
Martin masih berdiri di kejauhan menatap ke arah Keyla yang sudah menarik salah satu kursi untuk ia duduki.
Gadis itu memang menarik kursi untuk Martin duduki, setelah kursi itu tertarik keluar, Keyla segera melangkahkan kakinya mendekati Martin dengan memasang senyuman devil ya. Keyla mendekati Martin perlahan dengan sesekali menengok ke arah kedua orang tuanya, ternyata kedua orang tua Keyla sedang mengawasi gerak-gerik Anak Gadisnya itu, yang memiliki segudang cara untuk mengusir Martin dengan cara halus super halus.
Keyla menyungingkan senyuman manisnya kepada kedua orangtuanya, dan berbalik melanjutkan langkahnya mendekati Martin, setelah tiba di hadapan Martin Keyla segera menghentikan langkahnya dan menatap Martin dengan alis hampir menyatuh. Di lihatnya wajah tampan Martin sembari berkata.
"Kak. . silahkan duduk kamu pasti lelah berdiri dari tadi!" Ajak Keyla, Namun dengan sengaja Keyla menginjak kaki Martin keras-keras. Ketika Martin hendak melangkah. Hingga pria tersebut seketika meringis kesakitan. Keyla yang mengetahui Martin kesakitan pun mencoba menahan tawanya.
Gadis kecil itu terlihat sangatlah puas melihat musuhnya meringis kesakitan, Keyla sempat melirik ke arah Jordan yang terlihat melotot ke arahnya. Jordan pun segera berdiri dari posisi duduknya dan hendak menghampiri Martin dan Keyla, Sinta pun ikut berdiri melihat Martin di perlakukan tak sopan oleh Putri bungsunya,
Kedua orang tua itu khawatir melihat Martin yang kesakitan, karna mengenal dengan jelas sifat Martin yang arogan dan kasar, mereka takut Martin menyakiti Keyla.
__ADS_1
Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Martin malah membalas perlakuan Keyla dengan senyuman manisnya yang terlihat sangat mengoda hingga membuat Pak Hendro mengerutkan keningnya heran dengan sikap yang di tunjukkan oleh majikannya itu, namun Hendro hanya diam mematung melihat sikap Keyla. Karna sebelum masuk ke rumah Keyla, Martin sudah memberi tahu asistennya itu agar tak ikut campur jika Keyla dengan sengaja mengerjainya, Martin sudah tau jelas jika Keyla akan marah dan merasa terganggu akan kehadirannya.
"Papah aku menuju kursi itu!" Perintah Martin dengan menunjukkan jari tangannya kearah kursi yang di tarik Keyla tadi, tanpa di suruh Martin segera melingkarkan tangannya di pundak Gadis kecil itu dengan wajah datar.
"Kamu masih sangat muda, tak kusangka tenagamu sudah seperti kakek usia 50 an! Padahal aku hanya menginjak kaki mu saja, tapi kenapa kamu bertingkah seolah-olah aku mematahkan nya." Gerutu Keyla dengan suara ketus
"Aku akan tunjukkan padamu seberapa kuatnya aku. Tapi bukan sekarang, nanti saat malam pertama kita!" Goda Martin dengan menyungingkan senyuman devil ya. Tanpa mengubris Ucap Martin Keyla lebih memilih diam karna kedua orangtuanya masih menatapnya. seperti hendak memangsanya hingga membuat Keyla terpaksa menelan Saliva nya dengan kasar.
Dengan terpaksa Keyla menuruti permintaan Martin, karna Jordan sudah menatapnya dengan tatapan sinis, bahkan Sinta juga melihat Keyla dengan menyatuhkan alisnya. Pak Hendro berjalan mengikuti Keyla dan Martin dari belakang sembari menahan paksa tawanya.
"Sebagai hukuman karna kamu berlaku tidak sopan pada teman Papa, maka kamu dilarang ikut sarapan pagi! Segera masuk kamar dan bersihkan dirimu. Pakailah baju yang sudah Mama mu siapkan didalam kamar!" Perintah Jordan dengan suara pelan namun penuh penekanan.
__ADS_1
Tanpa membantah apa yang Papanya ucapkan Keyla segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan meja makan, namun sebelum pergi Keyla sempat melirik tajam kearah Martin yang terlihat masih menatapnya. Keyla segera membuang mukanya dan melangkah menaiki anak tangga, setelah Key tiba di depan pintu kamarnya Keyla pun membuka pintu kamar itu dengan kasar kemudian menutupnya kembali.
Keyla mendudukkan kasar tubuhnya di sudut ranjang dengan wajah merah padam menahan amarahnya diraihnya boneka kesayangannya dan mendekapnya erat-erat, mata Keyla tertuju pada baju yang ada di atas meja yang tak jauh dari posisi duduknya, dengan tangan masih mendekap Cici, Keyla perlahan berdiri dan berjalan menuju meja untuk melihat baju apa yang Mama nya siapkan untuknya.
Dilihatnya baju dress berwarna pink, Keyla menaruh Cici di atas meja dan segara meraih baju yang terlihat anggun dengan warna favoritnya itu, ditempelkan nya baju itu di tubuhnya, Keyla terlihat sangat bahagia hingga tanpa sadar dirinya tersenyum-senyum sendiri, Keyla memang sangat menyukai warna pink,
Gadis itu berjalan menuju kaca yang ada di dalam kamarnya. terlihat Keyla berputar beberapa kali di depan cermin dengan raut wajah bahagia, setelah puas melihat dirinya dalam pantulan cermin, Keyla pun melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Untuk sesaat Keyla melupakan amarahnya terhadap Martin!
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA AGAR SAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR.
__ADS_1
SERTA TINGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN AGAR SAYA BiSA MEMBUAT NOVEL LEBIH BAIK LAGI. JIKA SARAN DAN KOMENTAR MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI.
KLIK PROFIL SAYA DAN IKUTI SETIAP KARYA SAYA. TERIMAKASIH