Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Cemburu Part 1


__ADS_3

Keyla masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah mengenakan seragam sekolahnya dia turun ke dapur untuk menemui Martin. Dilihatnya Martin sudah menyiapkan roti bakar lengkap dengan coklat panas kesukaannya, dengan perlahan Keyla masuk kedalam dapur.


"Pagi kak!"Ucapanya sembari duduk di meja makan dan tersenyum sumringah.


Martin tak memedulikan sapaan itu dan segera berlalu pergi untuk membersihkan diri. Selang beberapa waktu Martin masuk kembali kedalam dapur, dia mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan Hem putih yang semakin menambah karismanya. Dia melangkah dan duduk dimeja makan dengan tatapan datar.


"Makanlah!" Ucapnya singkat. Tanpa ba-bi-bu Keyla melahap habis roti bakar yang ada di hadapannya, tanpa sisah. Martin kembali bergidik geli melihat gaya makan Keyla yang sangatlah rakus. Dia bahkan menghentikan makannya padahal dia baru makan satu gigitan roti saja. Sudah membuatnya pengen muntah karna ulah gadis, langkah yang ada dihadapannya itu.


Setelah habis roti yang ada di piringnya, Keyla meminum coklat hangat yang di buatkan Martin. Matanya menatap piring Martin,"Kak, Kenapa gak dimakan? Jangan buang-buang makanan!"Ucap Keyla sembari mengambil piring yang ada dihadapan Martin, dengan sekejap piring itu sudah berpindah dihadapannya. Martin hanya menatapnya dengan tatapan dingin,"Biar aku habiskan!"Tanpa menunggu jawaban Martin Keyla langsung melahap roti tersebut dan menghabiskannya tanpa sisah.

__ADS_1


Tak lama kemudian muncullah Pak Hen, dia masuk kedalam dapur dan segera membungkukkan badannya dihadapan Martin,"Pagi tuan muda,"sapa ya sembari kembali menegakkan badannya. Pria itu masih saja memasang tampang datar tanpa ekspresi sedikitpun dan membuat Keyla ketakutan dengan sorot matanya yang tajam.


_ _ _ _ _


Mereka sudah ada didalam mobil, sedangkan Pak Hen fokus mengemudikan mobilnya, terdengar dering telvon dari tas ransel Keyla. Dia segera mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat nama yang tertera dilayar ponselnya, ternyata Resni yang menelponnya.


"Hallo!" ~Keyla


"Aku masih dalam perjalanan menuju ke sekolah, tunggu aku didepan gerbang sekolah sebentar lagi aku sampai!" Ucap Keyla sembari mengakhiri panggilan ponselnya.

__ADS_1


Martin meliriknya dengan tatapan tajam tanpa bicara, tapi sangatlah terlihat jika pria itu mulai terganggu dengan sikap Keyla yang terlihat ceria. "Kurang ajar sekali gadis ini! Dua hari bersamaku dia hanya pura-pura tersenyum manis. Tapi giliran ditelpon sahabatnya dia malah kelihatan bahagia!"Gumam-gumam kecil. Pak Hen melirik Martin dari spion dan tanpa berkata apapun. Mobil berhenti persis didepan gerbang sekolah Keyla, dan terlihat Resni menunggu kedatangan Keyla namun dia tak sendiri ada Ferdi disampingnya.


Keyla yang bahagia melihat wajah Ferdi seketika lupa jika dirinya sudah menikah. Dia bahkan lupa jika suaminya sedang menatapnya dengan pandangan sinis. Gadis itu segera turun dari mobil tanpa menoleh kearah Martin sedikitpun. Dia melambaikan tangannya kearah Resni dan segera memeluknya dengan erat,"Res, aku sangatlah merindukanmu! Aku kira aku tak akan bertemu denganmu lagi!" Ucap Keyla sembari mempererat pelukannya.


Hen, sengaja tak menjalankan mobilnya karna dia tau jika Martin sedang fokus menatap istrinya dengan tatapan membunuh,"Baru kali ini aku melihat tuan begitu cemburu pada seorang wanita! Biasanya tuan hanya menganggap wanita adalah baju yang harus diganti tiap dia bosan!" Gumam dalam hati. Tentu saja sekertaris itu lebih memilih memendam apa yang dia pikirkan dari pada dia harus terkena masalah karna mengutarakan apa yang didalam pikirannya itu.


Resni melepaskan pelukannya perlahan sembari berkata!"Berhenti memelukku! Ferdi sudah merindukan mu, setiap hari dia bertanya kapan kamu akan kembali masuk sekolah."Ucap Resni sembari melirik kearah Ferdi.


Kenapa mobil kak Martin masih belum pergi juga, apa yang sedang dia tunggu,"Habislah aku! Kenapa aku bodoh sekali aku bahkan lupa tak berpamitan dengannya." Ucap Keyla lirih sembari melihat kearah mobil yang ada disampingnya. matanya masuk menerobos kedalam jendela mobil, dia melihat wajah Martin yang berubah menjadi dingin seperti bongkahan es. Pria itu menatapnya dengan tatapan membunuh dan membuat tubuh Keyla merinding seketika. Lebih kagetnya lagi Ferdi mengarahkan wajah Keyla menatapnya. dan memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


Melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu membuat darah Martin seketika mendidih dan mengucapkan mantra kutukan!"Hen, tabrak pria itu!"Perintahnya dengan alis menyatuh menatap kearah Ferdi dengan tatapan membunuh.


__ADS_2