Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Melindungi Istri kecilnya.


__ADS_3

Tapi suara berat seorang pria yang sedang menahan emosinya mulai terdengar.


"Hentikan!"


Suara pria yang ada dibelakang lingkaran besar itu mengehentikan niat mereka, Dan semua orang yang ada di kerumunan besar itu segera memalingkan pandangannya menatap kearah asal suara tersebut. Tubuh mereka gemetaran seketika bahkan kaki mereka semua seakan kehilangan penopangnya lutut mereka terasa lemas seketika dan merekapun jatuh bergantian setelah melihat sorot tajam Martin.


Seakan melihat sosok yang sangat menyeramkan, semua orang terkulai lemas dilantai mereka tak menduga jika Martin akan datang untuk menolong Keyla untuk yang kedua kalinya. Keempat pria yang tadi mencoba merobek baju Keyla segera mundur menjauh wajah mereka pias seketika melihat siapa yang kini berjalan mendekatinya.


Sendi berdiri dibelakang Martin dan Resni juga mengekor dibelakang kedua pria itu.


Setelah melihat Martin, Keyla segera berlari dan melewati teman sekolahnya yang masih duduk dilantai dengan menundukkan kepalanya. Keyla segera berhamburan ke tubuh suaminya, dia menangis menjadi-jadi di dada bidang suaminya. Air matanya tak habis-habisnya bagaikan derasnya air hujan, Key memeluk erat-erat tubuh Martin sangat telihat jelas jika gadis itu sedang ketakutan. Tubuh Keyla gemetaran hampir saja dia dilecehkan dan beruntung Martin datang disaat yang tepat dan menyelamatkannya.


Martin mencium lembut pipi sang istri dia juga mendekap tubuh Keyla dengan lembut, walaupun Martin sedang merasa geram tapi tetap saja dia berlaku lembut pada Keyla. Sendi menatap kearah Martin dengan terheran heran! Baru pertama kali Sendi melihat Martin begitu menjaga hati seorang wanita dan dia bahkan bersikap sangat lembut pada Keyla. Sikap langkah yang Martin tunjukkan membuat Sendi tak bisa mengalihkan pandangannya.


Aneh kenapa Martin bisa bersikap sangatlah lembut pada Keyla, biasanya dia tidak perduli pada wanita! Bukankah tempo hari Martin cerita tentang seorang gadis kecil yang berani menamparnya aku rasa itu adalah Keyla. Dan yang lebih mencurigakan lagi Martin menikah secara tiba-tiba tapi dia tak mengundang atau memberiku kabar tentang pernikahannya. terbersit pertanyaan-pertanyaan yang masih belum menemukan jawaban itu. Sendi hanya bisa memendam apa yang dia pikirkan itu karna dia masih fokus pada kejadian yang menimpa Keyla.


Disela Isak tangisnya Keyla mulai bicara, "Kak, tolong aku, aku sangat takut." Keyla bicara sembari sesengukan.


Membelai lembut rambut Keyla, Martin segera melepaskan kemeja hitam yang dia pakai dan menutupkan kemeja tersebut pada tubuh kurus Keyla. Kini Martin bertelanjang dada dan bentuk tubuhnya yang kekar itu terlihat dengan sangat jelas.


Menyeka air mata Keyla, "Tidak perlu takut aku disini bersamamu, sayang," ucap Martin mencoba menenangkan Keyla.


Menatap wajah Martin dengan mata masih basah, "Kak, mereka anak orang kaya! Aku takut masuk penjara karena tuduhan menganiaya Rani," Keyla berkata jujur. Dia sangat takut karena Key tau semua teman sekolahnya adalah berasal dari keluarga bangsawan dan mereka bisa melakukan apapun padanya.


"Kalau ada yang masuk penjara itu bukan kamu! Tapi mereka semua!" Nada bicaranya terdengar sedang mengancam. Sorot mata Martin terlihat tidak sedang main main. "Panggil semua orang tua mereka kesini sekarang!" Perintah Martin kepada Pak Hen, entah sejak kapan Hendro berdiri dibelakang Martin.


Membungkuk badannya, "Baik tuan muda." Hendro segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, dia keluar ruangan tersebut untuk menghubungi orang tua para siswa itu. Sebenarnya kasihan juga nasib Pak Hendro, selalu dia yang kena imbasnya dari masalah yang menimpa Keyla. Entah berapa gaji yang dia terima kok dia bisa menahan wajahnya agar tidak kelihatan sedang merasa jengkel. Ataukah mungkin Pak Hen tak memiliki mimik wajah lainnya kecuali wajah datar yang selalu dia tunjukkan itu.


Didalam ruangan semua teman Keyla, segera berdiri dan mereka semua pindah ke sudut ruangan tersebut tentu saja kecuali Resni.


Tak lama kemudian Pak Hendro kembali masuk kedalam ruangan tersebut, dia membawa kemeja berwarna putih dan berjalan mendekati majikanya yang masih berdiri ditengah ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sayang, bisakah kau melepaskan pelukan mu," Ucap Martin berbisik lirih ditelinga Keyla. Tanpa menjawab perlahan Keyla mulai melepaskan pelukannya dan dia memundurkan tubuhnya tiga langkah kebelakang. Pak Hendro segera membantu Martin mengenakan kemeja yang tadi sedang dia bahwa. Setelah Martin mengenakan kemeja Martin kembali memeluk tubuh Keyla yang masih kelihatan ketakutan itu.


Martin mengajak Keyla duduk di sofa, Resni dan Ferdi ikut mendudukkan tubuhnya di sofa. Sendi hanya diam tak mengatakan satu katapun. Sedangkan Pak Hendro berdiri di samping Martin seperti biasa dia memasang wajah datar tanpa ekspresi.


Jika dilihat Martin memang sangat mencintai Keyla, dia bahkan beberapa kali menyeka air mata Keyla yang jatuh bergantian dikedua pipinya. Martin sangat memperhatikan Keyla.


Mengangkat wajahnya sebelum bicara, "Kak kenapa kau suruh Pak Hendro memanggil orang tua mereka semua. Bagaimana jika mereka melukaimu karena kebodohan ku!" ucap Keyla yang merasa khawatir akan apa yang terjadi. Dia bahkan lebih menghawatirkan suaminya dari pada dirinya sendiri.


Sungguh gadis kecil yang baik hati, Keyla masih belum mengerti status Martin yang sebenarnya bahkan wajah Keyla kelihatan sangat cemas akan apa yang terjadi.


Setelah melihat wajah khawatir istrinya, wajah malu malu terlihat sangatlah jelas di wajah CEO galak itu. Dia merasa bahagia karna Keyla mulai menghawatirkan ya.


_ _ _ _


Semua orang tua siswa yang ada diruang tersebut mulai berdatangan waktu masih menunjukkan pukul 04.00 pagi.Tapi tetap saja mereka sangat antusias untuk datang karna mereka tau jika sampai mereka tidak datang maka akan gawat urusannya. Pak Hendro segera menyalakan layar lebar yang tadi sengaja dipasang sebelum orang tua siswa itu tiba. Pak Hen segera memutar rekaman cctv yang ada di ruangan tersebut. mereka semua melihat apa saja yang terjadi diruang tersebut termasuk saat Ferdi yang menyatakan cintanya pada Key.


Martin sangat geram ketika melihat Ferdi memegang tangan Keyla, tapi dia mencoba sebisa mungkin untuk menahan amarahnya karna tak ingin Keyla semakin terbebani. Keyla sudah cukup ketakutan dengan kejadian tadi Martin hanya bisa menahan amarahnya dalam hati.


Eh apa ini, kenapa mereka tidak marah tapi justru sebaliknya mereka malah kelihatan sangat ketakutan terhadap kak Martin, apakah aku tidak salah lihat siapa sih sebenarnya suamiku ini kenapa semua pengusaha besar ini tunduk padanya. Dia bahkan seperti raja saja. Ribuan pertanyaan mulai berterbangan diangan angannya.


Martin menatap tajam kearah orang tua itu.


"Kalian sudah melihat hal bodoh yang dilakukan oleh anak kalian! Siap yang bersalah atas masalah ini?" Tanya Martin dengan suara terdengar berat.


Tuan muda maafkan atas kebodohan anak kami, walaupun kami tau bahwa kesalahan putra putri kami tidak bisa dimaafkan dengan mudah. Mereka pasti tidak tau jika (adik) anda sekolah di sini. Ucap para orangtua itu bersahut-sahutan.


Tanpa sadar mereka melakukan kesalahan yang sangatlah besar, Mereka menyebut Keyla adalah adik dari Martin Kwang. Sorot mata Martin seketika menajam Martin menatap mereka dengan mengepalkan jari-jari tangannya.


Sedangkan Pak Hendro hanya bisa menahan tawanya, Keyla tersenyum kecil mendengar ucapan yang dia dengar barusan, jika dirinya seperti adik Martin.


Tentu saja itu tidak salah karna umur Martin dan umur kakaknya Keyla memang sama. wajar saja orangtua siswa itu berfikir demikian.

__ADS_1


Melihat Keyla yang tersenyum amarah Martin seakan meleleh seketika seperti gumpalan es batu yang terkena panasnya kobaran api. Martin tersenyum kecil melihat kearah Keyla dia merasa lebih tenang melihat Keyla tersenyum kembali.


"Dia istriku! Camkan baik-baik," Teriak Martin, sontak Sendi terbelalak mendengar apa yang Martin ucapkan barusan. Namun jika melihat perhatian Martin terhadap Keyla dia tak merasa heran akan ucapan Martin barusan


"Hen! Cabut semua saham kita yang sudah kita tanam di perusahaan mereka!" Teriak Martin. Mata Keyla terbelalak lebar mendengar apa yang Martin ucapkan. bahkan dia sampai menarik kasar kepalanya yang sedari tadi ada di dekapan suaminya.


Tuan muda tolong maafkan kesalahan anak kami, kami berjanji jika sampai mereka kembali membuat ulah saya yang akan mengirim mereka jauh dari kita ini. Kumohon batalkan perintah anda barusan.


Suara orang tua itu sedang mencoba untuk bernegosiasi pada Martin. Tapi percuma saja karna hati Martin sangatlah keras seperti kokohnya gumpalan batu besar.


Keyla berdiri dari posisi duduknya, "Kalian tidak marah padaku? Kenapa justru meminta maaf, yang salah hanyalah keempat pria yang tadi merobek bajuku. Kalian tidak perlu berlebih seperti itu, kumohon berdirilah." Ucap Keyla yang masih tak menyadari jika suaminya adalah penguasa terbesar dan kata katanya bagaikan hukum di kita tersebut.


Semua orang tua dan teman sekolahnya masih duduk mereka tak berani berdiri.


"Kalian tidak dengan apa yang diucapkan oleh nona muda barusan!" Teriak Hen dengan suara lantang. Ruangan yang tadinya tenang itu tiba-tiba menjadi bergetar karna Teriak Pak Hendro.


Semua orang itu segera berdiri dari posisi duduknya, "Nona muda apa anda tidak tau siapa orang yang telah anda nikahi?" Ucap seorang wanita paruh baya yang ada dihadapan Keyla.


Merasa ragu, "Dia teman bisnis Papa ku!" sahutnya apa adanya.


membungkuk badan dihadapan Keyla sebelum bicara, "Tuan Martin adalah satu satunya orang yang paling kaya dan termasuk orang paling berpengaruh di dunia bisnis!"


Mata Keyla terbelalak seketika setelah mendengar penuturan wanita tersebut. Menatap kearah suaminya.


SETELAH BACA JANGAN LUPA BERIKUT VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️


TINGALKAN JUGA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️


SERTA TINGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. JIKA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊


KLIK FOTO PROFIL SAYA DAN BACA KARYA SAYA YANG LAINNYA SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH.

__ADS_1


__ADS_2