
Dilihatnya Martin sedang memasak sesuatu di kompor listrik tersebut. Walaupun mengunakan apron Martin tetap kelihatan ganteng dan berwibawa. pria itu begitu lincah dan gesit kesana-kemari, sangking fokusnya dia memasakkan istrinya, sampai-sampai pria itu tak mengetahui jika sang istri telah melihatnya dari pintu dapur. Gadis itu masih tak bergeming dari tempatnya berdiri dia menikmati apa yang suaminya sedang lakukan itu. Terlihat beberapa kali Martin menyeka peluhnya yang berjatuhan di pipinya dengan punggung tangannya. Namun wajahnya tetap terlihat ganteng dan penuh wibawa. Sungguh laki-laki yang sempurna patut jadi idaman kaum hawa.
Masakan itu sudah matang, Martin segera memindahkannya ke mangkuk. Pria itu berjalan menuju meja makan yang ada didalam dapur Tersebut. Dilihatnya sang istri sedang menatapnya dengan rasa kagum bahkan gadis itu sampai bengong melihat suaminya memasak. Setelah menaruh mangkuk Tersebut di atas meja Martin segera berjalan menghampiri istrinya. Dilihatnya luka lebam di pipi dan sudut bibirnya sedikit berkurang, Martin masih merasa murka jika mengingat kejadian kemarin saat istri dipermalukan di depan umum, namun Martin mencoba menahan amarahnya agar Keyla tak mengetahuinya.
Mencium pipi Keyla tiba-tiba, "Apa yang sedang kamu lihat sayang? Jangan bilang kamu sedang terpesona oleh ketampanan suamimu." Ucapnya sembari tersenyum devil.
Apa sih yang ada dipikirannya itu dia terlalu percaya diri, ya walaupun aku akui jika dia tampan dan jago memasak tapi buat apa jika dia tak berkerja setiap harinya Bahkan aku juga penasaran apa sih kerjaannya! Kenapa dia bisa memilih segalanya bahkan rumahnya juga sangat mewah dan megah. gumam Keyla dalam hati.
"Kak kamu masak apa?" Ucap Keyla tak menggubris ucapan suaminya tadi. Keyla lebih tertarik dengan masakan suaminya itu.
"mendengus kesal, aku sudah tau akan begini akhirnya! Ya sudah ayo makan aku sudah memasak sup ikan," ucap Martin sembari menarik tangan Keyla menuju meja makan. Setelah tiba di meja makan Martin segera menarik salah satu kursi. "Duduklah!" gadis itu segera duduk tanpa membantah.
Keyla mulai mengendus bau sup yang tadi di masak suaminya, bau sup Tersebut memanglah sangat harum gadis itu sampai menelan Saliva nya sembari mata masih menatap sup yang masih panas itu. Martin menarik kursi yang ada di samping istrinya. Pria itu segera mendudukkan tubuhnya dan ketika Martin melihat tangan Keyla hendak memegang sendok. Martin segera memukul lembut tangan istrinya itu, gadis itu refleks menatap Martin dengan bibir mengerucut.
"Kak aku lapar," ucapnya lirih sembari masih menatap suaminya dengan raut wajah kelihatan kesal.
Mengusap pelan rambut gadis dihadapannya itu, "Sayang biar aku suapi!" balas Martin sembari tersenyum manis.
Dia kira aku bayi apa pakai disuapi segala! Andaikan aku tidak lapar pasti aku lebih memilih kelaparan dari pada harus makan dari tangannya. Apalah daya ku karna cacing-cacing didalam perutku sudah minta jatah makanannya.
"Baiklah." ucapnya sembari memaksakan senyumannya.
Martin mengambil satu sendok sup yang berisikan ikan, pria itu meniup sup yang masih panas itu. Namun segera dihentikan oleh gadis manja yang ada dihadapannya itu.
"Kak! Kenapa mengambil sup nya sedikit sekali." Ucapnya sembari merenggut.
__ADS_1
Beralih menatap Keyla, "Bibirmu masih bengkak istri kecilku!"
Mendengus kesal, "Tambahi sup nya sampai memenuhi sendok itu!" perintah Keyla dengan menyatuhkan alisnya.
Dasar rubah kecil! Ingin sekali aku tuang sup panas ini ke tangannya, berani sekali dia memintaku. Selama ini tidak ada yang berani menentang perintahku tapi gadis ingusan ini malah berani melotot padaku! Lebih sialnya lagi melihat wajah polos, dan manjanya membuatku tidak bisa menolaknya. Entah sejak kapan aku mulai terbiasa dengan tingkahnya padahal kita menikah belum sampai satu bulan.
Dengan wajah kesal Martin menuruti apa yang istrinya inginkan, entah mantra apa yang diucapkan oleh Keyla hingga empunya rumah mau menurutinya. Martin mulai terbiasa dengan sikap manja Keyla. bahkan Keyla pun sudah mulai terbiasa adanya Martin disisinya bahkan kini gadis itu sudah mulai merasa nyaman perhatian Martin terhadapnya.
Martin menyuapi Keyla dengan sangat telaten. Beberapa saat kemudian sup itu sudah habis dan Keyla makan dengan begitu lahapnya.
_ _ _ _
Seperti biasa Keyla dirumah sendirian dan Martin pamit berangkat kerja, namun Resni datang menjenguk Keyla tanpa membuat janji dengannya. Paling tepatnya Martin yang menyuruhnya datang untuk menemani Keyla di rumahnya. Orang tua Keyla tak mengetahui apa yang terjadi pada putrinya karna Martin sengaja merahasiakannya agar mereka tidak khawatir.
Tok tok tok!
Bunyi ketukan pintu, Keyla segera menaruh bukunya dan berjalan menuju pintu, setelah pintu terbuka alangkah kagetnya Keyla melihat Resni sudah berdiri didepan pintu sembari membawa paper bag yang berisikan es cream coklat kesukaannya. Keyla segera mendekap tubuh sahabatnya itu karna dia tak menyangka jika Resni akan datang berkunjung kerumahnya. Keyla menyuruh Resni masuk kerumahnya. Resni sangat takjub dan kagum dengan rumah sahabatnya itu, mata Resni menyapu seisi ruangan itu.
"Key, indah sekali! Kamu pasti betah tinggal di sini?" Ucap Resni sembari mengikuti langkah Keyla menuju ruang tamu.
"Tentu saja Res!" Sahut Keyla singkat sembari mendudukkan tubuhnya kembali ke sofa.
Duduk disamping sahabatnya, "Key, maafkan aku karna kemarin aku tidak bisa membantumu," ucap Resni sembari menundukkan pandangan. Raut sedih, dan juga rasa bersalah tersirat diwajahnya. Resni sangat menyayangi sahabatnya itu dia bahkan tak pernah ingin sesuatu terjadi pada Keyla, tapi kejadian di toko itu memanglah di luar batas kemampuannya.
"Sudahlah Res, aku juga baik-baik saja kan," ucap Keyla sembari tersenyum lebar, "Res aku heran, dari mana Papamu mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Keyla sembari mengerutkan dahinya menatap kearah Resni.
__ADS_1
Untuk saja kak Martin tadi memberitahuku semuanya hingga aku tidak perlu kebingungan menjawabnya. Martin memang memberi tahu Resni sebelum dia datang kerumah Keyla.
"Sebenarnya bukan Papa yang menolong mu Key. Rekan bisnis Papa ku yang menolong kita karna dia tidak tega jika melihat anak seumuran kita diperlakukan dengan sangat kasar." Sahut Resni dengan mencomot kue brownies yang ada di atas meja itu.
Merek berbincang-bincang dengan lama Hinga akhirnya mereka berdua bosan dan lebih memilih untuk jalan ditepi pantai.
_ _ _ _
KANTOR MK GROUP!
Martin masih sibuk menandatangani berkas yang ada di atas meja kerjanya, Pak Hendro datang menghampirinya. Seperti biasa sekertaris itu membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum bicara. "Tuan muda, nona Kiren sudah mengumumkan kebangkrutannya seperti apa yang anda inginkan!" Ucap Hen sembari menyodorkan koran dihadapan Martin.
Martin menghentikan aktivitasnya dia segera menaruh bolpoin yang sedang dipegangnya tadi, pria itu ganti menatap asistennya sembari mengambil koran yang sedang disodorkan asistennya itu. Wajahnya terlihat sangat puas saat membaca tulisannya yang ada didalam koran tersebut
"Hen! Apakah dia sudah pergi dari kota ini?" Tanya Martin sembari melipat kembali koran yang sempat dia baca tadi.
"Nona Kiren sudah meninggal kota ini pagi tadi," Sahut Pak Hen. Setelah melihat isyarat tangan Martin, Pak Hen segera membungkukkan badannya dan masuk kembali kedalam ruangannya yang ada di samping ruangan Presdir itu.
SETELAH BACA JANGAN LUPA TINGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
SERTA BERI KRITIK DAN JUGA SARAN AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMAT KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊
KLIK PROFIL SAYA DAN IKUTI AKUN MANGATOON SAYA SERTA IKUTI SETIAP KARYA SAYA.
YANG MAU GABUNG DI GRUP WHATSAPP SILAHKAN TINGALKAN NO PONSELNYA, NANTI AKAN SAYA PC.
__ADS_1