
The Ritz-Carlton Kyoto.
Malam hari Martin dan Keyla sedang menikmati makan malam romantis di sana. Dan seperti biasa asisten Hen duduk di meja sebelah dan sibuk dengan laptopnya.
Tiba-tiba Keiko dan Yukie datang berjalan kearah Martin dan Keyla yang sedang bersenda gurau di meja makan itu.
Restoran itu terlihat sepi malam ini tak seperti malam sebelumnya hingga suasana romantis terlihat di wajah keduanya bahkan Keyla juga sudah melupakan amarahnya pada Martin beberapa waktu yang lalu karna Keyla tak ingin jika janin yang ada didalam kandungannya terlena imbas dari amarahnya itu.
"Keiko, apakah gadis cantik dan berwajah lugu ini istri Martin?" Bisik Yukie lirih di telinga Keiko.
"Ya kau benar!" Balik berbisik di telinga sahabatnya.
"Kau bercanda, lihatlah wajahnya yang polos dan lugu itu, senyumannya sangat manis," Yukie memuji Keyla terus sembari mata menatap kearah Keyla yang masih bicara dengan Martin.
"Kau akan lihat sendiri nanti!" Celetuk Keiko dengan suara terdengar jutek.
Keiko dan Yukie menghentikan langkahnya dihadapan Martin sedangkan asisten Hen segera menutup laptopnya saat mengetahui akan ada drama yang terjadi. Asisten itu menaruh tangannya di dada sembari menyandarkan punggungnya di kursi yang sedang dia duduki. Wajahnya sudah terlihat waspada akan kehadiran dua pengganggu itu.
"Martin boleh kami gabung?" Tanya Yukie berlagak sok akrab. Namun Martin masih tak bergeming menatap istrinya. "cantik, bolehkah kami gabung?" karna tak ada jawaban dari Martin akhirnya Yukie meminta ijin pada Keyla.
__ADS_1
"Hahaha! lihat ini Tante pengecut kalah dan dia malah memanggil sahabatnya untuk meminta bantuan. Lihat ya kalian berdua mau menganggu suamiku habis kalian aku kerjain malam ini." Gumam Keyla dalam hati sembari menatap kearah Yukie.
"Silahkan duduk Tante-tante!" Ledek Keyla dengan memasang senyuman manis di wajahnya. Martin dan asistennya hanya bisa menahan tawanya karna ucapan Keyla barusan.
Darah Yukie seakan berdenyut dari ujung kaki dan naik dengan sangat cepat keatas kepalanya. Wajah Yukie terlihat merah padam saat Keyla menyebutnya sebagai sebutan Tante! Wajah Yukie masih sangat muda dan cantik tentu saja dia merasa terganggu dengan sebutan Keyla barusan.
"Aku bilang juga apa, kau jangan tertipu dengan wajah polosnya itu," bisik Keiko di telinga sahabatnya itu.
"Tante kenapa masih berdiri saja nantik kaki mu kesemutan loh! Lihat itu sepatu yang kau kenakan tinggi sekali seperti puncak menara Eiffel!" Ledek Keyla sembari tersenyum renyah dan itu semakin membuat Yukie marah.
Yukie mendudukkan tubuhnya di kursi dengan kasar, begitu juga dengan Keiko. Martin hanya diam saja melihat sikap Keyla.
"Beberapa hari yang lalu." Bicara tanpa menoleh.
"Keiko apakah kau masih ingat saat Martin pertama kali mengungkapkan cintanya padamu?" Bicara sembari melirik kearah Keyla seolah-olah Yukie sengaja membuat Keyla terbakar. Yukie mencoba membual dihadapan Keyla karna dia pikir musuhnya itu tak mengetahui semua tentang hubungan hubungan Martin dan Keiko.
Setelah bertemu dengan Keiko kemarin Martin langsung menceritakan kisah cintanya pada Keyla. Karna Martin yakin jika Keiko akan kembali lagi untuk menganggu Keyla. Martin sungguh pintar dia bahkan menyiapkan istrinya sebelum berperan sebagai para pelakor bernasib malang itu.
"Tentu saja aku masih ingat, Suamiku melakukan pasti dalam dunia khayalan Tante Keiko kan! Karna suamiku tak mungkin melakukan hal rendah seperti itu." Keyla menyambar ucapan Yukie dengan telak dan tak bisa di bantah.
__ADS_1
Karna kenyataannya memang Martin tidak pernah menghargai wanita sebelum dia bertemu dengan Keyla. Dan kedua orang wanita itu mengetahui sangat jelas. Yukie mulai tak bisa mengontrol emosinya dan hal itu semakin membuat Keyla merasa puas.
"Beraninya kau!" Yukie berdiri kasar dari posisi duduknya melihat akan hal itu Keiko segera ikut berdiri dari kursinya. Asisten Hen mulai berdiri dari posisi duduknya dan berjalan mendekati Martin. Asisten itu berdiri dibelakang Martin dan sorot mata tajam menatap kearah Keiko dan Yukie seolah memberikan isyarat jika mereka Jagan macam-macam.
"Asisten Hen! Aku sudah bosan bermain dengan tante-tante ini. Mereka gampang marah dan sudah tidak asik lagi jika diajak bermain kau saja yang tangani mereka!" Keyla bicara sembari berdiri dari posisi duduknya.
"Sayang ayo kita berkemas karna kita akan kembali pulang besok pagi kan.?" Ucap Keyla pada Martin dengan bergelayutan di bahu suaminya yang kini mulai berdiri disampingnya.
"Sesuai keinginanmu sayang ku." Ucap Martin dengan suara tersebut lembut.
Setelah Martin dan Keyla pergi kini tinggal Keiko dan Yukie saja yang ada disana. Yukie dan Keiko kelihatan gemetaran melihat ekspresi wajah asisten Hen kala itu.
"Nona Yukie, dan nona Keiko. Anda pergi sendiri atau harus saya antar keluar?" Asisten Hen bicara dengan menyungingkan senyumannya. Tapi senyuman itu terlihat seperti sebuah ancaman besar bagi kedua wanita itu.
"Ti. . tidak perlu asisten Hen, kami akan keluar sendiri dan tak akan menganggu nona muda anda lagi." Setelah bicara Keiko dan Yukie segera kabur menghilang dari hadapan asisten Hen.
Hari berikutnya.
Martin dan Keyla kembali ke Irlandia bersama asisten Hen.
__ADS_1
END.