Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Paris.


__ADS_3

MATHEUW HOTEL.


"Apa yang kau lakukan padaku, bajing**?" Teriak Jeni sembari duduk disudut ranjang dan tangannya menutupi tubuh polosnya tanpa satu helai benangpun itu dengan selimut putih hotel. Jeni sama sekali tak mengingat apa yang terjadi padanya semalam. Dia minum begitu banyak dan tak sadarkan diri hingga Dikra membawanya menginap di hotel terdekat dari Club semalam.


Kamar hotel yang dicat serba putih lengkap dengan ranjang dan seprainya juga berwarna senada. Kamar yang terbilang cukup mewah karna Dikra yang memiliki bisnis sendiri walaupun tak sekaya Martin Kwang! Ruangan itu seakan berubah menjadi warna gelap menurut Jeni. Ya dia baru menyadari akan kecerobohannya semalam. Dikra yang mendengar teriakkan Jeni segera menarik kasar tubuhnya dari posisi tidurnya Dikra juga kebingungan dengan apa yang terjadi semalam.


Dia benar-benar lupa apa yang terjadi dan dia terbangun sudah dengan tubuh telanjang tanpa mengenakan satu helai benangpun sedangkan Jeni menangis sejadi-jadinya dia tak mengira akan terbangun dengan posisi yang menyedihkan seperti itu.


Dikira bangun dengan kasar dari ranjang dan dia segera mengenakan pakaiannya yang tergeletak dilantai hotel. Jeni mulai meringis kesakitan dia merasakan nyeri di bagian bawahnya, ya dia masih virgin sebelum malam itu terjadi tapi kini dia harus merelakan keperawanannya itu hilang di tangan mantan kekasihnya. Selama berhubungan dengan Martin, pria itu belum pernah menyentuh Jeni karna Martin terlalu risih dengan sikap Jeni yang terlalu berlebih-lebihan mencintainya hingga Martin tak memiliki hasrat bercinta sedikitpun pada Jeni namun tetap saja Jeni sangat mencintai Martin hingga saat ini.

__ADS_1


"Maafkan aku Jen, aku sungguh tidak bermaksud." Ucap Dikra sembari hendak melangkah mendekati Jeni namun Jeni beranjak berdiri dari ranjang dengan tubuh masih di balut selimut putih itu.


"Jangan mendekatiku! Berhenti disana!" Teriak Jeni dengan air mata yang mengalir semakin deras tangisannya sungguh terdengar sangatlah memilukan dan membuat Dikra merasa tersakiti dengan keadaan ini. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur malam yang indah dan sekaligus kelam itu sudah terjadi waktu tidak akan mungkin bisa di putar lagi. Walau sekeras apa Jeni menangis dan bersedih tapi tetap saja apa yang berharga dari dirinya telah diambil oleh Dikra Walaupun tidak disengaja.


Hubungan terlarang itu sudah mereka lakukan walaupun dengan tidak sadar karena pengaruh alkohol. Surga dunia itu sudah mereka rasakan semalam cumbuan yang mereka lakukan semalam kini menjadi bom yang meledak disaat matahari telah muncul.


Dikra berjalan menghampiri Jeni yang masih berdiri di tengah-tengah kamar, hati Dikra sungguh sakit melihat dia tak bisa mengendalikan dirinya semalam, namun itu tidak bisa dibilang salah Dikra saja karna kenyataannya Jeni juga menikmati setiap cumbuan Dikra semalam! Dikra memeluk Jeni dengan lembut.


"Huhuhu! Achhhh! Bunuh aku saja Dikra aku bukan lagi wanita yang suci,"

__ADS_1


"Aku akan bertanggung jawab, atas apa yang aku lakukan semalam!" Jawab Dikra dengan suara lirih namun nada suaranya penuh dengan penegasan. Terlihat kejujuran dari sorot matanya dan membuat orang yang melihat pasti tau seberapa besar cinta pria itu terhadap Jeni.


"Aku mencintai pria lain! Cintaku padamu sudah sirna beberapa tahun yang lalu." Sahut Jeni lirih dengan menyeka air matanya.


"Aku dengan sabar akan membuatmu kembali jatuh hati padaku, Jen! Aku masih sangat mencintaimu."


Dikra memeluk Jeni dengan lembut sembari mengecup keningnya dan Jeni masih terus menangis dia seakan tak bisa menghentikan air matanya. Air mata itu seakan mengalir seperti air sungai yang tiada habisnya, Air mata seorang wanita menunjukkan betapa kecewa dan rasa sakit yang dirasakan hingga membuat dadanya seakan terganjal oleh baru krikil kecil yang bisa membuatnya kesulitan bernafas.


Sedangkan di kediaman Jordan Hans. Sinta dan Jordan mereka sangat bahagia karna akan memiliki cucu pertama mereka bahkan Sinta mengeluarkan banyak barang masa kecil Keyla, Jordan sibuk memilihkan nama untuk calon cucunya yang belum lahir itu. Ya walaupun usia kandungan Keyla masih sangat kecil tapi tetap saja calon pewaris itu akan menjadi sorotan utama karna mengingat siapa ayahnya, Martin dikenal seantero kota dan berita kehamilan Keyla masih ditutupi dari media masa bahkan pernikahan mereka juga tak diperbolehkan muncul di media cetak dan sejenisnya. Jadi tak heran jika banyak wanita yang mengira Martin masih lajang seperti yang dulu.

__ADS_1


Perdebatan pun seringkali terjadi antara Keyla dan Martin, Keyla menyadari betapa besarnya karisma suaminya hingga kemanapun Martin pergi semua wanita pasti tak berhenti menggodanya dan mencoba segala cara untuk menarik perhatiannya. itu membuat Keyla seakan terbakar api cemburu yang semakin menggerogoti tubuhnya.


__ADS_2