Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
tingkah lucu Keyla


__ADS_3

Setelah tiba di kamar, Keyla segera melompat kasar ke atas ranjang dan segera meraih bonekanya dan mendekapnya erat, Keyla masih merasa rindu dengan Cici.


"Cici. . apakah orang jahat itu menyakitimu. .! dan lihatlah apa yang di perbuat orang kurang kerjaan itu, dia bahkan berani mengubah bentuk mu" belum sempat Keyla menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara Sinta menyelinap di antara perbincangan konyol Keyla dengan boneka kesayangannya.


"bukankah lebih bagus seperti ini, Cici tak seperti boneka ba*i, tapi seperti boneka kelinci lucu kesayangan mu" sahut Sinta sembari membelai lembut rambut Keyla dengan tersenyum kecil,


Setelah mendengar ucapan Sinta, Keyla pun segera mendudukkan tubuhnya degan cepat di ranjang dengan wajah yang di tekuk. karna Keyla merasa kesal dengan ucapan Sinta


"mama. . berhentilah membela pencuri itu. .!" ucap Keyla dengan mendekap Cici dalam pangkuannya dengan bibir mengerucut.


"andai saja mama tau, jika si mesum itu tak hanya mencuri Cici. dia bahkan berani mencuri ciuman pertamaku. .!" gumam Keyla kesal dalam hati dan segera menutup tubuhnya dengan selimut


Sinta pun menahan tawanya karena melihat tingkah lucu Keyla, namun di sisi lain Sinta juga merasa bersedih karna akan menikahkan anak bungsu kesayangannya, dengan pria yang paling Keyla benci. di tambah lagi Jeni sangat menyukai Martin Sinta takut terjadi pertengkaran antara kakak beradik itu.


"sayang tidurlah, besok pagi kamu harus berangkat ke sekolah" bisik Sinta sembari mencium kening Keyla

__ADS_1


Keyla hanya diam dan mendekap erat Cici dalam pelukannya, Sinta pun hanya tersenyum kecil melihat Keyla dan mematikan lampu kamar Keyla sebelum meninggalkan kamar anak bungsunya itu.


Setelah menutup pintu kamar Keyla, Sinta segera menyusul Jordan ke dalam kamar pribadinya,.


setelah Sinta membuka pintu kamarnya, dilihatnya Jordan sedang berbaring sambil memejamkan matanya di atas ranjang. Sinta pun menjatuhkan pelan tubuhnya di samping Jordan. seperti ada sesuatu yang ingin Sinta bicarakan. . jika di lihat dari raut wajahnya yang kelihatan seperti memiliki beban yang ingin di utarakan,


"pa. . bisakah kita bicara sebentar. .?" ucap Sinta sembari menyenggol pelan lengan Jordan


"bicaralah ma. .!" sahut Jordan sembari mendudukkan tubuhnya dan menatap Sinta


"bisakah papa pertimbangan kan untuk menikahkan Keyla dengan Martin. . ?" ucap Sinta sembari memegang tangan Jordan. namun segera ditepis pelan oleh Jordan


"sudah berapa kali papa ucapkan, kita tidak punya pilihan lain lagi" sahut Jordan dengan suara lantang


"tapi pa. . Martin bukanlah pria baik, dia bahkan terkenal bergonta ganti wanita, bagaimana mungkin aku bisa merelakan putri kesayangku menikahi pria playboy seperti itu pa. . !" ucap Sinta dengan air mata terlihat mulai jatuh bergantian di kedua pipinya dan sesekali terlihat Sinta menyeka air matanya

__ADS_1


Hati Sinta seakan tersayat pisau tajam, jika mengingat nasib malang yang harus Keyla tangung jika menikah dengan Martin, namun dengan sabar dan penuh pengertian Jordan mencoba menenagkan hati Sinta,


"jika Martin sampai melukai Keyla, maka papa akan memisahkan mereka tapi percayalah, papa juga menyayangi Keyla. dan papa tak akan salah dalam mengambil keputusan" ucap Jordan sembari memeluk tubuh Sinta


"lalu bagaimana dengan Jeni pa. . ?" tanya Sinta dengan mengerutkan keningnya


"papa, akan menugaskan Jeni di luar kota, selama 2 tahun. .! sehingga Jeni tak mengetahui tentang pernikahan Keyla" sahut Jordan dengan menyeka air mata Sinta yang perlahan menetes pelan di pipinya.


Selesai bicara Sinta segera tidur di dalam pelukan Jordan. .


Pukul 07.00 terlihat Keyla pergi ke sekolah di antar oleh pak Hari, selang beberapa menit, terlihat Jordan juga pergi berkerja dengan mengendarai mobil pribadinya.


Setibanya di kantor, Jordan segera berjalan menuju ruang kerjanya, di taruh nya tas yang di bawahnya di atas meja, terlihat Jordan sedang sibuk memainkan ponselnya seperti hendak menghubungi seseorang,


"hallo. . bisakah kamu datang ke kantorku. . ? ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" ucap Jordan pada Martin di dalam telvon

__ADS_1


"baiklah, setelah urusanku selesai aku akan segera datang berkunjung" sahut Martin dalam telvon. .


siang hari itu jadwal pertemuan bisnis Martin sangatlah padat, namun demi Keyla Martin rela membatalkan semua urusannya.


__ADS_2