Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Jepang.


__ADS_3

The Ritz-Carlton Kyoto.


Nama hotel yang terkenal mewah dan mahal. Hotel yang berada di Kyoto Jepang itu juga dikenal sebagai salah satu hotel pencakar langit. Martin memesan kamar Suite Room.


Kamar yang paling mahal dan juga mewah di hotel tersebut.


Martin sangat di hormati disana terlihat manejer hotel yang bernama Pak Yamasaki sendiri yang datang untuk menyambut kedatangan Martin. Bahkan selama perjalanan Pak Yamasaki terlihat dengan telaten menceritakan secara detail tempat tempat yang romantis di hotel tersebut, tempat yang cocok untuk acara bulan madu Martin dan Keyla. Dan rencananya Martin akan menginap selama beberapa hari di hotel tersebut itu saja jika Keyla tidak bosan berada di sana. Keyla hanya diam sembari matanya menyapu setiap sudut hotel yang sedang dia lewati, tangan Keyla mengandeng lengan Martin dengan lembut sedangkan Martin masih sibuk bicara dengan Manajer Hotel Tersebut dengan sesekali diselingi canda tawa renyah di tengah tengah perbincangan mereka.


Akhirnya Pak Yamasaki menghentikan langkahnya didepan salah satu pintu hotel tersebut. "Tuan muda silahkan masuk," Ucap Pak Yamasaki manajer The Rizt sembari membuka pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Pak Yamasaki mendahului Martin dan Keyla masuk kedalam kamar tersebut. bell boy yang sedari tadi mengikuti Martin dan Keyla dari belakang segera menaruh koper yang mereka bawa di dekat almari pakaian.


"Tunggu!" Ucap Martin saat melihat Dua Bell Boy itu hendak keluar ruangan.


"Iya Tuan?" Ucap salah satu bell boy sembari menundukkan pandangannya.


Tanpa bicara Martin segera merogoh sakunya dan dia mengambil dompet dari saku Tersebut. Tanpa bicara Martin segera menyodorkan beberapa lembar uang dolar pada Bell Boy itu dengan wajah terlihat dingin.


Di luar ruangan Martin.

__ADS_1


"Hei, apa kau lihat wajahnya memang ganteng tapi kenapa sangat terlihat menakutkan seperti itu, aku sampai merinding jika melihat sorot matanya yang seakan hendak menerkam ku!" Ucap Haruma sembari berjalan menjauhi ruangan Martin.


"Jaga bicaramu! Dia bukan sembarang orang, dia CEO ternama di kota B." Jelas Rio sembari menyenggol lengan Haruma dan mereka pun pergi menjauhi sangkar singa itu.


Di dalam kamar Martin.


Setelah Ball boy itu pergi tak lama kemudian Pak Yamasaki juga ikut keluar dari ruangan tersebut. Kini didalam ruangan itu hanya ada Martin dan Keyla saja. Keyla terlihat sangat menyukai ruangan Keyla melihat setiap sudut ruangan itu dengan wajah terlihat kagum. Keyla mulai berjalan menuju teras yang ada didalam kamar hotel tersebut. Waktu itu adalah sore hari Keyla melihat pemandangan yang langsung mengarah ke kota. Karna kamar tersebut berada dilantai paling atas dan bisa melihat apapun yang sekarang sedang berada dibawahnya. Wajah bahagia sangat terlihat dari pasangan bulan madu itu dan entah sejak kapan Martin berdiri dibelakang Keyla dia sekarang melingkarkan tangannya di perut istrinya yang masih terlihat rata itu. Tak sengaja Keyla melihat pagar hotel yang ada dua lapis.


Sangat aneh kan pagar yang satunya seolah masih terlihat baru, Keyla mulai mengerutkan dahinya "Apakah ini ulah Suamiku yang melakukannya demi menjaga keamanan ku dia bahkan sampai membuat dobel pagar yang pasti Eksta kuat ya tidak perlu diragukan lagi." Gerutu Keyla dalam hati sembari melepaskan pelan pelukan suaminya itu.

__ADS_1


Mata Keyla meloto seketika saat melihat Pak Hen tiba-tiba berdiri di belakang suaminya. Entah sejak kapan Asisten dingin itu berdiri disana bahkan wajahnya masih sama dingin seperti kulkas. Ingin sekali rasanya Keyla merubah ekspresi wajah asisten suaminya itu.


__ADS_2