Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Cemburu Part 2


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang majikanya ucapkan tentu saja Hendro tak langsung melaksanakan titah sang raja itu, dia diam sesaat sebelum bicara"Tapi nona muda juga akan terluka, tuan!" Ucapnya sembari melirik Martin dari kaca spion.


Hen mengalihkan pandangannya menatap kearah Keyla yang masih berpelukan, Hen menggerutu kesal dalam hati karna baru kali pertama dia tak bisa melaksanakan apa yang majikanya ucapkan!


"Huh!" Martin membuka pintu mobil dan hendak menghampiri Keyla yang masih menikmati pelukan Ferdi, ya karna Keyla sudah berhari-hari tak melihat wajah pujaan hatinya itu. Ketika Keyla melirik kearah Martin yang hendak menghampirinya dia segera berteriak dan melepaskan pelukan Ferdi,"Awas! Ada serangan dibawah kakiku."Ucapnya sembari mengandeng tangan Ferdi dan masuk kedalam halaman sekolah. Resni masih melihat wajah dingin Martin dan segera berlari mengikuti Keyla dan Ferdi.


Sedangkan Martin terlihat mengepalkan tangannya, dan menatap Keyla yang mulai menjauh darinya. Hendro yang ada didalam mobil tertawa terpingkal-pingkal melihat sikap bodoh yang ditunjukkan nona mudanya. setelah melihat Martin sudah berada didalam mobil, sebisa mungkin Hendro tak mengeluarkan tawa bodohnya dia memilih mengigit bibir bawahnya keras-keras.


"Cari tau siapa laki-laki itu!" Ucap Martin sembari menatap Hendro dengan tatapan dingin.


"Dia adalah adik kandung tuan Sendi, tuan muda!" Ucap Hen, sembari melirik Martin dari kaca spion.


Entah apa yang Martin fikirkan, terlihat seringai licik dari bibirnya! Hendro masih memfokuskan pandangannya kearah jalanan yang terlihat lancar,


"Ha. .ha. .! Aku tak menyangka jika pria yang Istriku cintai adalah adik sahabat baikku sendiri,"


Hendro diam tanpa menjawab perkataan majikanya itu.

__ADS_1


Di sekolah.


Ferdi menghentikan langkahnya dan menatap kearah Keyla,"Jika kamu takut seranga, kamu bilang saja, aku akan menjauhkannya dari mu!"ucap Ferdi sembari mengusap perlahan keringat yang menetes pelan di pipi Keyla.


Sedangkan Resni lebih memilih masuk lebih dulu kedalam kelas, karna tak ingin menjadi obat nyamuk diantara keduanya. Dia tak ingin menganggu hati yang sedang kasmaran itu. Semua teman sekolah Keyla tak ada yang mengetahui pernikahan kecuali Resni.


Andaikan kamu tau seranga ini bahkan bisa membunuh orang hanya dengan kata-katanya, entah apa yang akan kak Martin lakukan jika aku sudah sampai di rumah nanti! Aku sangatlah malas melihat wajahnya yang menjengkelkan itu. Ingin sekali aku tampar wajahnya seperti pertama kali bertemu dengannya. Tapi aku tak memiliki keberanian sebanyak itu sekarang.


Ferdi membuka ponselnya karna melihat pesan masuk yang tertera dilayar ponsel tersebut. Dia menyungingkan senyumanya saat membaca pesan tersebut entah siapa yang sedang mengirim pesan itu.


"Kak Sendi menyuruhku mengajakmu mampir ke rumah setelah pulang sekolah!" Sahut Ferdi sembari melangkah masuk kedalam sekolah.


Wajah gadis itu seketika menjadi sumringah, karna dia memang tidak ingin pulang ke rumah. Dia bahkan tak bisa membayangkan hal gila apa yang akan dilakukan suaminya kepadanya. Entah dia akan mengancam membunuh, menghabisinya, menguliti tubuhnya bahkan sampai hendak memotong jari-jari tangannya.


"Baiklah!" Ucap Keyla singkat sembari masuk kedalam kelas. Dilihatnya Resni sudah duduk dibangku, Kelas terlihat ramai suara teman sekelasnya yang saling melempar kata candaan. Mereka sedang tidak ada pelajaran sekolah karna kurang dari satu bulan lagi mereka akan lulus dari SMA.


"Key! Cepatlah" Ucap Resni sembari melambaikan tangannya. Menatap Keyla dengan wajah seperti hendak menanyakan sesuatu.

__ADS_1


"Kamu mau tanya apa?" Ucap Keyla yang sudah hafal betul dengan tingkah sahabatnya itu. Keyla mendudukkan tubuhnya pelan disamping sahabatnya itu.


"Bagaimana malam pertamamu? Kamu pasti sangat bahagia kan memiliki suami yang kaya dan tampan seperti kak Martin!" Tanya Resni sembari menyenggol tumit Keyla pelan.


Keyla tak menceritakan semua yang terjadi, karna takut Resni akan menceritakannya pada kedua orangtuanya. Key tak ingin jika kedua orangtuanya bersedih karna nasib buruknya yang bertemu dengan Martin. Dia lebih memilih memendam dalam hati dari pada membiarkan orang lain terlibat dalam masalahnya.


"Menghela nafas panjang, Aku sangat bahagia karna selain ganteng, gagah dan kaya dia juga baik padaku. Bahkan dia memasakkan makan malam untukku, dia juga menyiapkan roti bakar pagi tadi." Ucap Keyla sembari mengigit bibir bawahnya mencoba membayangkan setiap ancam Martin yang sudah terpatri di memori internal otaknya.


Aku bakar semua kata-kata yang aku ucapkan barusan, aku bakar sampai menjadi debu dan biarkan kata-kata menjijikkan itu terbang bersama angin ****** beliung yang membawanya jauh dari hidupku. Andai kamu tau Res! Aku sangat menderita setiap menitnya saat bersamanya.


"Semoga aku juga menemukan suami sepertinya!" Tanpa sadar Resni berdiri dari duduknya dan bicara dengan sangat lantang hingga semua siswa yang ada didalam kelas itu menatapnya dengan tatapan heran.


Keyla melihat kearah teman-temannya yang menatap Resni dengan pandangan bertanya-tanya. "Hei! Apa yang kamu lakukan." Ucap Key sembari menarik tangan Resni hingga duduk kembali disampingnya.


Resni duduk disampingnya sembari tersenyum kecut kearah teman sekelasnya. Mereka melanjutkan perbincangan sampai bel sekolah berbunyi. Dan terlihat Ferdi sudah menunggu Keyla didepan pintu kelasnya. Semua mata para wanita tertuju kearah Ferdi dengan tatapan berbinar-binar, karna Ferdi memanglah idola para wanita selain jago basket Ferdi juga memiliki suara yang sangatlah merdu.


Namun ketika Keyla berada disamping Ferdi seketika pandangnya para wanita itu berubah menjadi sinis dan menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2