Dreams

Dreams
Part 10


__ADS_3

Ketika malam tiba, Clara sedang sangat bosan entah mau ngapain semua serasa membosankan.


Tingg


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Clara, tertera nama Revan disana.


Revan


Ra, jalan yuk, ku jemput sekarang.


"Tumben ngajak jalan berdua" batin Clara.


Clara pun segera berdandan cantik lalu tidak lupa untuk meminta izin kepada mamanya dan menunggu Revan datang menjemputnya di teras.


Baru saja menginjakkan kaki keluar, Revan pun datang dengan motor gedenya, Clara lupa bahwa Rumah mereka cukup dekat. Clara memperhatikan Revan betapa tampannya ia malam ini dimata Clara.


"Mau kemana sih, Rev?" tanya Clara setelah menaiki motor Revan.


"Ada deh." Revan pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan di bawah rata-rata.


Setelah 20 menit berlalu akhirnya Clara dan Revan sampai pada tujuan yang Revan hendaki, tepatnya di sebuah taman, ya Revan mengajak Clara ke taman yang tidak terlalu jauh dari komplek nya.


Clara melihat sebuah bunga yang dirangkai menjadi bentuk hati 'Love', bunga itu membuat menarik perhatian sang Clara karena keindahannya.


Tiba-tiba Revan menarik tangan Clara menuju tempat yang menarik perhatian Clara itu.


"Ra, mungkin kamu sudah tau apa maksudku, jadi aku tidak perlu berbasa-basi lagi. Apakah kamu mau menjadi kekasih ku?" ujar Revan bertanya.


Ketika itu juga Clara sedikit terkejut. Jantungnya sudah berdetak tidak karuan, mungkin Revan juga merasakan hal yang sama.


"Aku nggak bisa"


"Kenapa Ra?!" Revan pun terlihat kecewa dan sedih.


"Aku belum selesai bicara Revan, maksudku aku nggak bisa nolak."


"Jadi kita..."


"Iya, kita resmi pacaran."


Revan menarik tubuh Clara kepelukannya, betapa bahagianya dia akhirnya dengan penantian yang sangat panjang.


*Kebahagiaan itu datang dengan sendirinya jika kita mau dan lebih berusaha.


****


Callista terbangun ketika pantulan sinar matahari yang menembus kaca kamarnya membuatnya terbangun ia melihat jam yang terpampang di atas nakas sebelah kanannya, tertera angka 06:30 ia langsung sadar sepenuhnya dan bergegas mandi lalu bersiap untuk sekolah.


Ia merutuki dirinya karena lupa memasang alarm dan Kevin yang tak membangunkannya. Untung saja ketika sampai di depan kelasnya, waktu masih menunjukan bahwa 5 menit lagi bell berbunyi.


"Bangun kesiangan Ra?" tanya Clara ketika Callista duduk di bangkunya.


"Iya nih" jawab Callista.


****

__ADS_1


"Mau di pesanin apa nih?" tanya Clara ketika mereka sampai di pintu kantin.


"Bakso!" jawab Callista dan Nathania serempak.


"Yaudah berarti samain aja semua, kalian cari tempat gih."


"Revan ayo." perintah Clara dan Revan pun mengikuti di belakang.


"MBAK SRI BAKSONYA EMPAT SAMA MINUMNYA ES TEH YA." teriak Clara supaya di dengar oleh Mbak Sri karena betapa ramainya antrian.


Beberapa menit kemudian Clara dan Revan datang dengan empat mangkuk bakso di tangan Revan menggunakan nampan dan empat es teh di tangan Clara.


"Mau tau nggak guys, katanya"


"Makan dulu Ra, baru nanti ceritanya" potong Revan.


"Iya deh iya" balas Clara.


"Ada apa sih?!" tanya Nathania yang sudah penasaran.


"Makan dulu" jawab Clara yang makin membuat Nathan penasaran.


20 menit kemudian pun mereka sudah selesai makan, Nathan segera menanyakannya kembali hal yang membuatnya penasaran sedari tadi sebelum bell masukan pelajaran selanjutnya berbunyi.


"Ceritain Ra!"


"Oke oke sebentar." Clara meneguk es teh terakhirnya lalu menarik napas pelan.


"Kalian ingat nggak sih, setiap tahun kan sekolah kita ngadain lomba apa aja, terus di ambil juara 1 nya sekelas buat jalan-jalan sambil belajar. Tapi pasti nggak di bocorin dulu apa hadiahnya, pas babak final baru di kasih tau."


"Oh iya baru ingat" sahut Callista.


"Nah, jadi tadi pas nungguin antrian, aku dengar-dengar dari adik kelas katanya yang menang juara 1 lomba futsal ini hadiahnya ke luar negeri tapi nggak tau di negeri mana" jelas Clara.


"Seriusan?!" sahut Callista dan Nathan serempak.


"Ii-iyaa gitu deh, belum tau pastinya." jawab Clara.


"Oh iya satu lagi nih," ujar Clara lagi membuat Nathan dan Callista bertanya-tanya.


"Dan aku dengar-dengar juga..."


Tringg tringg...


"Yok masuk kelas guys, udah masukan noh" ujar Revan.


"Yahhh." kecewa Nathania.


****


Callista membaringkan badannya di atas kasur menatap kosong langit kamar, ia cukup lelah dengan dua jam latihan futsal tadi sore dan hanya diberi sekali istirahat saja, sepertinya mereka niat sekali untuk memenangkan lomba tahun ini, pikirnya.


Callista sedang memikirkan sesuatu dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri dalam hati. Apa benar yang dikatakan Clara di kantin tadi? Apakah kelasnya akan menang? Apakah menaiki pesawat?. Callista rasanya tidak ingin memenangkan lomba ini, memang egois rasanya tapi Call memikirkan teman-temannya pasti mereka ingin menang dan dapat berkreasi sambil belajar. Memang sih kelas Callista juga belum pernah memenangkan lomba setiap tahun ini. Pasti teman-teman Call juga ingin kelasnya menang seperti kelas sebelah yang tahun kemarin di ajak ke kota Bandung.


Kompetisi yang begitu adil dan membutuhkan perjuangan, the best for SMA Negeri Putih Jakarta Pusat.

__ADS_1


****


Callista pun terlelap.







1 tahun kemudian (di alam mimpi)


"Ada apa Rev?" tanya Clara mengangkat telepon dari Revan.


"Nih aku di depan rumah keluar gih, kita berangkat bareng ke kampus, ada mama juga nih lagi nyiram bunga"


"Kenapa nggak panggil aja sih, pake telepon segala."


"Tapi Rev, aku"


"Cepat keluarlah tuan putri, pangeran mu sudah lama menunggu." potong Revan lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Ihh dasar Revan!"


Clara pun keluar rumah dengan sedikit sebal, padahal ia sudah ada janji untuk berangkat bareng sama Haechan, tapi Revan malah menjemputnya. Untung sayang batin Clara.


Clara melihat Revan sedang berbincang kecil bersama mamanya, sejak berpacaran Revan jadi sering bertamu di rumah Clara, Revan pun tak segan-segan mengajak Clara untuk berkenalan sama mama Revan.


Revan sekarang sangat dekat dengan keluarga Clara, disitulah orangtua Clara percaya bahwa Revan bisa menjadi laki-laki yang baik buat Clara.


"Mah, kami berangkat dulu ya" pamit Clara dan Revan.


"Iya, hati-hati di jalan"


****


"Kamu nggak ada jam pagi kan?" tanya Revan ketika mereka sampai di kampus dan Revan mengantarkan Clara sampai di depan Fakultas bertuliskan 'FARMASI'.


"Nggak ada, cuman nanti siang sih" jawab Clara


"Ohh sama deh, nanti habis ini aku kesini" ucap Revan.


"Iya, yang lain juga pasti udah disana"


"Yaudah aku masuk duluan ya Rev." ujar Clara.


"Iya" Revan mengelus rambut Clara lembut, lalu Clara berjalan memasuki Fakultas nya dan menuju sebuah taman.


Taman Fakultas Farmasi memang terkenal akan keindahannya dan jika seorang melangkahkan satu langkah saja ke taman ini pasti sudah mencium aroma khas dari tanaman herbal, bunga-bunga, dan jenis tanaman lainnya.


Dosen dan Profesor sangat bangga kepada Mahasiswa Farmasi.

__ADS_1


Mahasiswa Fakultas Farmasi menamainya Taman Apotek. Taman Apotek ini terbilang cukup luas sehingga mahasiswa lainnya bisa berkunjung dan menjadikan Taman Apotek ini sebagai tempat belajar maupun hanya ngobrol-ngobrol biasa bersama teman.


Disitulah Clara juga menjadi bagian dari Mahasiswa Farmasi.


__ADS_2