Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Di Goda pelakor.


__ADS_3

Namun sangat beruntung karna Keyla tidak sempat melihat laptop! Andaikan tadi kalau sampai bumud itu melihatnya pastilah Martin akan sangat kerepotkan dibuatnya.


"Ada perlu apa sayang?" Tanya Martin sembari meraih pinggang Keyla dan membuatnya duduk dipangkuan Martin.


"Kak nanti malam bisakah kita, makan malam diluar?"


"Aku masih pertemuan bisnis di restoran nantik malam!" Keyla menundukkan pandangannya karna merasa kecewa.


"Tapi kamu boleh ikut cuman tidak bisa satu meja denganku saat masih ada kerjaan." Imbuh Martin karna tidak ingin melihatnya istri kesayangannya itu bersedih.


"Tidak masalah kak," Sahut Keyla dengan memasang senyuman diwajahnya.


_ _ _ _


MOMO RESTAURAN.


Malam hari Keyla sudah berdandan cantik dan restoran mewah itu sengaja di pesan oleh Martin agar tutup lebih awal. Tentu saja Martin tidak menyukai jika ada banyak orang yang bisa saja tanpa sengaja melukai Keyla nantinya. Martin & Pak Hen duduk di ruangan sebelah. Namun Keyla yang duduk di ruangan sebelahnya masih bisa melihat Martin karna pembatasan ruangan tersebut terbuat dari kaca.


Rapat itu dihadiri oleh beberapa orang namun yang Keyla lihat hanyalah Sendi sahabat baik Martin dan sekaligus Kakak dari Ferdi orang yang sempat Keyla sukai saat masih SMK.


Seorang wanita cantik yang bernama Liana duduk disamping Martin! Wanita itu sangat cantik dan mempesona matanya biru bagaimana lautan hidungnya mancung bagaikan Pinokio dan dia juga memiliki lesung pipi jika sedang tersenyum, tubuhnya terlihat montok dan sungguh membuat Keyla seakan was was. dibuatnya.


Keyla memanyunkan bibirnya karna mulai merasa cemburu dengan Liana. Bagaimana mungkin Keyla tidak cemburu selama meeting wanita itu terus saja mencari berbagai macam cara untuk menggoda suaminya.


__ADS_1


Keyla tak hentinya menatap kearah Martin dan Liana namun Martin sama sekali tidak melihat kearah Keyla yang sedang terbakar api cemburu itu.


Bahkan banyak makanan yang dia sukai telah terhidang di atas meja namun Keyla sama sekali tidak mau menyentuhnya. Selera makannya seakan hilang karna melihat Martin yang terus-menerus menatap kearah Liana dengan pandangan seakan-akan Martin sedang tertarik dengan wanita itu bahkan Martin sama sekali tak menatap kearah Keyla yang sedang cemburu berat itu.


SEEERRRRR!!


Darah Keyla seakan berdesir hangat dari ujung kakinya dan dengan cepat naik sampai keatas kepalanya. Matanya melotot saat melihat Liana pura-pura tak sengaja menyentuh tangan Martin namun Martin tak mencoba menepis tangan gatal Liana itu. Martin malah menyungingkan senyumannya pada Liana dan hal itu semakin membuat darah Keyla semakin mendidih dan hampir saja meledak. Keyla hendak bangkit dari posisi duduknya namun dia takut jika sampai menganggu acara meeting yang memang sudah selesai itu.


Meeting telah selesai dan hanya ada Sendi, Liana, Pak Hen dan Martin saja yang masih tertinggal dalam ruangan itu sedangkan orang lainnya yang tadi mengikuti meeting sudah pulang lebih dulu. Sendi mulai berdiri dari posisi duduknya.


"Martin, Liana aku pulang lebih dulu!"


"Baiklah, Sendi hati-hati dijalan." Sahut Liana dengan gaya ganjen seolah-olah dia mau menarik perhatian Martin.


"Martin apakah itu Keyla yang ada di ruangan sebelah?" Tanya Sendi dengan menunjukkan salah satu jaringan kearah Keyla yang masih memasang wajah cemberutnya.


"Sebelum aku pulang, aku mau menyapanya lebih dulu. Apakah boleh?"


"Tentu saja!" Jawab Martin sembari menatap balik Sendi.


"Martin siapa gadis itu?" Tanya Liana dengan suara manjanya.


"Haruskah aku jelaskan!" Tandas Martin yang tidak tertarik dengan ucapan Liyana tadi. Karna tak ingin membuat Martin marah Liyana pun segera menganti perbincangan mereka.


Sendi segera pergi menuju ruangan Keyla. Dan Pak Hen masih setia duduk tak jauh dari tempat Martin dan Liana berada.

__ADS_1


Setelah Sendi pergi Liana semakin mengeser duduknya lebih mendekati Martin bahkan Liana mulai bersikap mengoda Martin tapi anehnya Martin yang biasanya selalu menjaga jarak dengan wanita malah bersikap biasa saja seolah-olah dia tak terganggu dengan apa yang Liana lakukan.


_ _ _ _


"Keyla, apa yang kamu lakukan sendirian di sini?" Tanya Sendi sembari menarik salah satu kursi kosong yang ada dihadapi Keyla kemudian mendudukinya.


"Eh, Kak Sendi! Aku sedang menunggu Kak Martin meeting." Sahutnya dengan suara terdengar sangat jutek.


"Meeting ya sudah selesai! Apakah tidak sebaiknya kamu gabung bersama suamimu!"


"Tidak Kak Sendi, aku takut menggangunya! Aku akan menunggunya memanggilku saja." Ucap Keyla dengan nada suara terdengar pasrah.


"Aku dengan kamu sedang hamil?"


"Ya! Aku mengandung tiga bulan. Bagaimana dengan kabar Ferdi Kak?" Tanya Keyla balik sembari sesekali melirik kearah Martin yang masih terpesona dengan kecantikan Liana.


"Ferdi sekarang satu kampus dengan Resni!"


"Ya, aku tau dan semoga saja Ferdi bisa menemukan gadis yang baik untuk mengantikan ku mengisi hatinya." Ujar Keyla dengan wajah tertunduk karna dia merasa bersalah dengan penolakannya tempo hari sampai membuat Ferdi hampir gila karna cintanya pada Keyla.


Keyla melirik untuk kesekian kalinya pada suaminya yang masih betah menemani wanita ganjen seperti Liana darah Keyla semakin mendidih dibuatnya bahkan kini Liana mulai menyuapi Martin dengan cake coklat dan yang membuat Keyla semakin kesal ialah Martin tak berusaha menolaknya malah dia dengan senang hati memakan cake strawberry yang Liana berikan.


Beralih menatap Sendi, "Kak Sendi siapa wanita ganjen itu?" Tanya Keyla dengan raut wajah kelihatan penasaran.


"Dia rekan bisnis Martin dan wanita itu juga menanamkan saham yang sangat besar pada MK Group!"

__ADS_1


"Lalu kenapa mereka terlihat sangatlah dekat?"


"Mungkin karna Liana adalah mantan kekasih Martin!"


__ADS_2