
Semua pegawai hanya bisa diam menatap kearah para pelayan yang sedang sibuk mengangkat macam-macam perabot dan banyak juga Boneka kelinci berwarna pink, warna kesukaan Keyla. Martin sengaja mendesain kamar yang ada didalam kantornya berwarna merah dengan ranjang tidur berwarna pink dan boneka kesayangannya istrinya tercinta.
Martin ingin jika Keyla tidaklah bosan selama tinggal didalam kantornya nanti, karna keinginannya yang selalu menjaga istrinya setiap saat sebagai suami siaga. Atau paling tepatnya suami yang terlalu posesif.
.
.
.
Di dalam kamar Keyla!
.
.
.
"Ma, bagaimana dengan kabar kak Jeni?" Tanya Keyla dengan nada suara sangatlah lemah namun perutnya sudah tidak merasa mual lagi Karna efek dari obat yang diminumnya tadi.
.
.
.
.
Memasang wajah kaget karna Sinta tak mengira jika Keyla mulai menanyakan keberadaan kakaknya lagi. Tapi sangatlah wajar jika Keyla menanyakan hal tersebut karna nomor ponsel Jeni telah diganti dan Keyla tak bisa menghubungi kakaknya beberapa bulan lamanya. "Kak, Jeni sangat sibuk sayang, dia mengurus bisnis Papa!" ucap Sinta sembari memaksakan senyuman diwajahnya dan tangannya sibuk menyisir rambut Keyla yang masih terlihat berantakan setelah mandi.
.
.
.
.
"Kapan kakak pulang, aku sangat ingin memeluknya dan menceritakan tentang pernikahanku padanya, ma."
.
.
.
.
Dek!
.
__ADS_1
.
Bagaikan ada hantaman keras yang langsung menusuk relung hatinya saat Sinta mendengar apa yang diucapkan oleh anak bungsunya itu. Wajah Sinta terlihat pucat pias, "Sayang berhenti memikirkan kak Jeni! Kamu harus fokus pada kesehatan bayimu." elak Sinta agar Keyla tak membicarakan tentang Jeni lagi. Sinta memejamkan matanya tak bisa membayangkan jika sampai kakak beradik itu tau jikalau mereka mencintai pria yang sama.
.
.
.
.
Selesai bicara Keyla segera beranjak dari posisi duduknya dan dia bersama Sinta Berjalan keluar kamar untuk berjemur di pagi hari yang cerah itu. Ketika Keyla hendak menuruni anak tangga pertama. Martin dan Jordan yang hendak berjalan menuju ruang tamu menatap kearah Keyla yang digandeng oleh Sinta di atas tangga.
.
.
.
Martin segera berlari menghampiri Keyla karna takut jika sampai Keyla tiba-tiba merasa pusing dan terjatuh dari tangga rumahnya. Sungguh rasa khawatirnya terlalu berlebih-lebihan padahal Martin tau dengan jelas jika Sinta tak akan pernah membiarkan hal buruk itu sampai terjadi tapi tetap saja Martin tidak puas jika bukan dia sendiri yang menjaga istrinya yang sekarang tengah berbadan dua itu. Jordan sampai menggelengkan pelan kepalanya melihat sikap menantunya yang bisa dibilang kurang wajar itu. Namun kenyataannya memang itu yang sedang terjadi dan belum ada yang tau seberapa gilanya Martin jika sudah menghadapi istri kecilnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Berhenti tepat dihadapan Keyla, bergaya arogan seperti biasanya namun juga tak kelihatan sombong dan angkuh karna Martin tau jika Keyla tak menyukai akan hal itu, "Ma, biar aku saja yang bantu Keyla turun dari tangga." Ucap Martin sembari menyunggingkan senyumannya pada Sinta.
.
.
.
.
"Dia istriku Ma, biar aku saja yang bantu dia untuk turu dari anak tangga!" Ucapan Martin seperti perintah namun dia bicara sangatlah lembut karena takut jika Keyla mulai ngambek lagi jika sampai suaminya bicara kasar dengan orangtuanya.
.
__ADS_1
.
.
.
Sinta menyungingkan senyumannya sembari melepaskan genggaman tangannya pada lengan putrinya, "Tentu saja Nak Martin." Setelah bicara Sinta mengeser tubuhnya kesamping dan Martin langsung mengantikan mertuanya untuk menjaga istri kecilnya itu. Namun Keyla hanya diam tanpa ekspresi karna Key sangat malas berdebat di pagi hari yang cerah itu.
.
.
.
Sungguh lucu ucapan CEO Martin. Tanpa dia berkata Keyla adalah istrinya, Sinta pun juga tau akan kenyataan itu tapi siapa yang berani membantah ucapan CEO! Hei Sinta kau tak harus takut pada CEO Martin karena kelemahan sang CEO kejam itu ada pada putri kecilmu yang sekarang ada disamping Martin Kwang. Kekejaman yang selalu Martin tunjukkan bertahun-tahun lamanya kini hilang dalam kedipan mata jika melihat sikap Martin yang sangatlah mengalah dan begitu memanjakan istri Kecilnya. Raja bisnis itu tunduk dihadapan cinta.
.
.
.
Martin berjalan menuruni anak tangga rumahnya dengan sangat hati-hati dia memegang lengan Keyla dengan sangat kencang karna tak ingin jika sampai Keyla pingsan tiba-tiba. Namun tanpa Martin sadari jika sikapnya yang terlalu berlebih-lebihan itu malah menyakiti Keyla.
.
.
.
.
Meringis kesakitan dibalik wajahnya yang kelihatan pucat pasih, " Kak, kau ingin membunuhku atau kau mau menjagaku?" Tanya Keyla sembari masih menahan rasa sakit pada lengan tangannya akhibat gengaman tangan Martin.
.
.
.
.
Berhenti ditengah tangga sembari menatap kearah Keyla, "Apa maksut mu sayang? Tentu aku menjagamu agar tidak sampai jatuh dari tangga ini." Bicara tanpa merasa bersalah sedikitpun.
.
.
.
Wajah Keyla terlihat semakin merah padam tanda-tanda jika dirinya mau meledakkan emosi yang seakan menghimpit di dadanya itu. Martin sangat ditakuti dan disegani didalam dunia bisnis bahkan dia musuh yang paling dihindari oleh lawan-lawannya! Namun Martin malah terlihat sebaliknya sekarang dia terlihat tidak peka, jika dia sedang mencoba mematahkan lengan istrinya bukan malah menjaganya entah bagaimana amarah Keyla setelah ini.
__ADS_1
VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️ SUPAYA SAYA BISA SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️