Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
mengantar pulang


__ADS_3

Baiklah mari kita lanjutkan episode yang sempat tertunda. jangan lupa beri like selesai baca☺️☺️


Mobil mewah Martin pun mulai memasuki halaman rumah Keyla, terlihat Sinta dan beberapa asisten rumahtangga sudah berjejer di depan pintu rumah untuk menyambut kedatangan Martin dan Keyla. Sebelum menuju ke rumah Keyla, Pak Hendro terlebih dulu menelfon kekediaman Keyla memberitahukan bahwa Martin akan datang untuk mengantar Keyla pulang!


Sebelum turun dari mobil pak Hendro terlebih dulu mematikan mesin mobilnya. dan membukakan pintu untuk majikanya itu. Pak Hendro menatap ke arah Martin dengan mengerutkan keningnya. karna melihat perhatian Martin pada Keyla. Gadis kecil yang baru di kenalnya beberapa bulan yang lalu, setelah pintu mobil terbuka.


Dengan sangat hati-hati dan perlahan Martin mulai mengangkat tubuh langsing Keyla dan menggendongnya keluar dari mobil. Pak Hendro terlihat mengekor di belakang CEO Martin. mengikuti dengan sabar majikanya itu.


"Nak. . Martin, biar saya bangunkan Key," Ucap Sinta sembari melangkahkan kaki menghampiri Martin yang baru keluar dari mobil mewahnya.


"Jangan! Biar saya bawa Keyla masuk ke kamarnya." Sahut Martin dengan suara tertahan karna takut membangunkan Keyla.

__ADS_1


Tanpa berkata, Sinta hanya bisa mengiyakan permintaan Martin, Sinta menatap punggung Martin yang mulai menjauh dan melangkah menaiki anak tangga untuk sampai ke kamar keyla. Entah mengapa di samping rasa bahagia karna memiliki calon Menantu yang kaya dan paling berpengaruh di kota B.


Sebagai seorang Ibu, Sinta juga sangat sedih jika mengingat akan menikahkan Anak kesayangannya dengan Pria yang paling di benci sang putri! Tapi apalah daya karna ekonomi keluarga yang sedang tidak stabil mengharuskan Sinta menyetujui pernikahan Keyla dengan Martin. Dan harus mengirim putri sulungnya untung tugas ke luar kota, agar tak mengetahui pernikahan Martin dengan Keyla.


_ _ _


Martin dengan perlahan membaringkan Keyla di atas tempat tidurnya, setelah Keyla terbaring di ranjang Martin segera menarik selimut Keyla hingga menutupi sebagian tubuhnya dan mengecup lembut kening Keyla sebelum pergi meninggalkan kamarnya.


Terlihat senyum kecil di bibir Martin sebelum pergi meninggalkan Keyla, entah apa yang sedang di pikirkan pria tampan itu. Hingga Gadis kecil dan polos seperti Keyla bisa meruntuhkan sikap arogan dan bisa menaklukkan seorang penguasa kota tersebut.


"Jangan berlebihan!" Sahut Martin singkat dengan melangkah keluar dari kamar Keyla.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban Martin, Hendro hanya tersenyum kecil sembari mengikuti Martin perlahan menuruni anak tangga.


Sinta duduk di ruang tamu, entah siapa yang sedang bicara dengannya di telvon. Setelah melihat Martin sudah di hadapannya dengan senyum menyeringai di wajahnya, Sinta segera mengakhiri panggilan ponselnya, tentang Sinta sedang menelepon Jordan untuk memberitahukan jika Keyla sudah pulang ke rumah.


"Duduklah Nak Martin." Ajak Sinta, dengan membalas senyuman Martin. Tanpa menjawab Martin segera mendudukkan tubuhnya di atas sofa.


"Nak, apakah Keyla merepotkan mu? Selama di perjalanan tadi!" Tanya Sinta dengan mengerutkan dahinya.


" Tentu saja tidak, Keyla sangatlah pengertian, hingga tidak membuatku kerepotan!" Sahut Martin dengan memaksakan senyumannya. Sinta sangatlah paham dengan raut wajah Martin, walaupun Martin mencoba menutupi apa yang terjadi. Tetapi saja Sinta mengetahuinya karna Sinta paham betul dengan tingkah Keyla.


"Keyla sangatlah manja Nak, bersabarlah dalam menghadapi, sifat cerobohnya dan sifatnya yang mungkin seringkali melukai perasaanmu!" Imbuh Sinta dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"Aku akan menjaga Keyla, aku juga menerima Keyla apa adanya." Sahut Martin dengan penuh percaya diri.


Martin dan Sinta, tak henti-hentinya membicarakan Keyla, tanpa terasa sudah 2 jam berlalu. Martin pun berpamitan pulang karna hari sudah mulai gelap. sedangkan Keyla masih tertidur lelap di dalam kamarnya.


__ADS_2