
Air mata masih terlihat meleleh di pipi Gadis itu, dadanya terasa semakin sesak terlihat tak jarang dirinya mengambil nafas panjang beberapa kali mencoba menahan amarahnya.
Pelayan datang membawa 2 cangkir pesanan Jordan, ditaruhnya satu cangkir teh hijau di hadapan Martin dan satu cangkir coklat panas di taruh dihadapan Keyla, setelah tugasnya selesai pelayan itupun segera pergi.
"Ma, Pa! kenapa kalian mengambil keputusan besar dalam hidupku tanpa meminta pendapatku terlebih dahulu? Bahkan kalian tau sejak awal jika aku sangat membencinya!" Ucap Gadis itu dengan mulut bergetar. Terlihat beberapa kali Gadis itu menyeka air matanya bergantian yang jatuh membasahi Kedua pipinya.
Orangtuaku yang selalu memanjakan dan menyayangiku berubah menjadi kejam padaku, dia bahkan rela menikahkan ku dengan orang yang jauh lebih tua dari ku! Walaupun tak aku pungkiri Om Martin memang tampan andai saja aku tidak membencinya pasti aku sangat terpesona dengan ketampanan dan fisiknya yang begitu memanjakan mata para kaum hawa, tapi apalah daya, aku sudah terlanjur membencinya sampai ke urat nadi ku! aku harus berusaha menghindari pernikahan ini bagaimanapun caranya!
Kedua orangtua Gadis itu sangatlah sedih melihat air mata putrinya yang mengalir semakin deras bagaikan hujan lebat yang mengguyur seluruh kota! namun dengan hati yang pilu Jordan mencoba memberikan penjelasan kepada sang putri.
"Perusahaan keluarga kita sedang mengalami krisis yang besar dan terancam akan mengalami kebangkrutan! Beruntung Nak Martin menanam saham yang sangatlah besar di perusahaan Papa hingga kita bisa lolos dari masalah yang sulit ini!" Ucap Jordan sembari memegang tangan anak Gadisnya yang masih tak henti-hentinya menangis. Jordan menatap putrinya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Dengan tubuh bergetar Gadis malang itu terlihat menyeka air matanya sebelum bicara.
"Lalu apa urusan perusahaan dengan pernikahan ku? Bukankah masalahnya sudah selesai hu. . hu. . hu. . !" Sahut Keyla dengan diiringi suara tangisnya yang mulai tak terkontrol lagi. Gadis itu tak hentinya meratapi nasibnya kelak jika sampai menikah dengan musuhnya.
"Nak Martin mau menolong perusahaan kita karna dia menyukaimu sayang. Papa dan Mama tidak punya pilihan lain selain merestui hubungan kalian, anggaplah pernikahan ini sebagai bukti pengorbanan mu untuk keluarga ini, tolong selamatkan keluarga kita dari kebangkrutan Sayang! Papa harap kamu mengerti nak, apakah kamu rela hidup di jalanan? Karna jika sampai perusahaan yang Papa dirikan benar2 bangkrut, maka semua aset Papa berserta isi rumah ini akan ambil alih oleh pihak bank Nak!" Tutur Jordan sembari menyeka air mata putrinya bergantian dikedua pipi Gadis malang itu. Raut wajah Jordan terlihat sangatlah sedih harus mengorbankan kehidupan putrinya,
Air mata terlihat mengalir begitu deras di kedua pipi Gadis malang itu hingga matanya mulai terlihat bengkak, bahkan makeup Gadis itu terlihat berantakan. Gadis itu seakan tak percaya dengan keputusan kedua orangtuanya yang memaksanya Menikahi orang yang paling dia benci!
"Kenapa harus aku Pa? Kenapa bukan Kak Jeni, bukankah Kak Jeni lebih pantas dengan Om Martin dibandingkan aku!" Tanya Keyla dengan tatapan sendu,
"Percayalah Sayang, Papa dan Mama menginginkan yang terbaik untukmu!" Ucapan Jordan sembari memeluk tubuh kurus anak manjanya itu. Namun Keyla segera melepas pelan pelukan Jordan sembari berdiri dari posisi duduknya,
__ADS_1
Sedangkan Martin hanya diam dan menatap Keyla, Martin terlihat menikmati drama yang ada di hadapannya! Pria itu tak bergeming menatap Keyla dengan gayanya yang arogan dan penuh wibawa!
"Kebaikan dan kebahagiaan seperti apa yang Papa ucapkan? Apa dengan mengirim ku masuk kedalam pintu neraka itu adalah sebuah kebahagiaan!" Ucap Keyla dengan suara bergetar!
Uhuk. . Uhuk. . Martin tersedak teh hijau yang sedang diminumnya! Pria itu kaget mendengar ucapan Keyla barusan dengan mata merah dan Kristal bening mulai terlihat di pelupuk mata pria itu. Jordan yang mengetahui segera memberikan Martin saputangan yang ada di kemejanya! Pak Hendro yang berada di kejauhan hanya bisa diam sembari mata tak bergeming menatap majikanya, karna Martin menghentikan langkahnya ketika dia hendak mendekatinya. Pria itu diam dan menatap Keyla dengan menajamkan alisnya.
"Maafkan ucapan Key barusan, Nak Martin. Key masih sangatlah kecil dia tidak tau apa yang dia ucapkan," Ucap Jordan dengan wajahnya terlihat pucat Pasih. Jordan takut jika Martin marah pada Keyla.
"tenanglah Pa. . aku akan sabar menghadapi sifat Keyla dan aku juga akan sangat sabar menunggunya jatuh cinta pada ku!" Ucap Martin sembari tersenyum devil melirik Keyla yang masih menatapnya dengan penuh kebencian!
Berani sekali gadis ini mengatakan bahwa menikah dengan ku membuatnya masuk ke pintu neraka!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA AGAR SAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️