Dreams

Dreams
sesion 2 ( episode 12 )


__ADS_3

Malam telah berganti menjadi pagi, pagi yang cerah di sambut dengan senyuman oleh nancy untuk melancarkan rencananya.


" pagi sayang... ", kata nancy sambil mencubit pipi dimas yang masih tertidur lelap.


" pagi juga sayang.... tumben kamu bangun lebih awal pagi ini? ", tanya dimas.


" karena hari ini aku mau ngajak kamu pergi ke dokter kenalan aku itu, semalam aku udah buat janji untuk kamu. ", jawab nancy sambil tersenyum.


" oh... baiklah, setelah jam makan siang kita akan pergi. ", kata dimas yang bangkit dari tempat tidur nya.


" hhheemm... gak... gak... aku mau sekarang. ", kata nancy dengan suara manjanya serta menarik tangan dimas agar tidak beranjak dari tempat tidur mereka.


" hhheemm.. baiklah. ", jawab dimas dengan pasrah.


" kalau gitu kamu siap-siap sekarang, aku akan buatkan kamu sarapan. ", kata nancy yang bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar.


Dimas hanya tersenyum kecil melihat tingkah nancy yang imut dan menggemaskan di saat pagi hari.


Nancy turun menuju dapur untuk membuat nasi goreng dan segelas jus jeruk untuk dimas, mama imelda yang melihat nancy di dapur segera menghampiri nancy.


" sedang apa kamu? ", tanya mama imelda.


Nancy hanya diam dan tidak ingin menjawab pertanyaan mama imelda.


" apa kamu tuli ...", teriak mama imelda.


" ada apa sih tante... aku lagi masak apa tante gak bisa lihat sendiri, kenapa masih bertanya aku sedang apa. ", jawab nancy dengan cueknya.


" kamu keluar dari dapur ini... saya gak mau dapur ini kotor gara-gara kamu. ", kata mama imelda yang sudah mulai emosi.


Nancy tidak perduli dengan apa yang dikatakan mama imelda, dia terus melanjutkan masakannya.


" apa kamu tidak menganggap saya di sini. ", kata mama imelda sambil menarik tangan nancy.


"ppppprrraannngggg".... suara kuali jatuh.


" aaaaaauuuu.... ", teriak nancy yang terjatuh di lantai yang berserakan.


" kamu... ", kata mama imelda yang sama sekali tidak mendorong nancy.


" tante kenapa sih... jahat banget sama aku? ", kata nancy yang sudah menahan air matanya yang sebentar lagi akan jatuh membasahi pipinya.


" dasar kamu... ", teriak mama imelda.

__ADS_1


" ma... apa-apaan ini ? ", kata dimas yang buru-buru turun menuju dapur mendengar suara teriakan nancy.


" dimas... mama bisa jelasin semua ini salah paham. ", kata mama imelda yang berusaha meyakinkan putranya.


" apa yang salah ma....dimas sendiri melihat keadaan nancy seperti ini, ma... dimas tauh mama gak suka sama nancy tapi gak seperti ini juga ma. ", kata dimas sambil membantu nancy untuk bangkit dari tempat nya saat ini.


" dimas... kamu percaya mama kan... mama gak mungkin mendorong nancy hingga terjatuh, tolong percaya sama mama dim. ", kata mama imelda sambil menatap wajah putranya itu.


Dimas yang masih ingin bicara dengan mama imelda tiba-tiba harus terhenti saat nancy meremas bajunya.


" kamu kenapa sayang ? ", tanya dimas yang merasa khawatir.


" perut aku sakit. ", kata nancy yang meringis menahan sakit.


" tenang lah kita akan segera ke dokter. ", kata dimas yang menggendong nancy ala bridal.


Dimas segera berjalan menuju parkiran mobil dan meninggalkan mama imelda yang masih terdiam memandangi punggung anak lelakinya yang tidak terlihat seperti anaknya sendiri.


" kenapa kamu lebih percaya dengan nya dim... ", kata mama imelda sambil memegang dadanya yang merasa sesak serta air matanya yang jatuh membasahi pipinya.


Sepanjang jalan dimas sesekali melirik ke arah nancy yang memegangi perutnya.


" bertahanlah sayang... kita akan segera sampai. ", kata dimas memberi semangat kepada nancy.


Hati nancy sangat bahagia karena rencananya akan berjalan dengan mulus.


" sebentar lagi wanita tua itu... akan segera pergi dari vila dan aku akan lebih mudah mengontrol dimas untuk kedepannya. ", kata nancy di dalam hatinya.


Setelah sampai di rumah sakit nancy segera di bawa ke ruangan ugd untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Nancy tidak perduli dengan keselamatan bayi nya, yang terpenting untuk nya adalah menyingkirkan mama imelda dari vila itu untuk selamanya.... walau harus mengorbankan anaknya sendiri.


Setelah mendapat kan pertolongan pertama akhirnya nancy di pindahkan ke ruangan inap untuk pemulihan sementara waktu.


" apa masih sakit? ", tanya dimas.


" sudah lebih enakan... ", jawab nancy.


" maafkan mama ya... mama gak seharusnya melakukan hal berbahaya seperti ini ke kamu, aku benar-benar merasa bersalah karena sikap mama aku seperti ini ke kamu. ", kata dimas sambil memegang tangan nancy.


" sudah lah... aku tauh mama kamu gak suka sama aku, tapi... sayang aku takut kembali ke vila. "


" aku tauh kamu pasti sangat takut tenang lah ada aku di sini. ", kata dimas sambil memeluk tubuh Nancy.

__ADS_1


" aku tetap gak bisa tenang kalau mama kamu masih ada di vila....aku takut dia menyakiti anak kita. ", kata nancy dengan wajah memelas.


" huuffffttt.... aku tauh, aku akan meminta brian untuk mengurus mama jadi kamu gak perlu takut lagi ya. ", kata dimas.


" baiklah... aku akan sedikit tenang jika kamu berkata seperti itu. ", kata nancy sambil tersenyum manis.


Setelah membuat nancy cukup tenang, dimas segera menghubungi sekertaris brian untuk membawa mama imelda kembali ke rumah besar mereka.


Sekertaris brian sangat terkejut mendengar perkataan dimas, " kenapa tuan muda seperti ini kepada nyonya besar ? ", kata brian di dalam hatinya.


sekertaris brian yang sudah mendapat amanah dari atasan nya segera melakukan apa yang di perintahkan dimas.


Setelah 30 menit menempuh perjalanan menuju vila akhirnya brian sampai dan bergegas masuk untuk menemui mama imelda.


" siang nyonya besar... saya di perintahkan tuan muda untuk membawa nyonya kembali ke rumah besar. ", kata sekertaris brian.


Mama imelda sangat terkejut dengan apa yg di lakukan dimas, " anak itu benar-benar ingin aku pergi dari sini... ", kata mama imelda sambil menatap wajah brian dengan tatapan dingin.


" benar nyonya... jika anda tidak percaya silahkan nyonya menghubungi tuan muda sekarang. ", kata sekertaris brian.


" aku hanya terkejut melihat dimas yang sangat berubah drastis seperti ini, aku sangat kecewa dengan pilihannya untuk mempercayai wanita itu dari pada ibunya sendiri. ", kata Mama imelda sambil menahan air matanya.


Sekertaris brian hanya bisa diam melihat apa yang terjadi saat ini, dia pun tidak tauh harus berkata apa untuk menghibur mama imelda.


Mama imelda segera bangkit dari tempat duduknya saat ini dan segera berjalan menuju kamar nya, meninggalkan brian sendirian di ruang tamu.


Dengan berat hati mama imelda menyusun pakaian nya kedalam koper,dia memiliki harga diri untuk tidak mengemis atau memohon kepada dimas untuk tetap tinggal di vila ini.


Setelah 15 menit akhirnya mama imelda selesai menyusun barang - barangnya, dengan di bantu oleh pelayan untuk membawakan koper mama imelda menuju ruang tamu.


Terlihat brian yang duduk di sofa sambil menunggu mama imelda.


" ayo kita berangkat. ", kata mama imelda kepada sekertaris brian.


" baik nyonya. ", jawab sekertaris brian sambil membantu membawa koper mama imelda menuju mobil mereka.


(^_^)///(^_^)


ayo berikan like, poin, dan koin kalian untuk mendukung novel ini.😍


terimakasih yang sudah sabar menanti update terbaru novel ini. 🙏


berikan juga kritik dan saran kalian di kolom komentar nya gyus.👌

__ADS_1


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️


__ADS_2