Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Menjaga.


__ADS_3

Selamat tiga hari Martin tidak mengurus bisnisnya dia lebih memilih menjaga Keyla yang sedang sakit. Pak Hendro lah yang sibuk selam tiga hari mengantikan Martin mengurus kantor dan para klien.


Selama tiga hari Keyla dijaga ketat oleh Martin dan tidak boleh melakukan pekerjaan apapun. Gadis itu hanya bisa menuruti permintaan suaminya dari pada harus bertengkar hanya karna dia tak mau menuruti ucapan raja tersebut. Karna Keyla mengetahui jika Martin tak memiliki kesabaran lebih.


Martin memutuskan agar Keyla tidak keluar rumah! Dan Martin juga melarangnya untuk datang ke sekolah lagi Karna sebentar lagi kelulusan sekolah. Jadi Keyla disuruh


bermalas-malasan dirumah sembari belajar memasak. Gadis itu hanya bisa menuruti permintaan suaminya itu dan kini dia sudah bisa memasak beberapa menu makanan! Resni selalu mengabari apa saja yang terjadi disekolah saat Keyla tidak masuk.


Martin datang ke sekolah dan membuat kegaduhan waktu itupun Resni ceritakan , bahkan tentang apa yang sempat dialami teman sekolahnya juga tak luput dari ceritanya! Namun Resni tak berani memberitahu Keyla tentang identitas Martin. Karna pria itu telah mengancam Resni, hingga Sabahat baiknya itu memilih bungkam seribu bahasa jika mengenai identitas Martin Kwang. Mereka selalu melakukan panggilan video setiap harinya entah saat Keyla memasak atupun sedang bermalas-malasan di atas kasurnya.


Gadis itu kini sikapnya lebih dewasa bahkan dia sudah bisa memasak sarapan pagi membuat salad dan membuat kopi! Mungkin itu hanyalah hal mudah bagi wanita lainnya tapi tidak dengan gadis manja itu. Keyla tak terbiasa melakukan pekerjaan dapur dan sejak menikah dengan Martin, gadis itu berusaha berhemat hingga dia rela belajar memasak walaupun rasanya masih belumlah sempurna tapi rasanya sudah cukup lumayan dari pada rasa nasi goreng, yang membuat lidah dan bibir Martin seakan bergetar ketika mengunyahnya bahkan nasi goreng itu seakan meledak didalam mulut CEO yang selalu makan masakan Chef handal yang ada di kota tersebut.


.


_ _ _ _


Waktu menunjukkan pukul 06.00. Martin masih tertidur pulas didalam rumahnya yang tak jauh dari pantai faforit istrinya itu. Pria itu meraba-raba tempat tidurnya namun tak ditemukan Istrinya disampingnya. Dia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dilihatnya Keyla tidak ada di ranjang, pria itu mulai bangkit dari posisi duduknya dia melihat kedalam kamar mandi namun masih kosong. Dengan mata masih terasa berat Martin menutupi anak tangisan berjalan menuju dapur dilihat Keyla sibuk memasak istrinya itu sudah seperti chef saja dia bahkan tak lupa mengenakan apron saat memasak. Martin tersebut kecil sembari menyandarkan tubuhnya dipintu dapur Tersebut, entah sejak kapan gadis kecil itu menjadi candu baginya bahkan bisa mengubah sifat playboy Martin.

__ADS_1


Pria yang dikenal tak tau ampun dan selalu berhawa dingin itu kini sikapnya sedikit demi sedikit sudah mulai berubah. Wajah yang kelihatannya dingin seperti bongkahan es di kutub Utara itu sudah jarang terlihat lagi. Tapi itu hanya di hadapan Keyla saja! Dihadapan orang lain Martin masih tetap sama seperti yang dulu hanya Keyla yang berani membantah setiap ucapnya ya walaupun Sekarang gadis itu sudah jadi lebih menurut tak seperti sebelumnya.


"Sayang kamu masak apa?" Tanya Martin dengan melingkarkan tangannya di perut istrinya.


"Hari ini aku buatkan salad untuk sarapan," ucapnya sembari menghindari pelukan suaminya itu. Keyla masih menjaga jaraknya dengan Martin ya walaupun tidak seperti awal dia bertemu Martin.


"Tidak perlu susah-susah memasak! Besok aku akan panggil pelayan untuk mengurus semua kebutuhan rumah!" ucap Martin sembari duduk di meja makan dan menatap kearah Keyla. Namun Keyla menolak bantuan Martin Tersebut, gadis itu takut jika jatah makanannya berkurang karna membayar pelayan.


"Tidak perlu kak, aku ingin mandiri dan mengerjakan semuanya sendiri," ucapannya sembari menaruh salad yang sudah siap itu dihadapan Martin. Ketika Martin hendak memasukkan satu sendok penuh sayur yang masih mentah itu segera dihentikan oleh Keyla.


"Kak jangan jorok! Bersihkan dirimu dulu," ucapnya sembari menatap lekat kearah Martin.


"Menelan kasar Saliva nya yang terasa getir, "Jangan bercanda kak aku masih gadis dan aku masih belum siap!" rengek Keyla dengan beranjak berdiri.


Selamat menikah selain tidur di ranjang yang sama mereka berdua memang belum pernah berhubungan intim layaknya suami-istri pada umumnya. Martin hanya mengoda Keyla saja. Mereka berdua berjalan bersama dan terlihat Martin memeluk pundak istrinya itu dari belakang Keyla hanya bisa diam dan mereka kembali memasuki kamarnya.


_ _ _ _

__ADS_1


Sekarang Martin sudah mandi dan lengkap dengan pakaian kerjanya sedangkan Keyla masih mengenakan pakaian santai saja karna dia tak bermaksud pergi kemana-mana. Mereka pergi sarapan pagi bersama dan mereka juga ngobrol dengan lumayan akrab sudah banyak yang berubah dari hubungan mereka. Martin berpamitan pergi pada istrinya dan sebelum pergi seperti biasa dia mencium jidat Keyla terlebih dahulu.


Keyla hanya diam dan tak bermaksud membalas kecupan suaminya itu padahal Martin terlihat sangatlah tampan dengan mengunakan jas hitam, jika wanita lain yang ada dihadapannya itu bukan Keyla entah apa saja yang bisa dilakukan wanita itu pada Martin mungkin mereka akan menerkam pria tampan dan berbada bidang itu.


Martin menyentuh jidatnya tanda jika ia ingin balas dari kecupannya tadi.


Eh apa ini, kenapa dia masih belum berangkat juga sih! Padahal biasanya dia langsung berangkat setelah mencium keningku. Gadsi kecil itu tidak peka dengan apa yang suaminya itu inginkan.


mengerutkan dahinya, "Kak apakah jidatmu ada jerawatnya?" tanya gadis itu dengan polos.


Mendengus kesal, "Cium aku!" Perintah Martin dengan sorot matanya yang mulai terlihat kesal. "Kenapa tidak mau? Berani bantah!" Teriak Martin. Pria itu mudah sekali tersulut emosinya bahkan wajahnya kelihatan merah padam karna menahan amarahnya di pagi hari yang cerah ini.


"Mana mungkin aku tidak mau," ucap Keyla dengan mulai mendekati Martin gadis itu mencium kening suaminya.


Sekarang dia sudah menggeser tubuhnya sedikit menjauhi Martin, telihat rona merah di pipi putih gadis remaja itu, bukan rona merah karna marah tapi rona merah karna malu-malu.


Eh apa ini, kenapa kenapa jantungku berdetak semakin cepat setelah menciumnya. Persetan dengan ya yang penting aku sudah menuruti keinginannya itu.

__ADS_1


Mungkin karna aku tadi hanya makan sedikit jadi masih lapar mangkanya jantungku berdetak tak beraturan seperti ini.


__ADS_2