
"Fer, Ferdi! Biarkan saja mereka. Ayo ikut aku ke kantin sekolah!" Ajak Resni dengan menarik paksa tangan Ferdi. Dengan berat hati Ferdi pun menemani Resni berjalan menuju kantin, sesekali Ferdi melihat Martin membopong Keyla dan menaruh wanita yang ia cintai itu didalam mobil pribadi Martin Kwang. Ferdi melihat kearah Martin dengan sorot mata menajam terlihat jari-jari tangannya mulai mengepal dengan begitu erat.
Mencoba turun dari gendongan Martin, "Kak cepat turunkan aku! Aku hanya luka ringan," rengek Keyla dengan mengigit bibir bawahnya mencoba menahan rasa nyeri yang ada di lutut dan siku nya.
Menajamkan alisnya, "Diamlah jangan banyak bicara!" Ucap Martin sembari mendudukkan Keyla pelan didalam kursi depan mobil tersebut. "Jangan turun! Tunggu disini!" ucap Martin dengan raut wajah kelihatan sangat serius.
Setelah menutup pintu mobil Martin berjalan menghampiri kepala sekolah istrinya itu. Wajah kepala sekolah itu terlihat pias dan peluhnya terlihat berjatuhan dari jidat dan perlahan menetes sampai keleher ya. Martin berhenti persis dihadapan kepala sekolah istrinya itu. Kepala sekolah tersebut segera membungkukkan badannya melihat Martin sudah berdiri dihadapannya.
menatap dengan mengeraskan rahangnya, "Catat semua orang yang berani membicarakan Keyla!" ucapnya sembari menatap tajam kearah kerumunan para siswa wanita itu. Seketika mereka semua menundukkan pandangannya karna takut melihat sorot tajam Martin,
Menyeka peluh yang ada dijidat ya, "Baik tuan Martin," ucap pria paruh baya itu dengan suara putus-putus. kepala sekolah tersebut kembali membungkukkan badannya saat mengetahui Martin hendak pergi.
Tak lama kemudian mobil Martin mulai pergi meninggalkan halaman sekolah tersebut. Pak Hendro sangatlah sibuk membereskan kekacauan yang terjadi di sekolah itu. Pak Hen masih sibuk mencatat nama para murid yang sedang membicarakan nona mudanya itu, bahkan kepala sekolah hanya bisa pasrah dengan apa saja yang dilakukan oleh asisten Martin tersebut. Gadis tadi yang tak sengaja mendorong Keyla terlihat menangis tersedu-sedu, kini Kedua orang tua gadis itu sudah datang mereka meminta maaf atas kecerobohan anaknya itu, tapi tetap saja Pak Hen tak mengubris semua jilatan yang mereka lakukan! Sekolah itupun menjadi bisu seketika tak ada yang berani bicara ataupun pergi meninggalkan halaman sekolah tersebut bahkan bodyguard Martin menjaga mereka dengan sangat ketat.
Di dalam mobil.
Kenapa dia membuat kegaduhan disekolah ku! Sebenarnya apa yang mau dia lakukan, dia selalu menganggu ku! Aku dikit jika aku keluar dari rumah aku akan lolos dari pandangannya. Tapi aku tak menyangka dia akan mengikuti ku sampai ke sekolah! Hanya karna masalah sempeleh saja dia sampai membuat perhitungan yang berlebihan kepada kepala sekolah.
Hei kak Martin! Seharusnya kamu berkerja bukannya malah mengikuti aku kemana-mana seperti hantu saja! Aku harus mencari tau siapa laki-laki ini jangan-jangan dia adalah bos gangster yang sering membunuh orang hingga tidak ada uang berani kepadanya.
Pikiran gadis itu semakin berkeliaran kemana-mana bahkan dia masih menatap kearah Martin dengan wajah sangat penasaran! Martin memang dengan sengaja menyembunyikan identitas dari Keyla, hingga sampai sekarang gadis itu tak mengerti jika suaminya adalah raja di dunia bisnis dan tak ada satu orangpun yang berani mencari masalah dengannya dikota tersebut.
__ADS_1
"Apakah lukanya masih sakit?" Tanya Martin dengan membelai lembut rambut Keyla sembari masih memfokuskan pandangannya menatap kearah jalanan.
"Masih sedikit. Kita mau kemana Kak?" Tanya Keyla dengan meniup pelan luka yang ada di lututnya.
"Ke rumah sakit!" Sahut Martin dengan tak menoleh.
Mata Keyla langsung terbuka lebar-lebar saat mendengar apa yang Martin ucapkan barusan gadis itu menoleh kasar menatap kearah Martin yang masih sibuk mengemudikan mobilnya, "Kenapa harus kerumah sakit? Siap yang sakit!" tanya Keyla sebagai wajah kelihatan penasaran.
Beralih menatap Keyla, "Tentu saja kamu!" Kembali memfokuskan pandangannya menatap kearah jalanan. "jangan banyak bicara duduk dan diam saja!" ucap Martin dengan tak menoleh.
Kamu bilang kerumah sakit, lalu aku harus pergi ke sana hanya karna luka kecil seperti ini, ya walaupun memang terasa nyeri sih tapi tidak harus berlebihan seperti ini bukan.
Rumah sakit "MK SWAN"
Salah satu dokter yang ada didalam barisan maju kedepan sembari membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum bicara, "Tuan Muda apa ada yang bisa saya bantu?" ucapnya dengan suara terdengar gugup bahkan wajah dokter tersebut terlihat pias.
"Cepat periksa Istriku, dia habis terjatuh!" Ucapnya sembari menaruh Keyla di kursi roda rumah saki itu. "Jangan lupa periksa seluruh tubuhnya siapa tau dis mengalami gegar otak atau latah tulang!" ucap Martin dengan lantang.
"menghela nafas panjang, dasar pria idio** bisa-bisanya dia bicara hal yang konyol seperti itu! Aku hanya tersungkur ke aspal woi! Bukan jatuh dari gedung pencakar langit! Dan kakiku hanya luka ringan, kenapa kamu bilang ada yang patah memangnya aku ini barusan jatuh dari anak tangga.
Sebenarnya yang harus diperiksa itu otak kamu! Bukannya aku yang masih waras dan sehat ini. Dan dokter ini mereka benar-benar melakukan apa yang kak Martin suruh bahkan tak ada yang berani bicara sungguh aneh! Kenapa aku merasa kata-kata yang diucapkan kak Martin seperti hukum di rumah sakit ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dokter yang menangani Keyla keluar dari ruangan tersebut, "Tuan Muda, nona muda dalam kondisi yang baik-baik saja. Dia hanya mengalami luka ringan dan bisa segera di bawah pulang." Selesai bicara dokter tersebut segera pergi tapi sebelum pergi dia sempat membungkuk badannya Hinga akhirnya menghilang dari hadapan Martin.
Dokter itu berjalan menuju sudut ruangan dan di sana sudah berkumpul banyak temannya yang berprofesi sebagai dokter dan perawat.
Tingkah orang kaya memang sangatlah aneh! Jelas-jelas gadis itu hanyalah luka ringan karena habis terjatuh saja tapi kenapa CEO Martin bilang jika dia patah tulang dan gegar otak, sungguh membuat orang kaget saja. ucap para Dokter dan perawat tersebut bersahut-sahutan.
Martin melangkah memasuki ruangan Keyla, dilihatnya Keyla duduk sembari memainkan ponselnya, "Apakah kondisi mu sudah lebih baikan?" Tanya Martin sembari melihat luka Keyla yang sudah dibersihkan.
Tentu saja aku baik-baik saja! Karna yang sakit itu kan sebenarnya pikiran kamu Kak.
"Tentu saja aku baik-baik saja!" Ucapnya sembari memaksakan senyumannya. "Kak bisakah kamu lepaskan semua teman-teman ku," ucap Keyla dengan raut wajah kelihatan serius.
"Kenapa aku harus melakukannya!"
"menghela nafas panjang, karna mereka sama sekali tidak bersalah, kak!" rengek Keyla sembari menggoyang pelan lengan Martin.
"Mereka harus diberi pelajaran yang setimpal karna berani menyakiti Istriku!" ancaman Martin terdengar tidaklah main-main.
Setelah beberapa lama Keyla akhirnya berhasil merayu suaminya itu, Martin segera menghubungi Hendro untuk membatalkan semua perintahnya tadi. Sekarang Martin sudah berjalan ke pintu rumah sakit tersebut sembari mengendong Keyla. Semua orang membungkukkan badannya dihadapan mobil Martin dan setelah mobil Martin pergi meninggalkan rumah sakit sangatlah jelas terlihat jika raut tenaga dan damai kini sudah bisa mereka rasakan lagi.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
__ADS_1
JIKA KRITIK DAN SARAN MASIH DALAM BATAS SOPAN DAN WAJAR MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊
JIKA INGIN GABUNG DI GRUP WHATSAPP TINGGALKAN NOMOR MAKA NANTI AKAN SAYA P.C