Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Merayu part 2


__ADS_3

Martin tak menanggapi sikap manja Keyla, dia masih memegangi pundak Keyla dan mengajaknya untuk kembali masuk kedalam dapur. Namun kali ini Martin tidak menyuruh Keyla memasak, Martin malah menyuruhnya duduk di kursi dan melihat Martin memasak makanan untuknya. Martin segera mengenakan apron, dengan lihainya Martin memasak beberapa menu makanan tanpa merasa kesulitan sedikitpun.


Pria ini sungguh sempurna! Selain kaya, ganteng, gagah ternyata dia juga jago memasak. Aku sangatlah beruntung menikahi pria kaya dan bertanggung jawab sepertinya! Aku sangat ingin melahirkan anak untuknya. Haha andaikan aku tidak mengetahui semua tingkahnya pasti itu semua yang aku ucapkan. Tapi aku bakar semua kata-kata yang aku ucapkan barusan!


Aku sungguh ingin segera mengusirnya dari hidupku, andaikan aku bisa.


Gadis itu masih memandang Martin yang sibuk memasak, dia menatap Martin bergerak ke sana kemarin. Tak lama kemudian Martin membawa dua piring nasi dan ikan bakar. Satu piring ditaruh dihadapan Keyla dan satu piring lagi ditaruhnya didepannya.


"Makanlah!" Ucap Martin singkat. Keyla kaget melihat tampilan makanan yang terlihat sangatlah lezat dan jika dicium dari aromanya pastilah ikan bakar itu terlihat sangatlah enak dan. Keyla menelan Saliva nya melihat kearah ikan bakar yang ada dihadapannya.


Tanpa ba-bi-bu Keyla yang sudah merasa lapar itu segera mengambil satu sendok nasi dan dimasukkan ke mulutnya, dia sangatlah menikmati apa yang sedang dia makan. Dia bahkan makan dengan sangat lahapnya, dia bahkan tak menyadari jika Martin sedang menatapnya dengan bergidik geli. Pastilah dia sangat geli dan merasa terganggu karna pemandangan yang tak lazim itu, semua wanita yang pernah makan bersama Martin adalah wanita yang anggun dan sangat menjaga penampilannya! Sangatlah berbeda dengan Keyla yang tak menjaga keanggunannya dia malah makan sampai habis 2 piring.


"Jika kamu masih lapar, makanlah punyaku!" Ucap Martin sembari menyodorkan piring berisikan nasi dan ikan bakar yang dia masak tadi,"Aku bahkan tidak nafsu makan melihatnya jorok seperti itu! Habis makan habislah kamu!"gumam-gumam kecil sembari menatap kearah Keyla yang tanpa sungkan mengambil piring yang Martin sodorkan dan dia segera melahap makanan di piring itu tanpa sisah.


"Kak, aku kenyang sekali."Ucap Keyla sembari memasukkan satu sendok terakhir kedalam mulutnya. "Masakan mu sangatlah lezat."Ucap Keyla sembari mengunyah nasi bercampur ikan yang ada didalam mulutnya.

__ADS_1


"Tentu saja kamu kenyang, karna kamu memakan 3 piring nasi! Huh!" Gerutu Martin dengan tatapan tajam. "Sekarang ikut aku!" Ucap Martin sembari mencengkram lengan Keyla, hingga Keyla meringis kesakitan.


"Kak kita mau kemana? Kamu kan belum makan, apa kamu tidak lapar?" Tanya Keyla dengan berjalan cepat mengikuti langkah Martin yang mulai keluar dari dapur.


"Aku membawamu karna aku akan memakanmu!" Ucap Martin sembari menyungingkan senyuman devil ya.


Apa yang bajinga* ini bilang? Dia akan memakanku, dia akan memotong kepala dan memisahkan organ-organ yang ad ditubuh ku seperti yang ada didalam film. Aku harus cari akal untuk merayunya.


Tak terasa malam semakin larut dan hari pun mulai gelap, Martin mulai membuka pintu kamar dan menguncinya kembali, dia segera mendorong Keyla keatas ranjang hingga Keyla terjatuh dengan sangat kasar. Tanpa sungkan Martin segera membuka baju yang ia kenakan dan melemarnya kasar kelantai. Keyla yang sempat melihat Martin telanjang dada segera membuang mukanya kearah berlawanan.


"Siall! Dia menodai mata suci ku! Sebenarnya apa yang mau dia lakukan? Dia bilang mau memakanku, tapi kenapa malah buka baju dan membuat aku kehilangan mata virgin ku!"Gerutu Keyla sembari meringkuk didalam selimut sembari memeluk boneka kesayangannya yang ada disampingnya.


"Kak, jangan makan aku! Percayalah padaku, dagingku sangatlah tidak enak dan lebih enak ikan bakar ya kamu masak tadi!"Ucapanya terdengar sangat polos, dengan suara terdengar bergetar.


Martin memicingkan matanya setelah mendengar ucapan Keyla barusan,"Ha. .ha. .ha. .! Kamu bodoh sekali" Ucap Martin sembari menindi** tubuh Keyla dan segera membuang boneka yang menutupi wajahnya,"Mataku sakit jika melihat Bonek jelekmu itu!"Ucapanya terdengar geram.

__ADS_1


Tubuh Keyla semakin gemetaran saat Martin mulai menjilati pelan telinganya dan mulai turun menyusuri setiap lekuk lehernya."Ah!" Desahannya mulai terdengar."Kak, aku mohon hentikan. Apakah ini caramu memakanku? Masih ada nasi didapur kak! Biar aku ambilkan jika kamu lapar."Ucapanya dengan polos.


"Huh! Sikap polosnya membuatku tak tega." Ucapnya dalam hati dan Martin segera berdiri dan masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya, tak lama kemudian dia keluar dan sudah berganti piyama tidurnya. "Cepat ganti bajumu,"Ucapanya sembari naik keatas ranjang. Tanpa bicara Keyla segera berdiri dari posisi tidurnya, dia masuk kedalam kamar mandi.


"Huh! Kenapa warnanya sama dengan yang kak Martin punya!"Herutui dengan nada suara terdengar jeles. Dengan mulut masih berceloteh kemana-mana dia mengenakan piyama yang sudah disiapkan untuk ya.


Keyla keluar dari kamar mandi dan dia berdiri cukup lama didepan pintu kamar mandi, dia pasti bingung mau tidur dimana. Martin yang sudah tidur dibawah selimut mulai membuka matanya menatap tajam kearah Keyla.


"Matikan lampu, dan cepatlah naik!"


"Naik kemana? Kak!"


"Keatas ranjang!"


"Aku tidur di sofa saja!"

__ADS_1


"Beraninya membantah ucapan ku! Kamu mau mati!" Ucap Martin dengan tatapan membunuh.


Selesai mematikan lampu Keyla segera naik keatas ranjang, dia berbaring dengan sangat pelan setelah dia tidur di atas ranjang, Martin segera memeluknya,"Berani menolak! Habis kamu malam ini!"ucapnya sembari mempererat pelukannya.


__ADS_2