
Mobil yang dikemudikan Pak Hendro terlihat memasuki halaman rumah, Pak Hen segera mematikan mesin mobilnya dan turun untuk membukakan pintu mobil. Seperti biasa, Hen membungkukkan badannya sampai kedua majikanya turun dari mobil. Setelah Hen menutup kembali pintu mobil tersebut. Dia melangkah mengikuti Martin masuk kedalam rumah. Keyla masih berdiri didepan mobil dan menatap kearah pantai yang berjarak tak jauh dari rumahnya. "Masuklah! Lihat apa!" Bentak Martin dan membuat Keyla berdecak kesal.
"Baiklah! Kau majikanya sekarang." Gumam-gumam kecil. Tak dapat dipungkiri Keyla memang kagum dan ada rasa bahagia yang menyelimutinya karna dia bisa tinggal di pantai yang sangat ia kagumi keindahan dan kesejukannya bisa menenangkan hatinya yang sedang dilanda depresi dan hampir kehabisan oksigen karna selalu menempel pada Martin. Dengan terpaksa Keyla berjalan disampingnya.
Rumah yang sangat indah! Aku kira aku akan tinggal di neraka yang di jaga oleh pria mesum itu! Ternyata ini bagaikan di surga, aku bahkan tak pernah bermimpi bisa memiliki rumah yang sederhana namun terlihat mewah. Hen segera membuka pintu rumah itu. Keyla masuk kedalam rumah dan matanya langsung menyapu seisi rumah tersebut. Dilihatnya peralatan yang sudah sangatlah lengkap. Martin sudah menyiapkan semua kebutuhan dan keperluannya. Tapi dia tak menyadari jika kehidupan seperti neraka akan mulai dia jalani sejak saat dia menginjak kakinya dirumah yang indah bagaikan surga ini.
"Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui apa saja yang aku suka," Gumam dalam hati.
"Tentu saja aku tau semua tentangmu! Termasuk kisah cintamu dengan Ferdi!" Ucap Martin dengan menoleh kearah Keyla.
__ADS_1
Kenapa dia bisa tau apa yang aku pikirkan. Bodohnya aku! Mahluk Astral yang selalu menempel padanya pasti sudah mencari tau tentang kehidupan pribadiku kan. Lalu apa lagi yang harus aku tutupi darinya. mengerutkan keningnya dengan menatap Martin dan berjalan mendekatinya. "Kamu tau aku sangat mencintai pria lain? Tapi kenapa kamu masih menikahi ku!" Tanya Keyla dengan menaikkan satu alisnya.
"Aku ingin menyiksamu! Karna kamu berani menamparku!" Ucap Martin dengan wajah berapi-api. Seperti sebuah kobaran api yang siap menelan gadis kecil itu hidup-hidup. Begitu kira-kira arti dari sorot matanya yang tajam bagaimana pedang.
Lutut Keyla seketika lemas, seperti kehilangan penopang pada kakinya hingga dia jatuh terduduk dilantai dengan kasar. Sejak awal Martin mendekatinya itu hanyalah untuk balas dendam atas perlakuan Keyla tempo hari.
"Apa yang kamu inginkan dari ku?!" Ucap Keyla dengan wajah tertunduk.
Gadis itu mengepalkan tangannya dan mengengam jari-jari tangani dengan kuat. Telihat butiran kristal bening mulai membanjiri pipinya, seperti air sungai yang mengalir begitu derasnya. Hatinya terasa tersayat, pilu, perih. Bagaikan ribuan pisau tajam sedang menusuk-nusuk jantungnya. Bagaimana pun caranya Keyla harus tetap bertahan hidup dengan pria yang sedang berada dihadapannya itu, Keyla tak ingin jika keluarganya terkena imbas masalah dari tingkah lakunya tempo hari sampai membuat pria dihadapannya menghalalkan semua cara untuk menikahinya.
__ADS_1
Aku tidak tau jika orang ini sangat memiliki kekuasaan begitu besar di kota B. Jika aku tau sejak awal, aku tidak akan pernah ikut campur masalah mereka tempo hari. Tapi sudah terlambat nasih sudah menjadi bubur, aku harus tetap menjalani kehidupanku yang suram ini! bagaikan hidup di neraka yang hanya ad siksaan, tangisan dan kepedihan! Aku barus tetap kuat menjalani kehidupan yang suram ini mulai dari sekarang, demi keluargaku.
"Baik, kak! Aku akan menuruti setiap ucapamu. Tapi kumohon, jangan menghalangiku untuk tetap bersekolah?"
"Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan! Tidak perlu bersekolah lagi mulai dari sekarang!" Ucap Martin sembari melangkah pergi meninggalkan Keyla. Ketika Martin hendak melangkah pergi, Keyla memeluk kakinya dan menangis tersedu-sedu.
Air mata mengalir semakin deras, bahkan wajah angkuh dan judes yang biasanya dia tunjukkan dihadapan Martin kini tak terlihat lagi. "Kak! Aku mohon biarkan aku tetap bersekolah, aku berjanji aku tidak akan kabur ataupun melakukan hal yang tidak kamu suka," Rengek Keyla sembari masih memeluk kaki Martin, dan memeluknya dengan sangat erat, dengan kedua tangannya.
Dia harus melakukan apapun untuk tetap melanjutkan pendidikannya walaupun harus membuang harga dirinya dihadapan pria yang paling dia benci. Dirumah itu hanya ada mereka berdua Karna Martin dengan sengaja menyuruh Hendro pulang lebih awal, dia juga menolak waktu Hendro hendak memanggil beberapa pelayan untuk ditempatkan dikediamannya. Karna Martin ingin. Keyla yang mengurus semuanya sendiri termasuk memasak, bersih-bersih rumah dan tentunya mengurus segala kebutuhan Martin.
__ADS_1
"Pergilah! Jangan mencoba mendekatiku. Aku sangatlah muak denganmu!" Ucap Martin dengan tak menoleh dan menarik kakinya dengan kasar hingga membuat tangan Keyla jatuh kelantai.
Jika ingin bergabung dengan grup silahkan ya. .😘😘