
Di perjalanan pulang pak Hendro seperti hendak menanyakan sesuatu pada Martin, namun jika di lihat dari raut wajahnya. kelihatan sekali jika dia sedang ragu ragu. . ! karna takut terkena amarah majikanya. namun Hendro pun terpaksa mengeluarkan unek-unek nya tersebut.
"tuan. . bolehkah saya bertanya. . ?" ucap Hendro sembari mengigit bibir bawahnya, dengan rasa takut
"bicaralah" sahut Martin datar sembari menatap ke arah jalanan dari balik kaca mobil.
"Ken. . kenapa tuan membawa boneka nona Keyla" ucap Hendro dengan suara terputus putus. Martin segera melirik ke arah Hendro dengan tatapan tajam karna mengingat bau boneka Keyla tersebut yang membuat Martin pusing tujuh keliling.
"jangan ikut campur, jika sudah sampai di rumah. .! suruh pelayan untuk mencuci nya sampai bau busuk boneka itu benar benar hilang" ucap Martin yang masih menatap ke arah Hendro. namun Hendro tak berani membalas tatapan majikanya tersebut yang kelihatan dingin dan tajam seakan mau menerkamnya. Hendro lebih memilih memfokuskan pandanganya ke arah jalanan
" dan jangan lupa, perbaiki juga bentuknya" imbuh Martin sembari mengalihkan pandangannya kembali ke arah jalanan. yang terlihat gelap, supir Martin pun hanya bisa menuruti ucapan majikanya tersebut.
Beberapa menit kemudian, mobil yang di kemudikan oleh Hendro berhenti di halaman rumah yang terlihat megah dan mewah bak istana, karna rumah Martin memang megah dengan bangunan kokoh dan banyak tian tiang penyangga yang berlapis emas. rumah tersebut kelihatan sangat berkilau, dan indah dengan berdinding kan kaca juga menambahkan keeleganan bangunan tersebut, namun warna keemasan tersebut malah kelihatan Dingin seperti pemiliknya tak terlihat suasana hangat seperti rumah.
Martin pun segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, terlihat pelayan dan pengawal Martin pun berjejer di depan pintu rumah, menyambut kedatangan majikanya tersebut sembari membungkuk kan badanya memberi hormat
Salah satu pelayan segera mengekor di belakang Martin sembari berkata
__ADS_1
"tuan. . makan malam nya sudah siap" ucap salah satu pelayan yang terlihat setengah baya. tanpa melihat orang yang sedang bicara dengannya, Martin menjawab
"buang saja makanan Nya, aku tidak punya selera makan" sahut Martin sembari berjalan pergi. dan masuk ke dalam kamarnya. karna sejak mencium bau boneka Keyla Martin seakan kehilangan selera makannya dan bau boneka tersebut seakan masih tercium di hidung Martin
Setelah masuk ke dalam kamar pribadi miliknya, Martin pun menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke dalam ranjang sembari bergumam
"siall. . sekali aku hari ini. . ! kenapa aku bisa mencium Boneka gadis bodoh itu" gumam Martin jengkel dan menutup kepalanya dengan bantal
Di sisi lain
Hendro pun segera memangil bik Nani.
"bik Nani, cucilah Bonek ini dan juga perbaiki bentuknya " ucap pak Hendro sembari memberikan boneka kelinci yang berwarna kecoklatan, karna memang jarang sekali di cuci . bahkan bentuknya lebih mirip 🐷 **** yang masuk ke lumpur. bik Nani segera mengambil boneka tersebut sembari berkata
"pak Hendro. . kamu pungut di mana Bonek kotor dan bau seperti ini" tanya bik Nani sembari memegang boneka tersebut dengan ke dua jarinya dan satu tangan lagi menutup Indra penciumannya. namun dengan cepat Hendro langsung menyuruh Nani diam. karna tak ingin terkena amarah Martin
"sssttttt. . . bik Nani, kecilkan suara mu" ucap pak Hendro dengan nada suara yang tertahan
__ADS_1
"ini milik salah seorang gadis, dan tuan yang menyuruh mencucinya" imbuh Hendro menjelaskan. dan Hendro pun menceritakan kejadian di depan sekolah Keyla dan di rumah Keyla. bik Nani pun berkata
"baru kali ini saya melihat tuan perhatian dengan lawan jenis. dan baru sekali ini juga saya melihat Tuan membawa seorang wanita ke rumah" jawab bik Nani sembari mengerutkan dahinya heran melihat tingkah majikanya tersebut.
Setelah pak Hendro pamit pergi, Nani pun segera menyuruh pelayan lainnya untuk membersihkan boneka Keyla tersebut
Kediaman Keyla
Malam itu Keyla tertidur pulas, karena terkena efek dari obat yang di minum nya. tanpa Key sadari boneka kelinci kesayangan nya itu sudah berpindah tangan.
Jordan dan Sinta, membuka pintu kamar Keyla dan berganti mencium putri bungsunya tersebut, tak lupa sebelum pergi Jordan pun menaruh punggung tangannya di jidat Keyla. dan berkata pada Sinta
"demam Key sudah turun" ucap Jordan sembari menatap wajah cantik Sinta yang masih kelihatan khawatir.
Setelah mendengar ucapan Jordan Sinta pun menyiratkan senyuman bahagia dan berganti dengan Jordan mencium lembut kening Keyla. dan melangkah pergi meninggalkan kamar Keyla. .
like dan komen kalian semangat saya untuk up date teratur ya. .
__ADS_1
jangan lupa vote