
Setelah mendengar ucapan yang di keluar dari mulut Martin, seketika Keyla pun balik menajamkan alisnya sembari berkata
"apa hak mu, melarang ku dekat dengan pria lain. .? bahkan setelah hari ini aku tak ingin menemui mu lagi om" celetuk Keyla sembari menarik tubuhnya dari pelukan Martin. tanpa segan Martin pun segera membalas ucapan Keyla sembari beradu pandang dengan Keyla
"aku adalah calon suami mu, jadi Jagan mencoba menghianati ku. .! dengan menjalin hubungan dengan pria lain. ." ancam Martin
Tanpa ragu Keyla pun segera membalas ucapan Martin
" jangankan dalam dunia nyata , bahkan di dalam mimpiku pun kamu tak akan pantas bersanding dengan ku" celetuk Keyla dengan mata melotot dan segera melangkahkan kakinya menuju ranjang Martin sembari meraih tas ranselnya yang berada di atas ranjang Martin
Sebelum Keyla pergi Martin pun kembali beradu pandang dengan Keyla, dengan tatapan tajam dan alis hampir menyatuh. .! sungguh bisa membuat orang yang memandang nya bergidik ketakutan. Keyla pun berjalan menjauhi Martin dan tak di sangka saat Keyla hendak membuka pintu,
__ADS_1
Ternyata Martin telah mengunci pintu tersebut mengunakan password. .! Keyla pun semakin geram dan berbalik menatap Martin dengan wajah di tekuk, sebelum Keyla memaki Martin. Keyla terlebih dulu membuka resleting tas ranselnya dan memasukkan Cici yang sedari tadi ada di dalam dekapannya, setelah di rasa Cici sudah aman Keyla pun kembali menatap ke arah Martin sembari berkata
" sebenarnya dosa apa yang ku lakukan di masa lalu. . .! hingga aku terjebak dengan iblis seperti dirimu" celetuk Keyla menahan kegeramannya sembari mengigit bibir bawahnya.
Martin pun tersenyum kecil. melihat emosi Keyla, karna menurut Martin Keyla kelihatan sangat lucu jika sedang marah. hingga membuat Martin tak tahan untuk selalu mengoda nya. Martin pun segera memberikan syarat pada Keyla,
" sayang. . jika kamu ingin keluar dari kamar ini, aku dengan suka rela akan membantu mu membuka pintu . .! tapi ada syaratnya nya. karna tidak ada yang geratis di dunia ini" ucap Martin sembari mendudukkan tubuhnya di sofa sembari menyilang kan kakinya
"katakan berapa uang yang kamu mau. .?" tanya Keyla dengan suara lantang
" aku tak menginginkan uang, apa kah kamu tidak lihat. . ! aku sudah memiliki segalanya" sahut Martin dengan sombong dan arogan. tapi entah mengapa Martin malah kelihatan semakin mempesona dengan ciri khasnya tersebut
__ADS_1
"lalu yang kamu inginkan apa. .?" ucap Keyla dengan menaruh tangannya di pinggang. .
"cium aku. . " ucap Martin dengan menyandarkan punggungnya di sofa
Setelah mendengar Martin mengucapkan hal itu, Keyla pun seketika mengernyitkan keningnya sembari berkata
"om. . Martin. . ! apakah urat malu mu itu sudah putus. . ? hingga kamu meminta sesuatu yang sangat tak lazim untuk gadis kecil seperti ku" celetuk Keyla judes dengan menunjukkan wajah juteknya
"jika kamu tak mau, maka aku tak akan membukakan pintu. . ! atau kamu memang tak ingin berpisah dengan calon suami mu ini. .!" ucap Martin dengan suara mengoda namun malah membuat Keyla sangatlah muak mendengar nya
"baiklah. . tapi aku akan mencium pipi mu. . !" ucap Keyla dengan suara terpaksa karna tak ingin melihat wajah Martin lebih lama lagi
__ADS_1
perlahan dan pasti Keyla pun melangkah kan kakinya mendekati sofa yang di duduki oleh Martin, dan setibanya di sofa jantung Keyla pun berdetak kencang antar emosi dan ketakutan. namun Keyla tetap memberanikan diri menjatuhkan tubuhnya di samping Martin dan menatap Martin dengan memejamkan matanya. perlahan Keyla pun mencium pipi Martin . . beberapa saat kemudian
jangan lupa like dan komen. . terimakasih