
Tak lagi terdengar Isak tangisnya gadis malang itu! hingga didalam mobil hanya terdengar suara mesin mobil yang terus melaju tanpa henti menerobos jalanan yang terlihat dipadati kendaraan beroda empat, mobil terhenti karena jalanan mulai macet.
Mata Keyla masih sibuk menatap keluar jendela dan terlihat senyum tipis di bibirnya, bahkan wajahnya terlihat sumringah. Ternyata Keyla melihat Ferdi mengendarai motor, persis disampingnya! Tapi Ferdi tak menyadari jika Keyla ada disampingnya. Pandangan Ferdi lurus menatap kearah jalan. hingga tak menyadari jika gadis yang sangatlah ia rindukan sedang menatapnya dari balik kaca mobil didampinginya. "Fer," Tanpa sadar Keyla memanggil nama pria itu dengan suara terdengar renyah dan membuat Martin refleks menoleh kearahnya.
Martin melihat perubahan wajah istrinya yang terlihat sangat bahagia dan tak lagi terlihat kesedihan dimatanya, karna penasaran dengan apa yang sedang istrinya lihat, Martin mengalihkan pandangannya menatap keluar jendela dan alisnya seketika menyatu setelah melihat pria yang pernah menjadi teman dekat istrinya itu! Atau paling tepatnya orang yang sangat istrinya cinta. "Berhenti menatapnya!" Bentak Martin dengan mencengkram pundak istrinya.
__ADS_1
Mata Keyla meloto seketika, mendengar ucapan Martin dan mengalihkan pandangannya menatap Suaminya, "Lalu aku harus menatap siapa?" Tanya Keyla dengan suara terdengar judes dan dengan begitu polosnya. Hingga dia tak menyadari Martin sedang marah.
"Tentu saja menatapku!" Ucap Martin dengan mencubit dagu Keyla dengan tatapan membunuh. Sedangkan asisten yang tak memiliki peran itupun hanya bisa memfokuskan pandangannya kearah jalanan yang terlihat mulai kembali lancar kembali. Kendaraan Ferdi terlihat menjauh, ketika Keyla hendak melihat Ferdi, namun Martin segera mencium bibirnya dengan lembut.
Dasar pria gila! Dia selalu mengancam ku lebih menyedihkan lagi aku sekarang tak berani membantah kata-katanya, dia terlihat sangat marah, tapi kenapa dia mencium ku dengan sangat lembut. Eh, apa ini? Kenapa jantungku berdetak sangatlah kencang! Ini pasti aku sangat membencinya dan betapa bodohnya aku yang membiarkannya menciumiku. Hiks hiks aku tidak bisa menolaknya gadis itu menutup bibirnya dengan sangat rapat.
__ADS_1
"Buka mulutmu!" Ucap Martin. Gadis itu masih tetap menutup mulutnya rapat-rapat! "Cepat buka mulutmu! Apa kamu mau aku merobeknya dengan paksa! Hah!" Ancam Martin untuk yang kedua kalinya, dan membuat nyali gadis kecil dihadapannya menciut seketika. Dengan terpaksa Keyla membuka mulutnya dan membiarkan Martin menciumnya. Namun beberapa saat kemudian Martin menghentikan aktivitasnya. "Pergilah! Apa kamu sangat suka aku cium? sampai memejamkan mata, kamu pasti membayangkan wajahku, kan!" Ucap Martin dengan menggeser duduknya menjauhi gadis yang teraniaya itu.
Apa sih yang ada didalam pikirannya? Bisa-bisanya dia bicara seakan-akan aku yang menyuruhnya menciumiku, hei pria gila sadarlah kamu sendiri yang mengancam mau merobek mulut imut ku ini, hingga memaksaku menuruti perintah konyol mu itu. "Huh!" Betapa inginnya aku mengigit pundaknya itu. Keyla menggeser duduknya menjauhi Martin. sembari menarik satu bibirnya.
Mata Keyla tak hentinya melihat kearah jalanan, ya ini adalah jalan yang sering dia lewati jika dia sedang merasa sedih. Ini adalah pantai Sango, pantai yang sering dia kunjungi jika sedang ada masalah. Mobil yang dikemudikan Pak Hendro terlihat memasuki halaman rumah yang terlihat mewah. Rumah yang seperti istana dipinggiran pantai, rumah bercat putih dan berdindingkan kaca, terdiri dari satu lantai. Rumah yang terlihat nyaman dan indah namun tak begitu besar.
__ADS_1