
Gadis malang itu pingsan disudut toko tersebut dengan wajah menyedihkan, sudut bibirnya masih mengalir darah segar tak ada orang yang menolongnya, bahkan Resni pun tak bisa membantu sahabatnya itu pelayan toko tersebut memegangi Resni dengan sangatlah erat hingga gadis kurus itu tak bisa berkutik. Resni menangis tersedu-sedu sembari menatap kearah Keyla yang tergeletak tak berdaya. Wajah sahabatnya itu terlihat pucat pasih bahkan semua pelayan toko itu sibuk mengambil serpihan kalung yang terburai dilantai.
"Kak tolong lepaskan aku, biar aku tolong sahabatku itu wajahnya semakin pucat." Rengekan Resni tak digubris oleh penjaga toko tersebut. Resni menangis sejadi-jadinya melihat sahabatnya tergeletak tak berdaya. Bahkan orang diluar toko hanya melihat Keyla dengan tatapan sinis.
Pemilihan toko perhiasan mewah tersebut datang, wanita yang masih sangatlah muda dan cantik. Pernah ada kabar jika wanita itu adalah mantan kekasih Martin Kwang.
wanita itu masuk kedalam toko dengan begitu anggun dia membawa tas bermerek dan menaruhnya di meja toko. Salah satu pelayan datang menghampirinya, pelayan toko tersebut sempat membungkukkan badannya sebelum bicara. Pelayan toko itu menceritakan secara detail semua yang terjadi sebelum wanita cantik pemilik toko itu datang. Tatapan dingin dan membunuh tersirat di wajah cantiknya. Kiren nama wanita cantik pemilik toko perhiasan mewah tersebut.
Kiren berjalan menuju kearah Keyla dengan membawa segelas air, ketika Kiren hendak menuangkan air tersebut di wajah Keyla. Namun seseorang dari arah belakang merampas kasar gelas tersebut dan melemparnya dengan sangatlah keras kelantai.
Pyaar!
gelas tersebut jatuh terburai kelantai dan menjadi serpihan kecil. Dilihatnya pria yang tak asing di ingatannya itu. Ya itu adalah Martin mantan kekasih Kiren. Terlihat senyum mengembang dibibir Kiren saat melihat pria tampan itu. Sejak putus beberapa tahun yang lalu Kiren tak pernah bertemu dengan Martin, wanita itu masih sangat menggilai dan mencintai Martin. Kiren berjalan dan hendak memeluk Martin namun segera didorong kasar oleh Martin hingga gadis itu jatuh kelantai dengan sangat kasar.
"Apa yang kamu lakukan, gadis jala*g itu yang telah merusakkan kalung tersebut." Ucap Kiren sembari menunjuk kearah Keyla yang masih belum sadarkan diri.
Pak Hendro segera menghampiri Martin, asisten itu sangat tau jika saat itu majikanya sangatlah murka dia bahkan sanggup membuat semua orang seakan sulit bernafas, ruangan tersebut terasa pengap dan seakan tak ada cahaya sedikitpun. Hawa gelap akhibat amarah Martin sanggup membuat semua orang seakan bisu dan kaku bahkan mereka semua tak berani bergeming dari tempatnya berdiri sekarang. Bodyguard Martin datang begitu banyaknya, sebagai ada didalam toko dan sebagai lagi berjaga di luar toko.
Mall yang tadinya ramai pun seketika menjadi sunyi dan sepi seakan tak ada penghuninya, mall terbesar sengaja ditutup hanya orang yang melihatnya adegan didalam toko tersebut saja yang masih tersisa.
membungkukkan badannya sebelum bicara, "Tuan Muda, biar saya yang urus." Ucap Pak Hen sembari melirik tajam kearah Kiren. Martin hanya diam tak menjawab apa yang dikatakan oleh Pak Hen.
Tumben, untuk yang pertama kalinya tuan muda mau menyelesaikan masalahnya tanpa ada campur tangan ku! Pasti ini karena nona muda mangkanya tuan Martin sampai begitu murkanya. Hen segera pergi dari hadapan Martin pria itu ganti menatap tajam kearah pelayan toko yang masih memegangi Resni.
__ADS_1
Pak Hen berjalan menghampiri pelayan toko yang masih memegangi Resni. "Nona, apakah kalian sudah bosan hidup?" ucapnya dengan suara terdengar berat. Tanpa menjawab pelayan toko tersebut hanya bisa menundukkan pandangannya dan perlahan melepaskan tangannya dari lengan gadis kecil itu.
Resni segera berlari menghampiri Keyla dan menaruh kepala Sahabatnya itu dalam pangkuannya. Resni mengusap pelan darah segar yang masih menetes perlahan di sudut bibir.
_ _ _ _
Martin berjalan menghampiri Kiren yang masih terduduk dilantai. Martin menatapnya dengan tatapan membunuh, "Kamu tau siapa gadis yang kau hina tadi?" ucapnya dengan rahang mulai mengeras.
Bicara dengan gaya mengoda, "Dia gadis bodoh yang berani memakai," belum selesai wanita itu menyelesaikan kata-katanya. satu tamparan mendarat di pipinya, Martin menamparnya dengan sangat kasar.
"Gadis itu Istriku! Jagan berani Menghinanya dengan mulut kotor mu itu." Teriak Martin dengan wajah merah padam.
"Kau jangan bercanda. Mana mungkin gadis sepertinya adalah Istrimu! Dia bahkan tak sebanding denganmu," Ucap Kiren sembari beranjak berdiri, Kiren masih memegangi pipinya kanannya yang terkena tamparan Martin.
Apa katanya? Gadis ini benar-benar istrinya tapi bagaimana selera Martin bisa berubah. Aku dalam masalah besar. Gumam gumam kecil.
Martin beralih menatap para pelayan yang tadi menampar istrinya sampai tak sadarkan diri. Pria itu menatap dengan alis menyatuh berjalan menuju etalase panjang toko.
Pyaar pyaar pyaar!
Bunyi etalase toko yang dihancurkan oleh Martin, perhiasan yang harganya tidaklah murah itupun jatuh dan bercampur dengan serpihan kaca. Para pelayan itu berkeringat dingin dan wajah mereka pucat pias seketika, Martin berjalan semakin mendekat kearah mereka dengan sorot mata membunuh. Lutut para pelayan itu seakan lemas seketika saat Martin menghentikan langkahnya tepat dihadapan mereka.
"Tuan muda maafkan kami, saya tidak tau jika nona adalah istri anda," Ucap pelayan tersebut sembari terduduk kasar dilantai. mereka menangis tersedu-sedu meminta pengampunan dari Martin, tapi semua telah terlambat.
__ADS_1
"Hen!" Melirik kearah asistennya. "habisi mereka, dan berikan ganti rugi yang sepadan untuk keluarganya." ucap Martin sembari berbalik arah dan menghampiri Keyla yang masih belum sadarkan diri.
Gadis itu meminta maaf berkali-kali tapi percuma nasi sudah menjadi bubur, rengekan mereka tak digubris sedikitpun oleh Pak Hen.
Beberapa bodyguard yang ada didalam toko tersebut segera membawa para pelayan itu pergi dengan paksa.
Martin melangkahkan kakinya mendekati Keyla, dia sempat mencium kening Keyla sebelum akhirnya menggendongnya. Martin menatap kearah kerumunan besar yang ad diluar toko tersebut. "Jika kalian berani menyimpan Vidio tadi, maka aku akan hancurkan keluarga kalian sampai tak ada orang yang mengingat nama kalian di dunia bisnis!" ucap Martin dengan wajah terlihat sangatlah dingin.
semua orang itu sibuk memainkan ponselnya setelah mendengar ucapan Martin, mereka tak berani menatap langsung mata Martin. Nasib mereka pasti sangatlah sial hingga bertemu masalah sebesar ini, tidak ad yang mengira jika gadis polos dan sederhana tersebut adalah istri dari CEO yang paling di segani dan dihormati di kota B.
Bahkan Martin adalah musuh yang paling ditakuti dan dihindari di dunia bisnis.
Mall tersebut adalah milik Martin Kwang.
Kirem menatap Martin dengan pandangan kosong. Bahkan wajah cantik dan sombongnya kini tak terlihat lagi. Sembari mengendong Keyla Martin berjalan mendekati Kiren.
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA.
SERTA BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI.
JIKA KRITIK DAN SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊
JANGAN LUPA KLIK PROFIL SAYA DAN FOLLOW AKUN MANGATOON SAYA SERTA IKUTI SETIAP KARYA SAYA.
__ADS_1