
Siang ini dimas sudah di izinkan untuk pulang terlihat kedua orangtuanya menemani dirinya untuk kembali ke vila, dimas duduk di belakang bersama dengan nancy.
Canda tawa serta raut wajah bahagia terpancar nyata di wajah dimas, papa erik dan mama imelda hanya bisa diam melihat putra kandung nya seperti orang lain.
Entah apa yang terjadi kepada dimas hingga dia bisa melupakan lisa dan juga kedua anak mereka, setelah mengantar dimas kembali ke vila mama imelda dan papa erik meninggalkan rumah mereka tanpa basa-basi.
" sayang sepertinya mama dan papa gak suka dengan ku deh... ", cicit nancy dengan wajah kesal.
" tenang lah....jangan cemberut gitu, ingat sayang anak kita nanti akan sedih kalau mama nya cemberut seperti ini. ", kata dimas sambil mengelus perut nancy.
Selama perjalan pulang mama imelda dan papa erik hanya diam tanpa sepatah kata pun, hingga mereka sampai di rumah dan mulai membahas apa yang terjadi dengan sikap dimas yang berubah 180°.
" ma...coba jelaskan ke papa dengan perubahan sikap dimas? ", tanya papa erik.
" mama juga tidak tahu pa....hasil CT scan menyatakan kalau otak atau pun saraf dimas baik-baik saja, tetapi setiap kali mama bertanya tentang lisa dan juga anak mereka...dimas sama sekali tidak mengingat apapun. ", jelas mama imelda.
" mama sudah menyuruh sekertaris brian untuk memeriksa cctv di depan kamar dimas? ", tanya papa erik.
" belum pa...mama lupa. ", jawab mama imelda.
" hufff.... sudah papa duga, kalau gitu mama istirahat dulu papa mau ke kantor untuk memeriksa sedikit pekerjaan. "
******
Di vila ini dimas merasakan ke hangatan yang sedikit berbeda, " kenapa perasaan ku seperti ini? ", kata dimas dalam hatinya.
" sayang kamu ngelamunin apaan sih ? ", tanya nancy.
" gak ada sayang...sayang boleh tunjukkan foto pernikahan kita. ", kata dimas kepada nancy yang duduk tepat di sebelahnya saat ini.
" hemmm.... foto ya,apa sayang lupa kalau foto kita saat nikah hak ada..tapi untuk buku nikah kita ada kamu mau lihat? ", tanya nancy lagi.
"iya mau tolong ambilkan ya sayang. ", jawab dimas.
Nancy berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil buku pernikahan mereka, setelah dapat apa yang dia cari nancy berjalan ke arah dimas dan memberikan nya.
" ini sayang. ", kata nancy sambil menyerahkan buku nikah mereka.
" terimakasih. ", kata dimas yang mengambil buku nikah itu.
Dimas melihat semuanya dengan seksama dan penuh ketelitian, " tidak ada yang aneh dengan buku nikah ini...tapi kenapa ada yang kurang ya di vila ini. ", kata dimas di dalam hatinya.
" sayang kamu mikirin apa lagi sih? ", tanya nancy.
" sayang kalau kita sudah menikah kenapa kita tidak mengadakan pesta pernikahan? ", tanya dimas balik.
" sayang apa kamu lupa kalau kamu gak mau mengadakan pesta pernikahan sebelum anak kita lahir dan setelah beberapa bulan kita menikah kamu masuk rumah sakit. ", jawab nancy dengan raut wajah yang di buat-buat sedih.
" maafin aku ya sayang.... gegara aku sakit, kamu harus susah sendiri seperti ini. "
__ADS_1
" jangan gitu sayang....yang penting kamu udah sehat itu jauh lebih penting untuk ku. "
" terimakasih atas pengertian kamu sayang. ", kata dimas sambil menarik nancy kedalam pelukannya.
Pelukan hangat yang penuh kasih sayang ini membuat nancy merasakan kembalinya dimas yang dulu pernah mencintai dan mengejar-ngejar dirinya, " ternyata semua yang ku rencana kan berjalan mulus, mulai sekarang kamu akan selamanya bersama dengan ku dimas. ", kata nancy di dalam hatinya.
******
Di kantor papa erik sudah memerintahkan sekertaris brian untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan ke adaan dimas saat ini.
" bagaimana sudah ada laporan? ", tanya papa erik kepada sekertaris brian.
" sudah pak...ini hasil rekaman cctv. ", kata sekertaris brian sambil menyalakan laptop nya.
Papa erik melihat nancy yang datang bersama dengan seorang wanita, hingga setengah jam mereka berada di ruangan dimas dan setelah itu mereka pergi meninggalkan dimas.
" tidak ada yang janggal dengan rekaman vidio ini. ", kata papa erik.
" apa yang bapak katakan benar, sangat di sayangkan kamar tuan dimas tidak ada cctv jadi kita tidak tahu apa yang di lakukan oleh mereka berdua. ", kata brian.
" yah kamu benar....tapi tolong cari informasi siapa wanita yang ikut masuk bersama nancy, aki yakin pasti ada sesuatu yang ganjal dengan ini semua. ", kata papa erik.
" siap pak..", kata sekertaris brian.
Papa erik kembali ke ruangan kerjanya dan memulai aktivitasnya seperti biasa.
*****
" tentu sayang...", kata nancy dengan wajah gembira.
" ya udah kalau gitu kamu siap-siap, aku akan menunggu di depan. ", kata dimas.
" ok.", kata nancy sambil berjalan ke kamar untuk merapikan dirinya.
Setelah menunggu 15 menit akhirnya nancy datang ke depan vila, terlihat wajah nancy yang sedang bahagia.
" mau kemana kita sayang? ", tanya nancy.
" kita akan jalan ke mall untuk membeli keperluan anak kita. ", kata dimas sambil mengelus perut nancy.
" serius...tapi sayang aku sudah belanja keperluan baby, tapi kalau kamu mau kita bisa beli lagi kok. ", kata nancy.
" iya aku tahu sih...cuman aku ingin berbelanja ke butuhan bayi kita bersama, ini kan momen bahagia untuk kita berdua. ", kata dimas sambil tersenyum manis.
" yah kamu benar sayang... ", kata nancy yang ikut masuk ke dalam mobil bersama dengan dimas.
Sesampainya di mall dimas segera berjalan ke toko perlengkapan bayi, memilih baju yang sesuai untuk anak mereka.
" sayang anak kita cewek atau cowok? ", tanya dimas.
__ADS_1
" anak kita cewek sayang...masak kamu belum lihat kamar bayi yang sudah aku siapkan. ", kata nancy dengan wajah kesal.
" maaf sayang aku benar-benar lupa, jangan marah ya. ", bujuk dimas.
" hemmm...", kata nancy sambil berjalan ke arah buku-buku untuk ibu hamil.
Dimas sadar kalau wanitanya saat ini sedang kesal dengan nya, dimas berjalan ke arah nancy dan mencium pipi wanitanya yang gembil.
" sayang jangan marah ya, selesai belanja kita makan terus kita pergi ke dokter kandungan untuk melihat kondisi bayi kita. ", kata dimas membujuk nancy.
" hemmm.... kamu aja lupa jenis kelamin anak kita, aku yakin kamu pasti udah gak sayang sama kami. ", rajuk nancy.
" sayang jangan ngambek dong....aku beneran minta maaf jangan marah lagi ya. ", bujuk dimas.
" ya udah tapi entar beliin es crem ya. ", kata nancy sambil tersenyum manis.
" tentu apapun akan ku lakukan demi
ratu ku. ", kata dimas.
Sesuai dengan apa yang di katakan dimas, dimas memanjakan nancy dengan sepenuh hati nya dan menuruti semua keinginan nancy.
Hingga akhirnya mereka selesai berbelanja dan kini sedang mengantri untuk memeriksa kandungan nancy, " sayang kenapa kita musti antri seperti ini sih. ", rajuk nancy.
" sayang..... kalau kita antri seperti ini kita akan lebih lama pulangnya, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu sayang."
" hemmm... iya lah. ", kata nancy.
Sudah tiba saatnya giliran nancy dan juga dimas yang ikut masuk, terlihat nancy yang berbaring di atas ranjang pasien dan membuka sedikit bajunya.
Dokter mulai memeriksa kandungan nancy mengunakan USG 4D, terlihat dengan jelas tubuh yang lengkap serta gerakan yang aktif dari bayi mereka.
" bagaimana dok ? ", tanya dimas.
" semuanya sehat dan perkiraan lahir sekitar 3 atau 4 hari lagi, sebaiknya ibu tetap di rumah jangan kemana-mana dan untuk bapaknya harus sigap setiap saat ya. ", kata dokter.
" baik dok terimakasih. ", kata dimas.
Suster memberikan hasil foto usg kepada nancy, sepanjang perjalan ke vila dimas terus membahas tentang bayi mereka dan sudah memikirkan nama yang bagus untuk putri kecil mereka.
(^_^)///(^_^)
ayo kasih dukungan kalian gyus....
tekan like, komen dan berikan bintang 5 untuk novel ini.
jangan lupa juga dukung novel ini dengan memberikan vote.
terimakasih.
__ADS_1
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️