
Martin berlari memasuki dapur dan dia segera memeluk tubuh istrinya. Terlihat beberapa kali Martin menepuk pelan pipi istrinya namun Keyla masih saja tak sadarkan diri. Martin semakin khawatir dia segera mengendong istrinya dan Martin berjalan tanpa memperdulikan sayur-sayuran yang tergeletak begitu saja di lantai. Martin berlari menuju ruang tamu dan menaruh pelan istri Kecilnya di atas sofa yang ada di tengah-tengah ruang tamu tersebut. Keyla masih tak sadarkan diri bahkan wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya sangatlah lemah hingga membuat Martin semakin khawatir.
Martin segera berlari menuju meja yang tak jauh dari posisinya berdiri, Martin meraih kasar gagang telfon yang ada di atas meja tersebut. Martin segera menelepon dokter pribadinya. Selesai bicara ditelepon, Martin berlari kembali menghampiri istrinya yang masih belum juga sadarkan diri.
Tap tap tap!
Langkah seseorang berjalan menghampiri Martin, Ya itu adalah suara langkah Pak Hendro, karna setiap pagi sekertaris itu akan datang untuk menyiapkan kebutuhan Martin.
berjalan cepat menghampiri Martin, setelah tiba dihadapan majikanya, Pak Hen tak lupa membungkukkan badannya, "Tuan muda, apa yang terjadi?" Tanya Pak Hen sembari menatap kearah Keyla yang masih tak sadarkan diri. Pak Hen segera mengambil minyak gosok yang selalu dia bawah di tas kerjanya. Menuangkan sedikit minyak tersebut di tangannya. Namun ketika Pak Hen hendak mendekatkan tangannya di hidung Keyla, Martin segera mengehentikan ya.
Menatap Pak Hen dengan tatapan dingin, "Apa yang mau kamu lakukan!" Teriak Martin sembari menyatuhkan alisnya.
Menjauhkan tangannya dari hidung Keyla, "Nona muda akan segera bangun jika diberikan ini." Jelas Pak Hendro untuk meyakinkan Martin jika apa yang hendak dia lakukan tidak akan membahayakan keadaan Keyla.
Terdiam sesaat sembari menatap Keyla yang masih belum sadar, "Baiklah, tapi jika sampai dia terluka maka. Habis kamu Hen!" Ancam Martin dengan tak menoleh.
Kemana perginya semua kepintaran mu tuan muda, mana mungkin Nona muda akan mati hanya dengan menghirup aroma minyak gosok! Dan kenapa tuan muda selalu terlihat sangat mengerikan jika sudah menyangkut kesehatan Nona muda. Aku tau tuan muda sangatlah mencintainya tapi kau tidak harus membuang semua kecerdasan mu kan. Begitu kira-kira arti dari kerutan di dahinya Pak Hendro.
__ADS_1
Tak lama setelah mencium aroma minyak gosok itu, Keyla perlahan mulai membuka matanya dan Keyla memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Terlihat Martin menghembuskan nafas lega karna melihat Keyla yang sudah kembali sadar. Pak Hendro segera membungkukkan badannya dihadapan Keyla, dan dia segera mundur kebelakang agar Martin bisa berhadapan dengan istrinya.
"Sayang, apa yang terjadi?" Tanya Martin sembari mencium lembut kening Keyla.
Belum sempat Keyla menjawab dokter yang tadi ditelpon Martin sudah tiba. Martin menatap tajam kearah dokter tersebut sembari melihat jam didinding yang ada diruang tamu tersebut.
Mengalihkan pandangannya dari jam didinding dan menatap kearah dokter pribadinya, "Berani sekali kamu telat datang! Beraninya kau mengabaikan perintahku!" Teriak Martin dengan menyatuhkan alisnya. Terlihat peluh dokter itu mulai menetes dari keningnya.
Karna jarak rumah sakit dan kediaman Keyla membutuhkan waktu setengah jam lamanya jadi sangat membutuhkan waktu untuknya tiba dirumah Tersebut! Padahal dokter tersebut sudah mempercepat laju mobilnya tapi tetap saja dia terlambat datang.
Membungkukkan badannya, "Ma. . maaf Tuan muda, saya sudah berusaha semampunya." Ucap Dokter Tersebut sembari menarik tubuhnya kembali. Dokter itu terlihat ketakutan seperti hendak dieksekusi.
Menatap kearah suaminya, "Memangnya dokter tersebut, telat berapa jam?" tanya Keyla yang sangatlah penasaran.
Menatap istri kecilnya, "Dia telat satu menit dari waktu yang telah aku tentukan!" ucap Martin dengan wajah tak merasa bersalah sedikitpun.
Apa katanya, hanya telat satu menit saja dia sampai mau menghancurkan hidup seseorang. Suamiku benar-benar manusia yang sangatlah mengerikan. Hei Tuan muda, aku hanyalah pingsan saja tali Kenapa kau bertingkah seolah-olah aku sedang dalam kondisi kritis! Gumam Keyla dalam hati yang merasa geram akhibat ulah suaminya yang dengan mudahnya menghukum seseorang hanya karna telat satu menit saja.
__ADS_1
Pak Hendro yang melihat drama yang pastinya tidaklah akan berakhir dengan cepat. Pak Hen segera mengusulkan pada Martin agar dokter itu memeriksa keadaan Keyla. Agar mereka tau apa yang sedang terjadi pada Keyla. Sebenarnya Martin masih sangat emosi karna dokter itu terlambat datang walaupun hanya terlambat satu menit saja. Karena melihat kondisi istrinya akhirnya lagi-lagi Martin melupakan emosinya demi istri kecilnya.
_ _ _ _
Selesai memeriksa keadaan Keyla, dokter tersebut terlihat sangatlah bahagia. Namun berbeda halnya dengan Martin, pria dingin itu semakin emosi karna melihat ekspresi dokter tersebut yang merasa bahagia karna melihat istrinya yang sedang sakit.
Meraih kera baju dokter tersebut sembari berkata, "Sudah bosan hidup, Hah! Beraninya kamu tersenyum saat istriku sedang sakit!" ucap Martin yang mulai tak bisa menahan amarahnya lagi. Bahkan Martin tak bertanya kenapa dokter itu sampai berani Tersenyum dihadapannya.
SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
SERTA TINGALKAN LIKE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
NUMPANG PROMO SEBENTAR YA!!!
BACA KELANJUTAN NOVEL SAYA YANG JUDULNYA SANG PENAKLUK SEASON 2.
__ADS_1
TERIMAKASIH.