Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Diijinkan Sekolah


__ADS_3

Semalaman Martin memeluk tubuh kurus Keyla dan tak memberinya kesempatan untuk menghindari dekapannya itu. Keyla mengigit bibir bawahnya mencoba menahan amarahnya yang seakan sudah meledak-ledak seperti lahar gunung berapi yang siapa memuntahkan isi perutnya. Bahkan Keyla dilarang keras mengambil boneka kesayangannya yang teronggok begitu saja dilantai.


_ _ _ _


Plap! Gadis itu mulai membuka matanya perlahan karna silau dengan cahaya mentari yang masuk kedalam ruangan kamarnya, dia memicingkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kornea matanya. Tubuhnya terasa kaku dan berat, ternyata kaki Martin menindi* kakinya dan tangan Martin masih melingkar diperutnya. Dengan sangat perlahan Keyla mulai mengangkat tangan Martin dan menggesernya menjauh darinya, dia mulai menarik kakinya perlahan dan kini Keyla sudah lolos dari dekapan suaminya.


Perlahan dia duduk tegak, dan dia mulai merenggangkan otot-otot tubuhnya yang seakan mati rasa karna semalaman dia dicengkeram oleh makhluk buas yang kini masih tertidur pulas disampingnya itu. Mata Keyla berbinar-binar ketika melihat Bonek kesayangannya yang teronggok dilantai, ketika dia hendak turun dari ranjang. Martin malah menarik lengannya hingga dia jatuh di atas dada kekar suaminya itu. "Apa yang kamu lakukan? Kamu tadi pura-pura tidur, ya!" Maki Keyla karna merasa geram. Baru saja dia bernafas lega karna bisa lepas dari hewan buas yang ada dihadapannya itu, tapi sekarang dia malah jatuh lagi kedalam pelukannya.


"Sudah berani membentak ku! Kamu sudah siap mati."Ucap Martin dengan membelai rambut Keyla perlahan. Kobaran api yang tadinya siap melahap pria dihadapannya itu perlahan mulai menghilang karena mendengar apa yang Martin ucapkan barusan.

__ADS_1


"Ehehe, aku mana berani bicara kasar padamu kak!" Sangat jelas terlihat jika Keyla mencoba memaksakan senyumannya, hingga senyuman itu terdengar hambar seperti masakan yang tanpa diberi penyedap rasa.


"Cepat mandi! Aku akan mengantarmu berangkat sekolah!" Ucap Martin sembari mencium lembut bibir manis istrinya.


Apa yang iblis neraka ini katakan? Dia memperbolehkan ku melanjutkan pendidikan! Ya Tuhan aku sangatlah berterimakasih karena suami kejam ku ini ternyata masih memiliki belas kasih dan hati nurani. Dia bahkan mau repot-repot mengantarku ke sekolah aku sungguh ingin menjadi istri yang baik untuknya dan rasa benciku perlahan mulai pudar. Ya aku juga berterimakasih karena semalam dia memasakkan makanan yang sangatlah lezat. Eh apa ini! Selain mencium ku, tangannya malah aktif menggerayangi setiap lekuk tubuhku.


Baru saja dia bersikap baik padaku tapi sikap mesumnya ini langsung kambuh lagi! "Kak, aku ini bukan wanita murahan yang bisa seenaknya kamu sentuh seenak jidatmu!" Ucap Keyla sembari melepaskan ciuman Martin dan menggeser tubuhnya sedikit menjauh.


"Menghela napas panjang, kamu terlahir dari planet mana sih?" Ucap Martin sembari mengeraskan rahangnya. Dan duduk disamping Keyla.

__ADS_1


Hiks. . hiks,"Tentu saja aku dari bumi! Masak kamu tidak tau."jawabnya dengan polos. sembari menangis sesengukan.


Martin menepuk kepalanya pelan dengan telapak tangannya,"Aku bisa gila jika terus bersama gadis bodoh ini!"Gumam-gumam kecil. "Kamu istriku, jadi itu sudah menjadi tugasmu untuk melayaniku!" Gerutu Martin dengan suara terdengar berat.


Apa yang dia bilang? Aku harus melayaninya! "Baiklah kak! Mulai sekarang aku akan belajar memasak dan aku juga akan membereskan rumah, serta aku juga akan menyiapkan semua kebutuhan mu."Ucap Keyla dengan begitu bodohnya. Dia masih tak mengerti apa yang dimaksud Martin.


"Aku bisa mencekik mati, gadis ini jika terus berada disamping ku,"Gerutu Martin sembari mengengam erat jari-jari tangannya.


"Cepat mandi! Aku akan buatkan sarapan untukmu!"Perintah Martin dengan suara lantang.

__ADS_1


"Kak, biar aku saja yang membuat sarapan pagi." Ucap Key sembari berdiri dari posisi duduknya.


"Apa kamu akan memberiku makanan mentah, dan kamu bisa saja membakar habis dapurku dalam proses memasak itu!" Ledek Martin sembari ikut berdiri dari posisi duduknya. "Cepat mandi! Bicara lagi. Habis kamu!" Keyla langsung mengiyakan ucapan Martin dan melangkah masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2