Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Menyuapi obat dengan ciuman.


__ADS_3

Martin berlari masuk kedalam kamar mandi dia segera jongkok dihadapan istrinya. Martin segera mengendong tubuh Keyla yang lemas tak memiliki tenaga, Martin segera membaringkan tubuh lemah istrinya di atas ranjang. Menyeka peluh Keyla yang ada di keningnya. "Sayang apakah perutmu masih terasa mual?" Tanya Martin sembari menatap istrinya dengan tatapan sendu. Tanpa menjawab Keyla hanya menganggukkan kepalanya pelan. "makanlan bubur ini terlebih dahulu setelah itu kamu harus minum obat." ucap Martin dengan nada suara lembut. Karna masih merasa muak yang teramat sangat Keyla segera membuang pandangannya Karna tak ingin melihat masakan yang dimasak oleh suaminya.


Hal ini memanglah sangat wajar terjadi jika di awal kehamilan namun karna Keyla hamil anak pertama jadi sangatlah wajar juga jika Keyla belum memiliki pengalaman dan begitu pula dengan Martin dia sangatlah khawatir melihat kondisi Keyla yang semakin pucat dan tubuhnya seakan tak sanggup hanya untuk berdiri saja. Yang lebih membuat Martin heran ialah selera rakus istrinya jika sedangkan makan tiba-tiba hilang seketika. padahal biasanya Keyla langsung menyambar makanan yang Martin masak tanpa menyisahkan ya sedikitpun.


Sangat berbeda dengan hari ini Keyla malah enggan untuk menyentuh makanan yang dimasak oleh suaminya itu.


Mengambil satu mangkuk yang berisikan bubur yang ada di atas nakas samping ranjangnya, "Makanlah sedikit saja, Karna janin yang sedang tubuh di rahimmu juga butuh asupan gizi yang cukup supaya dia bisa tubuh sehat didalam sana." ucap Martin sembari mengusap pelan perut Keyla yang masih terlihat rata.


Setelah mendengar kata-kata tentang kesehatan calon bayinya Keyla segera menatap kearah suaminya sebagai berkata, "Aku mau makan demi anak kita, tapi sedikit saja Karna perutku rasanya seperti diaduk-aduk." Rengek Keyla dengan nada suara terdengar lemah dan tak berdaya karna dia harus menjaga calon bayinya jadi mau tidak mau dia harus tetap memaksakan diri untuk memakan bubur yang dimasak oleh suaminya tadi.

__ADS_1


Martin sangat bahagia mendengar istrinya mau makan Walaupun hanya sedikit. Martin membantu Keyla menyandarkan punggungnya di ranjang. Dengan telaten Martin menyuapi Keyla, Tanpa terasa bubur itu tinggal separuh mangkuk. Keyla menggelengkan pelan kepalanya saat Martin hendak menyuapi Keyla dengan bubur itu lagi.


"Aku kenyang! Dan lagi tumben sekali Kak, bubur buatan mu rasanya sangatlah pahit dan tawar? Jangan paksa aku untuk minum obat! Aku tidak suka!" Ucap Keyla apa adanya karna sejak kecil Keyla memang tak menyukai rasa pahit dari obat bahkan sejak kecil Keyla selalu menangis menjadi-jadi jika dipaksa Sinta minum obat, hingga Sinta harus mengunakan bermacam-macam cara untuk bisa membujuk Keyla agar meminum obatnya.


Martin memutar bola matanya seperti sedang mencari ide agar istrinya tetap minum obat tanpa harus memuntahkannya kembali. Terlihat senyum tipis dibibir Martin. Martin mengambil beberapa macam obat dan dia segera memasukkannya kedalam mulutnya. Keyla diam sembari heran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


Apa yang sedang kak Martin lakukan bukankah yang harusnya minum obat itu aku! Tapi kenapa malah dia yang meminum obat itu sendiri. Ucap Keyla sembari mengerutkan dahinya menatap Martin dengan heran.


Sungguh romantis sikap Martin saat menjaga Keyla bahkan tanpa mereka sadari jika Jordan dan Sinta sedari tadi sudah berdiri didepan pintu kamarnya. Ketika Keyla hendak marah pada Martin karna telah memaksanya meminum obat! Suara Jordan tiba-tiba menghentikan niatnya.

__ADS_1


"Sayang," Ucap Jordan sembari melingkarkan tangannya dipundak Sinta. Jordan tersenyum lebar melihat kemesraan yang sedang terjadi dihadapannya barusan. Bahkan Sinta tersenyum bahagia melihat Keyla dijaga oleh Martin bahkan pria itu sangat pintar memaksa putrinya untuk minum obat tanpa menyakitinya.


Jordan tak mengira jika pernikahan yang awalnya hanyalah niat untuk menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut itu. Kini pernikahan Keyla sangatlah bahagia bahkan sikap Martin berubah tak seperti awal pernikahan mereka walaupun tak dipungkiri jika Jordan masih menghormati setiap ucapan yang dilontarkan oleh menantunya itu. Memang tidaklah akan ada yang berani membantah Ucapa CEO Martin kecuali istri kecilnya saja yang berani melakukannya.


VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️


YANG MAU MASUK GRUP CHAT WHATSAPP AUTHOR SILAHKAN PC KE NOMOR INI YA.


08993487562.

__ADS_1


YANG BARU MASUK GRUP HARUS PERKENALKAN NAMA DAN KOTA ASALNYA YA. BIAR AUTHOR TAU JIKA ITU PARA READERS.


__ADS_2