
tubuh Keyla berkeringat dingin, dan dia semakin tidak tahan dengan aroma parfum suaminya padahal parfum itu biasanya sering dipakai oleh Martin tapi entah mengapa baru kali pertama Keyla merasa terganggu dengan parfum suaminya bahkan Keyla sangat ingin muntah. Keyla menutup rapat mulutnya dengan kedua tangan dan dia mulai menggembungkan kedua pipinya Keyla segera turun dari ranjang dan dia berlari menuju kamar mandi. Keyla segera menuju wastafel yang ada didalam kamar mandi itu dan dia mengeluarkan semua isi yang ada didalam perutnya.
Martin segera ikut masuk kedalam kamar mandi karna dia takut terjadi apa-apa pada istrinya. Martin menatap Keyla yang menyandarkan punggungnya di wastafel. Martin segera mempercepat langkahnya dan menghampiri istrinya, Setelah mencium parfum suaminya Keyla segera menggembungkan pipinya lagi dan dia kembali memuntahkan cairan yang ada didalam perutnya.
Memalingkan wajahnya kearah Martin, "Jangan mendekati aku! Aku ingin muntah jika mencium parfum yang melekat pada tubuhmu!" Celetuk Keyla sembari menutup hidungnya dengan tangan agar tak mencium bau parfum suaminya.
Memundurkan tubuhnya sedikit Menjauhi Keyla, "Apa yang harus aku lakukan, sayang?" tanya Martin dengan wajah kebingungan dia sangat ingin membantu istrinya namun apalah daya karna sang istri terus muntah bahkan sampai mual-mual tak hentinya tiap kali mencium aroma parfum Martin.
"Apa yang sebenarnya terjadi, biasanya dia tak pernah mengeluh tentang aroma parfum ku! Jika kamu bukan istri kesayanganku, maka aku tidak akan berfikir dua kali untuk melenyapkan mu dari dunia ini." Gumam Martin dalam hati. Martin merasa kebingungan dan juga merasa jengkel dengan apa yang di ucapkan oleh istrinya.
Martin segera beralih keluar dari kamar mandi yang ada didalam kamarnya, Keyla masih sibuk menghabiskan semua isi makanan yang masih tersisa didalam perutnya. Keyla berjalan pelan keluar dari kamar mandi sembari memegangi perutnya yang masih terasa kurang nyaman. Keyla berjalan menuju ranjang dan dia segera berbaring di ranjang Tersebut.
Martin datang, dan dia telah selesai mandi, melihat kearah Keyla yang sudah berbaring di bawa selimut putih yang membalut tubuh lemas istrinya. Martin mencium bau badannya beberapa kali sebelum mendekati istrinya karna Martin takut jika sampai istrinya muntah lagi Karna mencium bau parfumnya. Bau parfum Martin telah menghilang bahkan Martin tak berani memakai wewangian pada tubuhnya karna Martin takut jika sampai Keyla mengusirnya lagi.
__ADS_1
Mendudukkan tubuhnya di samping istrinya, "Sayang, apa perlu aku pangil dokter?" Tanya Martin sembari menyeka pelan peluh istrinya yang ada di keningnya.
Membuka matanya dan menatap suaminya, "Tidak perlu Kak, aku hanyalah masuk angin saja!" sahut Keyla dengan suara terdengar lemah. Tubuhnya seakan lemas dan tak memiliki tenaga bahkan suaranya hampir saja tak terdengar oleh Martin.
Martin sangatlah perhatian pada Keyla. Orang lain pastilah merinding jika melihat besarnya cinta yang di berikan Martin oleh istri kecilnya.
_ _ _ _
Plap!
Dengan perlahan Keyla mulai menjauhkan tangan suaminya yang masih melingkar di perutnya. Keyla segera turun perlahan dari ranjang agar tak membangunkan Martin yang masih tertidur pulas. Namun ketika Keyla baru setengah berdiri dia merasakan kepalanya seakan pusing dan Keyla diam sesaat. Keyla berpegangan pada dinding agar tak sampai terjatuh dari posisinya berdiri. Satu tangannya memegangi kepalanya yang masih terasa berkunang-kunang.
*apa yang terjadi padaku kenapa aku merasa pusing di pagi hari? Dan semalam kenapa aku bisa sangatlah mual saat mencium parfum kak Martin! Ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya.
__ADS_1
5 menit kemudian*.
Key mulai berjalan pelan masuk kedalam kamar mandi rasa pusing yang tadi mendera kepalanya kini mulai hilang.
Key sudah selesai membersihkan tubuhnya dia melihat kearah ranjang dan dilihatnya suaminya masih tertidur dengan begitu pulasnya. Pantaslah Martin masih tidur karna semalaman Martin menjaga Keyla, karna semalam Keyla terus saja mengigau tak hentinya dan membuat Martin sangatlah khawatir dibuatnya.
Keyla keluar dari dalam kamarnya dan dia segera berjalan menuju dapur. Setelah sampai didapur Keyla segera mengambil beberapa jenis bahan untuk dia masak.
Di dalam kamar.
Martin perlahan membuka matanya dan melihat istrinya sudah tidak ada disampingnya. Martin segera bangun dari posisi tidurnya dan dia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi dilihatnya Keyla tidak ada di sana dan Martin segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur.
Mata Martin menyapu seisi dapur dan alangkah terkejutnya dia melihat Keyla tergeletak dilantai.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️☺️ SUPAYA SAYA BISA SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
TINGALKAN LIKE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI