Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Bertemu Jeni


__ADS_3

Jeni memeluk tubuh Martin dengan sangat lama, sangat jelas terlihat jika dia sangatlah merindukan pria yang sekarang ada didalam pelukannya itu. Martin hanya diam mematung, pria itu tak membalas pelukan Jeni namun dia juga tak menolak pelukan kakak istrinya itu. beberapa saat kemudian Jeni mulai melonggarkan pelukannya pada Martin. Jeni semakin mendekatkan wajahnya di wajah Martin. Namun ketika Jeni hendak mencium bibir Martin, pria itu segera mengelak dan mendorong kasar tubuh Jeni agar menjauhinya, Jeni pun hampir saja tersungkur kelantai namu Hendro dengan sikap segera menarik tangan Jeni hingga dia tak jadi terjatuh.


Tersenyum sinis, "Lain kali hati-hati nona!" ucap Pak Hen memperingatkan Jeni. memang dia bicara memperingatkan Jeni tapi sorot matanya Sangatlah jelas terlihat jika Hendro sedang menghina sikap bodoh wanita itu.


Balas melotot pada Hendro, "Lepaskan tanganmu!" ucapnya sembari menarik lengannya dengan kasar dari genggaman Hendro.


Jeni kembali menatap kearah Martin, "Apa yang kamu lakukan sayang. Aku sangat merindukanmu," ucapnya dengan gaya mengoda.


"Jaga sikapmu Jeni! Kita sudah putus dan berhentilah menghubungiku lagi mulai dari sekarang!" Perintah Martin dengan menyiniskan pandangannya.


Jeni tak mengubris Ucapanya dan dia malah memelukku Martin untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Sikap anggun yang biasanya ditunjukkan Jeni, kini mulai menghilang wanita itu sudah mulai kehilangan kendalinya saat Martin memutuskan hubungan dengannya. Bahkan Jeni sempat mengancam untuk bunuh diri jika sampai Martin benar-benar meninggalkannya. Namun Martin yang mempunyai hati sedikit batu es yang ada di kutub Utara itu, tak mengubris sedikitpun ucapan wanita itu.


Menatap dengan raut wajah kelihatan serius, "Aku sudah menikah! Berhentilah menggangguku Jen." Ucap Martin dengan nada suara lantang.


Jeni tertunduk untuk sesaat, "Kamu kira aku bisa kamu bohongi! Jika aku tidak bisa jadi istri pertama mu, maka jadikanlah aku istri kedua." Ucap Jeni yang masih tak mau menyerah. Dari pada harus berpisah dari Martin Jeni lebih memilih jadi yang kedua asalkan dia bisa tetap ada disampingnya.


Suasana didalam rumah yang tadinya terlihat tenang itupun seakan ramai, Jeni membuat kegaduhan didalam rumahnya karna mengetahui Martin yang sudah menikah. Pak Hen yang tak memiliki peran itupun hanya bisa diam dan menikmati drama yang ada dihadapannya itu.


Padahal Jeni tau dengan sangat jelas jika Martin sering bergonta-ganti wanita setiap minggunya, tapi entah mengapa Jeni masih saja mencintai Martin sedalam itu. Sebenarnya kasihan juga Jeni karna dia sering melihat Martin bergandengan tangan dengan wanita lain dihadapannya namun itu tak membuat cinta Jeni hilang pada Martin. Semakin hari cinta Jeni justru semakin dalam pada pria dihadapannya itu bahkan dia bisa berbuat apapun untuk mendapatkan cintanya itu.


Jeni menangis sejadi-jadinya sembari mata masih tak bergeming menatap Martin, sedangkan Martin yang bersikap dingin itupun hanya bisa memandanginya saja tanpa merasa ibah sedikitpun.

__ADS_1


Sejak Martin memutuskan jatuh cinta pada Keyla Martin sudah memutuskan semua hubungannya dengan wanita lain. Walaupun Martin sangat tau jelas jika saat ini Keyla masih mencintai Ferdi.


"Hubungan kita sudah berakhir sejak lama Jen! Aku juga sangat mencintai Istriku!"


"Siapa nama Istrimu Martin? Apakah dia lebih cantik dariku," tanya Jeni sembari mengusap air matanya dengan punggung tangannya.


Menyungingkan salah satu senyumannya, "Dia tidak cantik! Tapi dia sangat polos dan lugu. Aku sudah jatuh hati padanya!" Ucap Martin sembari melangkah pergi Martin meninggalkan Jeni begitu saja.


Setelah Martin dan Pak Hendro pergi dari rumah itu. Jeni membanting dan merusak perabot yang ada didalam rumahnya dia sangat kecewa dan merasa frustasi mendengar ucapan Martin. Bahkan sikapnya yang anggun itu pergi entah kemana, sekarang yang ada sikap Jeni sudah seperti orang gila dia berteriak-teriak dan menangis tersedu-sedu sangat jelas terlihat jika dia sedang terluka.


Pelayan rumah itu hanya bisa diam karna takut terkena amarah majikanya yang sedang patah hati itu.

__ADS_1


Mata Jeni terlihat bengkak karna terlalu lama menangis akhirnya dia tertidur di sofa, walaupun tertidur tapi Jeni masih sesenggukan menandakan jika luka yang sedang ia alami terlalu dalam.


__ADS_2