Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Bertemu Mantan tunangan~ Jeni


__ADS_3

Jeni menyatuhkan alisnya sembari menatap Dikra dengan tatapan sinis. Bahkan Jeni tak berusaha menyembunyikan kebenciannya pada pria yang pernah mengisi relung hatinya itu. "Jangan sok baik padaku!" Maki Jeni sembari membuang pandangannya dan dia segera mengeluarkan kartu ATM dari dalam dompetnya. "pakai kartu saya saja!" Ujar Jeni pada penjaga kasir tersebut. Dan tanpa sungkan wanita itu segera mengambil kartu ATM yang Jeni berikan.


"Biarkan aku yang membayarnya Jen," pinta Dikra dengan masih menyungingkan senyumannya. Senyuman yang dulu pernah meluluhkan hati Jeni jika sedang merasa marah, Kini senyuman itu sudah tidak memiliki arti lagi dalam hatinya.


Pintu hati Jeni sudah tertutup rapat untuk pria yang kini berada dihadapannya ya mungkin saja pria itu sudah menikah dengan wanita lain tapi kini pria itu datang ke mall sendirian tanpa ditemani siapapun sepertinya Dikra datang ke mall tersebut hanya untuk bertemu dengan Jeni karna toko yang Jeni kunjungi khusus menjual baju wanita saja.


Dikra seperti sedang menahan rindu yang sangat besar pada Jeni jika dilihat dari sorot mata Dikra yang terus-menerus menatap Jeni dengan sangatlah intens. Jeni tak menghiraukan Dikra sedikitpun setelah Jeni menerima paper bag dari penjaga kasir itu dia segera berlalu pergi tanpa menoleh pada Dikra sedikitpun.


Meraih kasar tangan Jeni, "Jeni bisakah kita bicara aku sangat merindukanmu!" Ucap Dikra sembari memasang wajah penuh harapan agar Jeni mau bicara dengannya.


Menepis kasar tangan Dikra, "Berhentilah bicara bodoh Dikra! Apakah aku harus percaya semua ucapamu setelah kau membatalkan pernikahan kita secara sepihak!" Maki Jeni dengan suara bergetar dan terlihat kristal bening di pelupuk matanya.


Jeni mengingat kembali lukanya dimasa lalu saat Dikra memutuskan pernikahan mereka bahkan semua persiapan pernikahan yang sudah mencapai 90% Semua angan-angan Jeni pupus seketika saat Dikra membatalkan pernikahan itu tanpa memberikannya alasan sedikitpun. Dan Dikra menghilang selama bertahun-tahun dari hidupmu tanpa menanyakan kabar Jeni.


Kini Dikra hadir kembali dalam hidupnya saat dia mencintai pria lain. ya memang belum sepenuhnya Jeni melupakan Dikra namun Jeni sudah memilih Martin yang hanya akan menjadi pendampingnya kelak.

__ADS_1


Jeni memejamkan matanya merasakan luka lama yang perlahan mulai dia rasakan lagi. Luka yang sudah bertahun-tahun lalu dia kubur kini mulai muncul kepermukaan dan membuatnya tak bisa menahan air matanya.


Sebenarnya kasihan sekali nasib Jeni karna dia selalu dipermainkan oleh pria. Namun Dikra sangat terlihat masih mencintai Jeni jika dilihat dari sorot matanya yang terluka saat melihat Jeni menangis sesenggukan dihadapannya. Dikra mengandeng tangan Jeni dan memasuki salah satu restoran yang tak jauh dari tempat Jeni membeli baju tadi. Awalnya Jeni berontak dan tak ingin mengikuti langkah Dikra namun akhirnya Jeni mengalah dan mengikuti langkah Dikra memasuki restoran tersebut.


Jeni dan Dikra duduk disudut restoran. waiters datang membawa buku menu dan segea menyodorkannya pada Jeni. Namun tak menerima buku menu tersebut Jeni masih menundukkan pandangannya karna air matanya tak berhenti menetes semakin deras membasahi kedua pipinya.


Dikra segera mengambil buku menu tersebut karna Dikra tau jika Jeni tak akan menerima buku menu tersebut. Dikra memesan Dua buat kopi hijau dan satu cake coklat kesukaan Jeni.


Setelah menerima pesanan waiters itu segera pergi meninggalkan mereka berdua.


"Jeni berhentilah menangi, aku tidak sanggup melihatnya." Ucap Dikra sembari mengeser kursinya lebih mendekati Jeni. Tangisan Jeni terdengar sangatlah memilukan dan beruntungnya restoran itu masih sepi jadi tidak banyak orang yang melihat mereka.


Ketika Dikra hendak bicara! Waiters yang tadi membawa buku menu kini berjalan menghampirinya dan membawa pesanan Dikra tadi. waiters itu segera menaruh satu teh hijau dihadapan Jeni dan satu lagi dihadapan Dikra, sedangkan cake yang Dikra pesan ditaruh dihadapan Jeni.


Mulai bicara saat waiters itu sudah menjauh, "Aku tidak pernah bermaksud melukai mu, Jen tapi," Dikra tidak menyelesaikan kata-katanya dia menundukkan pandangannya seperti ada suatu hal yang sulit untuk Dikra ucapkan.

__ADS_1


"Tapi apa!" Bentak Jeni karna merasa kesal dengan Dikra yang tidak menyelesaikan kata-katanya barusan. "jika kau tidak bicara maka aku akan pergi!" ancam Jeni sembari hendak berdiri dari posisi duduknya.


Menarik pelan tangan Jeni hingga wanita itu duduk kembali di sampingnya. "Aku pergi karna Mom sakit keras. Dan dia memaksa menjodohkan ku dengan wanita pilihannya." Dikra bicara sembari menundukkan pandangannya dan jika terdengar dari nada bicaranya Dikra sangatlah tersiksa mengungkapkan kebenaran pahit itu.


Menyungingkan sebelum senyumannya, "Lalu kau pergi meninggalkanku dan menikahi wanita pilihan Mom!" Jawab Jeni dengan suara penuh penekanan.


Menggelengkan kepalanya pelan, "Aku hanya pura-pura bertunangan dengan wanita itu dihadapan Mom, karna sakitnya sangatlah keras hingga dokter memvonis hidupnya tidak akan lama lagi. Aku hanya ingin membahagiakan Mom selama dia masih hidup."


Deg!


Jantung Jeni seketika seperti dihantam oleh benda, hingga membuatnya mulai kesulitan bernafas. Jeni tak pernah mengira jika Dikra memiliki alasan yang sangatlah masuk akan untuk meninggalkannya dan jika Jeni berada diposisi Dikra saat itu mungkin wanita itu juga akan melakukan hal yang sama untuk membahagiakan orang tuanya disisa hidupnya.


JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️ SUPAYA SAYA BISA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️


TINGALKAN LIKE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI.

__ADS_1


BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN M, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊


JIKA INGIN BERGABUNG DIGRUP CHAT WHATSAPP MAKA SILAHKAN PC AUTHOR NOMORNYA ADA DI EPISODE 140 YA.


__ADS_2