
"Lihatlah kearah ****** itu, berani sekali dia merebut Ferdi dari kita." Ucap teman sekolah lainnya yang sedang ada dikerumunan besar. Mereka bicara bersahut-sahutan sembari menyatuhkan alisnya menatap tajam kearah Keyla.
Gadis itu hanya diam tak menghiraukan apa yang teman sekolahnya pikirkan tentang dirinya. Sedangkan Resni Yang geram mendengarkan ucapan para wanita yang jelas sekali kelihatan jika mereka sedang iri dengan sahabatnya itu! Ketika Resni hendak menghampiri kerumunan besar itu, Keyla menarik tangannya dan mengajaknya untuk keluarga sekolah.
Resni mengikuti langkah kaki Keyla dengan wajah ditekuk,"Sudahlah abaikan mereka!"ucap Keyla sembari melangkah menuju area parkir Sekolah. Terlihat supir Resni sudah menunggu didepan mobilnya, Sebelum pergi Resni mengajak Keyla sedikit menjauh dari Ferdi. Setelah dirasa Ferdi tidak dapat mendengarkan perbincangan mereka Resni segera menghentikan langkahnya.
"Key! Apakah kamu jadi kerumah Ferdi?" Ucapnya sembari menarik salah satu alisnya.
"Tentu saja Res!" Sahutnya sembari menatap balik Resni.
"Key, kamu sudah menikah! Bagaimana jika kak Martin tau?" Tanya Resni sembari memegang lengan Keyla pelan. Namun segera ditepis pelan oleh Keyla sembari berkata.
"Aku akan bilang padanya, jika kita pergi jalan-jalan!" Sahut Keyla dengan entengnya.
"Tapi Key!" Ucap Resni hendak menjelaskan suatu hal, namun diabaikan oleh Keyla dan malah menyuruh Resni pulang lebih dulu karna supirnya sudah menunggunya didepan pintu mobil sport merah itu. Dengan berat hati Resni pun mengiyakan ucapan sahabatnya itu. Mereka berpelukan lebih dulu sebelum akhirnya Resni pergi meninggalkan area parkir, Keyla melambaikan tangannya pada Resni dan Resni pun membalas lambaian tangannya dari dalam mobil sembari menyungingkan senyumannya.
__ADS_1
Setelah mobil Resni tak terlihat lagi, Keyla segera menghampiri Ferdi yang sudah berada didepan mobil pribadinya, Ferdi menyungingkan senyumannya sembari membukakan pintu mobil untuk Keyla. Dengan malu-malu Keyla melangkahkan kakinya mendekati mobil Ferdi, Ferdi segera membungkukkan badannya sembari berkata.
"Silahkan masuk tuan putri!" Ucapnya dengan suara yang terdengar sangatlah lembut. Dengan pipi merah merona seperti tomat, Keyla masuk kedalam mobil.
Gadis itu tersipu malu mendapatkan perlakuan spesial dari orang yang dicintainya. Setelah Keyla ada didalam mobil, Ferdi ikut masuk kedalam mobil dan segera menancap gas keluar dari area parkir Sekolah itu.
_ _ _ _
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, mobil Ferdi segera berhenti persis didepan pintu rumahnya. Ferdi turun dari mobil lebih dulu dan segera membukakan pintu mobil untuk Keyla, Pria itu kembali membungkukkan badannya dan mengulurkan tangannya kehadapan Keyla. Gadis itu meraih sambutan tangan pujaan hatinya itu dengan hati yang berdebar-debar, terlihat rona merah kembali muncul dikedua pipinya.
"Ayo masuk? Kak Sendi sudah menunggu dari tadi. Dia juga menunggu kita untuk makan siang bersama dengan sahabat baiknya juga."
"Baiklah, aku juga sudah lapar!" Sahut Keyla sembari masih memegangi tangan Ferdi.
Ketika mereka hendak masuk kedalam rumah namun ponsel Keyla berdering, dan dia segera melepaskan tangan Ferdi. Keyla merogoh saku bajunya dan dilihatnya nama yang sangat menakutkan menurutnya itu sudah terpampang nyata dilayar ponselnya. Dia segera menelan paksa Saliva nya yang terasa getir sembari sedikit menjauh dari Ferdi.
__ADS_1
Huh! Kenapa dia selalu menganggu hidupku! Dia bahkan tak membiarkanku hidup tenang walau sebentar saja. "Hallo, kak! Ada apa?" Tanya Keyla dengan nada malas.
"Kamu lagi dimana sekarang?" ~Martin
"Aku jalan-jalan bersama Resni!". Sahut Keyla.
Tanpa menjawab Martin menutup telfonnya begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Dan membuat darah Keyla seketika mendidih dan ingin sekali melempar ponselnya kelantai namun niat itu segera diurungkan olehnya karna Ferdi sedang memperhatikannya sedari tadi. Keyla segera melangkah mendekati Ferdi sembari memaksakan senyumannya. Tentu saja moodnya hilang seketika setelah mendapat telepon dari musuh bebuyutannya itu. Yang tak lain ialah Martin Kwang.
Mereka berdua masuk kedalam rumah sembari bergandengan tangan, jika orang lain melihatnya pasti salah mengira jika mereka adalah sepasang kekasih. Terlihat Sendi sudah menunggu mereka di ruang tamu rumahnya. Tapi Sendi tak sendiri dia bersama temannya seperti yang dibilang Ferdi tadi.
Gadis itu segera mengehentikan langkahnya saat melihat teman Sendi dari arah belakang. karna Sendi dan sahabatnya sedang menonton televisi dihadapan mereka dan kedua orang itu belum menyadari jika Ferdi dan Keyla sudah berdiri dibelakang mereka.
"Kenapa aku seperti mengenal dekat teman kak Sendi ya? Tapi mana mungkin dia!" Gumam-gumam kecil sembari menatap tajam kearah Sahabat Sendi. Namun mata Keyla seketika meloto lebar saat teman baik Sendi mulai mengalihkan pandangannya menatap kearahnya.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️☺️
__ADS_1