Dreams

Dreams
episode 56


__ADS_3

Setelah seminggu bercerai dengan dimas untuk pertama kalinya lisa harus bertemu kembali dengan dimas dan juga keluarga nya di acara aqiqah kedua anak mereka.


Dimas terlihat kurus dan terlihat seperti manusia yang tidak memiliki tujuan hidupnya, brewok yang tumbuh menutupi dagunya serta rambut yang terlihat berantakan.


Lisa berjalan mendekati dimas sekaligus menyambut kedatangan kedua orangtua dimas, " ma...pa,silahkan masuk...acara belum di mulai kok.


" terimakasih sayang...mama mau lihat cucu mama dulu ya, kata mama imelda yang berjalan ke arah kamar lisa.


Dimas tampak lesu dan tidak ada tanda-tanda keberadaan nancy di sekitar dimas, " aku berharap nancy tidak hadir di acara sepesial ini, jika dia hadir aku takut sekali dia akan mengacaukan semuanya.", kata lisa dalam hatinya.


" mas...mas..", panggil lisa sambil menepuk bahu dimas.


" ah...ya, maaf aku ngelamun.", jawab dimas sambil melihat ke arah lisa.


" kenapa kamu terlihat berantakan seperti ini mas?", tanya lisa.


" aku lagi suka penampilan ku saat ini.", kata dimas sambil memaksakan senyuman di wajahnya.


" mas...ayo ikut aku.", kata lisa sambil menggenggam tangan dimas.


Lisa membawa dimas kehalaman belakang rumahnya, " mas duduk dulu di sini ya.", pinta lisa.


Dimas hanya diam dan duduk di kursi taman belakang sambil menunggu kedatangan lisa, lisa membawa air serta alat cukur untuk merapikan brewok dimas.


Lisa sangat mengerti dengan dimas, dia sadar mantan suaminya ini tidak pernah brewok sebelumnya, dia akan merasa risi jika kumis tumbuh di atas bibirnya dan meminta lisa untuk membersihkan nya.


Lisa duduk tepat di depan dimas sambil mengeluarkan krim cukur kepada dimas,


" apa yang kamu lakukan?", tanya dimas kepada lisa.


" mas...jangan berfikir yang aneh-aneh ya, aku hanya ingin di acara sepesial ini kamu tidak terlihat berantakan seperti ini, aku mau kamu tampil bersinar seperti biasanya."


" untuk apa aku merapikan diriku,tidak akan ada orang yang perduli dengan penampilan ku saat ini."


" aku perduli mas..aku perduli dengan semua yang ada pada dirimu, aku gak mau kamu terus-terusan seperti ini...aku ingin kamu keluar dari keterpurukan mu dan kembali hidup normal dengan keluarga baru mu."


" aku gak bisa...hampir setiap hari aku selalu bertengkar dengannya, apa kau tahu setiap hari aku selalu menyalahkan diriku sendiri karena melepaskan kamu, apa kamu gak bisa memberikan kesempatan untuk kita berkumpul kembali.", pinta dimas.


" semua sudah berakhir mas...aku ingin membuka lembaran baru dengan keluarga kecil ku, aku sangat bahagia saat ini walau tanpa kamu mas."

__ADS_1


" aku tahu....maaf kan aku.", kata dimas sambil menundukkan kepalanya.


" sudah lah mas... semuanya sudah berlalu kita bisa jalani hidup kita masing-masing dan aku juga tidak akan melarang kamu untuk bertemu dengan kedua anak kamu, bagaimana pun kami adalah papa mereka."


" terimakasih..", kata dimas lirih.


Lisa hanya tersenyum sambil melanjutkan mencukur brewok dimas hingga selesai,


" sekarang kamu sudah jauh terlihat rapi, kamu tunggu di sini sebentar ya mas.", pinta lisa.


Lisa meninggalkan dimas sendiri di taman belakang untuk mengambil sisir rambut dan juga pomed untuk dimas, tidak lupa juga parfum kesukaan dimas.


Lisa menyisir rambut dimas dan merapikannya menggunakan pomed,


" sekarang kamu terlihat lebih tampan dari sebelumnya. ", kata lisa sambil tersenyum manis.


Roky melihat kedekatan dimas dan juga lisa di taman belakang membuat dirinya merasa gelisah, roky merasa takut jika lisa jatuh cinta kembali dengan dimas dan dia sangat takut jika lisa akan rujuk kembali dengan pria itu.


Roky berjalan menghampiri lisa dan juga dimas di taman belakang, " eheemmm... kalian sedang apa?", tanya roky.


" oh...kak roky sudah datang, udah makan belum?", tanya lisa.


" sudah...kamu ngapain di sini dengan dia?", tanya roky ketus.


Roky menatap tajam ke arah dimas,


" sebaiknya kamu menjauh dari lisa, aku gak mau jika nanti lisa akan menjadi berita utama di media online, karena kedekatan kalian." tegas roky.


" itu bukan urusan mu.", kata dimas berjalan menjauhi roky.


Roky hanya terdiam dan tidak ingin membuat keributan di acara spesial ini, terlihat wajah lisa yang bahagia serta senyuman manis yang terus mengembang di wajah nya menambahkan kesan manis dan ramah pada dirinya.


Semua orang bahagia melihat kedua anak kecil yang sedang tertidur lelap di dalam ayunan, acara berjalan dengan lancar hingga selesai dan tinggal keluarga inti yang berada di rumah lisa saat ini.


Mama imelda dan papa erik terus menimang cucu mereka, begitu juga dengan dimas yang sesekali bermain dengan kedua anak nya.


Lisa berjalan ke arah dimas yang sedang duduk di sofa sambil menggendong bayi laki-laki nya, " mas boleh kita bicara sebentar.!", kata lisa.


" tentu saja..", kata dimas.

__ADS_1


"mas... lusa aku dan seluruh keluarga akan pergi dari rumah ini.", kata lisa sambil menatap wajah dimas.


Begitu juga dengan dimas yang sedang menatap wajah lisa, merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini, dimas ingin bertanya lebih jauh tentang perkataan lisa barusan.


Tapi dimas harus diam saat panggilan dari hpnya membuat dimas harus mengangkat telepon, " sebentar ya aku angkat telpon dulu, bisa tolong pegangkan anak kita?", tanya dimas.


" tentu saja ", kata lisa sambil mengambil anaknya dari pangkuan dimas.


Dimas berjalan ke arah lain agar lisa tidak mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan, " ada apa kamu telpon aku.", kata dimas kepada nancy.


" dimas segera pulang lah... kepalaku sangat pusing dan aku tidak bisa bangun dari tempat tidur saat ini.", pinta nancy.


" kenapa kamu gak minta pelayan untuk membantu mu, emangnya kamu lagi dimana?", tanya dimas.


" aku di apartemen sekarang.", jawab nancy.


" ciiihhh....hallo nancy...nancy...", panggil dimas beberapa kali tapi tidak ada jawaban dari seberang sana.


Dimas merasa panik tapi dia harus tetap tenang saat ini, dimas berjalan ke arah lisa yang masih menunggu nya di sofa ruang tv mereka.


" aku harus pergi sekarang, ada urusan yang sangat mendesak yang harus kerjakan sekarang.", kata dimas kepada lisa.


" baiklah...kalau begitu mas hati-hati ya dan terimakasih udah datang ke acara aqiqah anak-anak.", kata lisa sambil tersenyum.


" tentu saja bagaimana pun mereka adalah anak ku juga, hemm...lisa tolong jaga anak-anak kita dengan baik, jika kamu memerlukan sesuatu jangan sungkan untukel meminta bantuan kepadaku.", kata dimas.


" tentu saja mas..", kata lisa.


Dimas berjalan ke arah mama dan papanya untuk mengajak mereka segera kembali ke vila untuk beristirahat, " dimas...mama masih asyik bermain dengan cucu mama.", kata mama imelda yang enggan pisah dengan cucunya.


" tepi ma... dimas ada urusan mendesak sekarang.", pinta dimas.


" sudah lah ma...besok kita masih bisa bermain ke sini.", kata papa erik.


" baiklah baik...dasar perusak suasana.", gerutu mama imelda yang kemudian berpamitan kepada lisa.


" hati-hati ya ma ...pa..dan juga mas dimas.", kata lisa yang mengantarkan mereka hingga kedepan pintu rumahnya.


(^_^)///(^_^)

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar nya gyus...


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2