
Ternyata rubah kecil ini cantik juga jika berpakaian pengantin, warna putih seakan melambangkan sifatnya yang polos dan paling tepatnya kekanak-kanakan, aku sangat tidak sabar ingin mempermainkannya layaknya boneka!
"Kau sangat cantik saat mengenakan gaun ini." Martin bicara sembari melangkah mendekati Keyla yang masih diam mematung di tengah ruangan yang terlihat sunyi! Bahkan Gadis itu sama sekali tak ingin menatap calon suaminya.
Martin sudah berada dihadapan Gadis itu, tangan Martin langsung meraih dagu Gadis itu dan mengarahkannya dekat dengan wajahnya hingga mereka saling beradu pandang.
"Lihat apa!" Ucap Keyla dengan meloto sembari tangannya terlihat mengepal dengan kuat. "Ayo kita pulang, aku harus bertemu dengan mereka!" Perintah Keyla sembari menepis kasar tangan Martin yang masih menempel di dagunya.
Rubah kecil ini apa tidak bisa bicara baik kepada ku seperti para wanita lainnya! Dia bahkan tak pernah mau untuk melihat ku walaupun sedetik saja. apakah wajah ku tidak tampan hingga dia enggan melihatnya! Pria itu menatap wajahnya sendiri di cermin toko tapi tak sedikitpun cela yang terlihat didalam dirinya. ya pria itu memang terlihat sempurna bahkan bisa dibilang Idola kamu wanita ditambah lagi dengan status dan jabatannya. Bahkan tak akan ada wanita yang berfikir untuk menolaknya kecuali Gadis kecil itu!
Keyla segera melangkah kembali masuk keruang ganti begitu juga dengan Martin. setelah mereka berganti pakaian mereka segera meninggalkan toko baju pengantin tersebut. selama didalam mobil tak ada yang mengucapkan satu katapun sedangkan Keyla menatap kearah jalanan dengan pandangan kosong sedangkan Martin sibuk memainkan ponselnya entah dia sedang WhatsApp dengan siapa.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, mobil mewah itu memasuki halaman rumah keyla, Pak Hendro menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Keyla, dengan wajah merah padam Keyla membuka kasar pintu mobil itu!
Brakk! Gadis itu menutup kasar pintu mobil. Keyla berlari masuk kedalam rumah dengan wajah merah padam. Wajahnya terlihat penuh amarah, bahkan para pelayan yang menyapanya tak digubris sedikitpun, Gadis itu masih fokus mencari keberadaan orangtuanya. Para pelayan saling bertatapan satu sama lain sembari menaikkan pundaknya.
Aku harus bertanya pada Mama dan Papa, kenapa mereka tiba-tiba menikahkan ku dengan Playboy itu! Bahkan mereka sudah menyiapkan baju pengantin untukku, yang lebih menjengkelkan lagi, mereka tak bertanya kepada ku terlebih dulu dan langsung membuat keputusan besar dalam hidupku! Pikiran Gadis itu seakan kacau banyak ribuan pertanyaan yang terlintas dibenaknya.
Langkahnya terhenti setelah mendengar suara dari ruang tamu rumahnya, yang tak lain ialah suara kedua orangtuanya yang sedang berbincang-bincang.
"Ma, Pa! Apa maksudnya semua ini?" Tanya Gadis itu dengan suara bergetar, kristal bening mulai terlihat di pelupuk matanya.
"Sayang. . . duduklah sebentar biar kami jelaskan!" Ajak Sinta sembari melangkah mendekati Keyla, Sinta membelai rambut Keyla dan mengecup lembut keningnya kemudian mengajak Keyla melangkah pelan mendekati sofa. Martin yang sedari tadi mengekor dibelakang Keyla segera ikut duduk di sofa samping Jordan. sedangkan Pak Hendro masih seperti biasanya dia berdiri di kejauhan memantau majikanya dari jauh.
__ADS_1
"Sayang satu bulan lagi adalah acara Pernikahan mu!" Ucap Jordan
Dek. . .!
Bagaikan terkena panah yang tajam Gadis itu diam tak berkata namun terlihat air mata mulai meleleh di pipi putih Gadis itu, matanya terlihat memerah sembari tangannya mulai mengepal dengan kuat mengengam jari-jari tangannya. Dia ingin berontak namun sekuat tenaga Gadis itu mencoba menekan amarahnya rasa sakit, rasa kecewa dan rasa sedih akan meratapi nasibnya! Seakan menambah sesak dadanya.
Bagaimana mungkin orang tua yang selalu memanjakan dan menyayangi tega melakukan ini padanya!
Jangan lupa like dan komen
Yang mau masuk Grup tingalkan WhatsApp kalian ya^_^
__ADS_1