pada Liyana terlihat sangat bahagia dan dia kembali menaruh kepalanya di pundak Martin dengan senyuman kemenangan terpancar dari wajahnya yang cantik namun terlihat seperti maklampir itu


Entah apa yang terjadi pada Martin sampai dia bisa bersikap sedingin itu pada Keyla. apakah karna Martin mulai tertarik kembali pada mantan kekasihnya itu ataukah karna hal lain yang sengaja dia sembunyikan! Namun Martin terlihat sangat nyaman saat bersama Liyana bahkan dia sampai tidak memperdulikan istri kesayangannya itu.


__ADS_2