
Setelah Keyla melepas pelukan Ferdi, Keyla melihat keluar rumah dia melihat Martin dan Sendi sedang berbicara dengan wajah nampak sangat serius entah apa yang sedang mereka bicarakan. Suara Ferdi seketika membuatnya kembali menatap kearah sahabatnya itu.
"Key, aku kesini hanya ingin mengetahui apakah kamu bahagia hidup dengannya?" Tanya Ferdi sembari menatap kearah Martin yang masih sibuk berbincang serius dengan kakaknya.
Menundukkan pandangannya, "Aku mencintainya Fer! Aku juga bahagia hidup dengannya. Kuharap kau bisa melupakan ku!" Keyla bicara sembari menelan paksa Saliva nya yang terasa getir. Sebenarnya Keyla tak tega mengucapkan kata kata yang pastinya akan melukai hati Ferdi. Namun apalah daya itu harus Keyla lakukan demi menjaga hubungannya dengan suaminya! Lebih lagi Keyla tak ingin Ferdi berharap lebih padanya.
Setelah Keyla bicara raut wajah Ferdi terlihat sangat sedih, pria itu bahkan menundukkan pandangannya sesaat. Ruangan yang terlihat mewah dan sejuk itu kini berubah menjadi panas dan pengap seolah tak ada fentilasi udara sama sekali! Kesedihan Ferdi seolah menyiksa Keyla, tapi apalah daya gadis itu juga harus menjaga perasaan suaminya! Ferdi masih menundukkan pandangannya mereka berdua masih berdiri ditengah ruang tamu rumahnya. Tak ada satupun dari mereka yang bergerak, atau tanda tanda hendak pergi ataupun membuka mulutnya untuk bicara Keyla masih menatap kearah Ferdi dengan tatapan sendu.
Mengangkat kepalanya, "Key! Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi!" Tanya Ferdi dengan suara hampir tak terdengar. Sangat jelas terdengar dari nada ucapannya jika Ferdi begitu terluka dan kecewa dengan pujaan hatinya itu. Namum apalah daya jika itu memang keputusan Keyla. Mata Ferdi berkaca-kaca menatap kearah Keyla, dari sorot matanya Ferdi seperti mengharapkan jika dirinya masih menghuni relung hati Keyla.
__ADS_1
Membuang pandangannya, "Aku sama sekali tidak mencintaimu Fer! Mulai sekarang lupakanlah aku, dan carilah gadis yang lebih baik dariku!" ucap Keyla sembari berlari dan menaiki anak tangga dengan kasar.. Air mata Keyla meleleh jatuh ke pipi putihnya, air mata itu bagaikan derasnya air sungai dan terus jatuh tanpa henti membasahi pipinya. Keyla terus berlari dan masuk kedalam kamarnya sangat jelas terlihat jika dia merasa sedih karna telah menyakiti hati Ferdi tapi apalah daya itu harus tetap dia lakukan bahkan Keyla tak berani menatap mata Ferdi saat bicara.
Tak dapat di pungkiri jika Keyla masih memiliki perasaan terhadap Ferdi, tapi sekarang sudah berbeda Keyla telah menikah dan memiliki suami terlebih lagi suaminya bisa melakukan hal yang kejam! Demi menjaga Ferdi. Keyla terpaksa berbohong padanya agar Ferdi berhenti mengharapkan Keyla lagi. Isak tangis Keyla semakin menjadi bahkan terlihat matanya mulai bengkak sesekali Keyla menyeka air matanya yang mulai membasahi pipinya. Keyla menjatuhkan tubuhnya di ranjang dengan kasar dan dia memeluk boneka kesayangannya.
Di ruang tamu.
Martin mulai mengeraskan rahangnya dan menatap kearah Sendi dengan tatapan membunuh, wajah Martin terlihat merah padam dan amarahnya semakin memuncak karna dia tak berhasil memukul wajah ganteng Ferdi. "Beraninya kau menjauhkan bocah tengik ini dari hadapanku!" teriak Martin pada Sendi sembari masih mengepalkan tangannya pria itu bahkan bernafas dengan kasar karena amarahnya sudah mulai meledak ledak, bagaikan bom yang sudah kehabisan waktunya dan sudah siap menghancurkan apa saja yang ada didekatnya.
Berdiri dihadapan adiknya, "Dia adikku Martin jangan keterlaluan! Aku mengantarnya kesini hanya untuk membuktikan jika Keyla hidup bahagia bersamamu. Dan supaya adikku bisa dengan mudah melupakan Keyla, Istrimu!" balas Sendi Karna merasa jika apa yang dilakukan adiknya tidaklah salah.
__ADS_1
"Pergilah! Jika bocah tengik ini bukan adikmu maka aku akan membunuhnya saat ini juga!" Teriak Martin dengan suara lantang sembari berbalik arah dan menaiki anak tangga rumahnya. Martin lebih memilih tidak memperpanjang masalah, karna Martin lebih memilih melihat keadaan istrinya itu.
Sendi mengajak Ferdi pergi dari rumah itu namun Ferdi masih tetap tak bergeming dari posisinya berdiri, Ferdi mulai mengangkat kepalanya dan menatap kearah pintu kamar Keyla. "Fer! Ayo pergi, kamu sudah tau kan jika Keyla sekarang sudah hidup bahagia, kamu tidak perlu menggangunya lagi! Kakak khawatir lain kali tidak bisa menyelamatkanmu dari amarah Martin. Martin bisa memaafkan mu kali ini karna dia masih menganggap Kakak sahabatnya." jelas Sendi, Karna Sendi takut jika ini sampai terjadi lagi maka Martin tak segan segan melukai adiknya.
Sendi menarik kasar tangan Ferdi dan mulai keluar dari rumah itu, dengan berat hati Ferdi mengikuti langkah kaki Sendi keluar dari rumah Keyla. Terlihat beberapa kali Ferdi masih menatap kearah pintu kamar Keyla, sangat jelas terlihat jika Ferdi tak ingin meninggalkan rumah itu. Setelah tiba di halaman rumah Keyla, Sendi segera berjalan mendekati pintu mobilnya, Sendi membukakan pintu depan mobil untuk adiknya, Ferdi mulai masuk kedalam mobil dengan bahasa tubuh yang tak memiliki semangat sedikitpun dia terlihat lemas dan murung.
Hati Ferdi hancur berkeping-keping saat mengingat ucapan Keyla, gadis itu kini telah melupakannya dan memiliki kehidupan yang baru bersama suaminya. Fedi menatap keluar jendela. Pantai Sango, pantai yang dulu sangat dia kagumi, pantai yang masih jarang di jamah oleh wisatawan, pantai yang dulu bisa membuat hatinya tenang jika dia sedang ada masalah. itu semua kini telah berubah! Pantai itu sekarang malah menjadi pantai yang ingin dihindari oleh Ferdi. Karna jika dengan melihat pantai itu pastilah akan membuat Ferdi ingat pada Keyla.
Mobil yang dikemudikan oleh Sendi masih terus melaju dengan kencang, tak ada perbincangan yang terdengar dari dalam mobil itu hingga hanya terdengar suara mesin mobil saja yang menyala. Sesekali Sendi melihat kearah adiknya, dilihatnya Ferdi masih menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, Sendi hanya diam tak menegurnya dan dia kembali memfokuskan pandangannya menatap kearah jalanan.
__ADS_1