
"Tumben nggak sama Revan, Ra?" tanya Jeno ketika Clara tiba.
"Tadi aku sama Revan kok, terus katanya dia ada urusan gitu." jawab Clara yang duduk di sebelah Callista dan Nathania.
"Ohhh"
****
Ketika Revan sampai di kampus tiba-tiba saja ponsel Revan bergetar ada sebuah notifikasi, Revan menatap layar ponsel-nya dingin ketika ia tahu bahwa yang mengiriminya chat adalah orang yang ia benci. Chat itu bertuliskan bahwa orang yang mengirimkan pesan itu ingin bertemu dengan Revan di belakang kampus, sekarang juga.
Revan pun tiba di belakang kampus ia melihat wanita sedang berdiri melambaikan tangan ke Revan dengan senyum lebarnya. Revan menghampiri wanita itu.
"Kenapa ngajak ketemuan disini? gue lagi sibuk." ujar Revan kepada wanita yang ada dihadapannya itu.
"Aku kangen sama kamu Rev, kamu nggak kangen gitu sama aku?" ucap wanita itu.
"Gue nggak kangen sama lo sama sekali! kenapa juga gue harus kangen sama lo, setelah apa yang sudah lo perbuat merusak rumah tangga keluarga gue lalu membuat papa sama mama gue cerai itu semua gara-gara lo!!" ucap Revan kesal menahan amarahnya.
"Kamu salah paham Rev, itu semua nggak seperti yang kamu pikirkan aku bakalan jelasin semuanya sama kamu Rev."
"Nggak perlu dijelasin lagi gue sudah tau semuanya, lo memang keterlaluan ya berani-beraninya ngerebut papa dari mama gue, mau lo apasih hahh!!!" ucap Revan sedikit membentak.
"Rev kamu salah paham makanya dengerin aku dulu" kata wanita itu dengan lirih.
"Nggak perlu! nggak butuh penjelasan gue!" ucap Revan lalu pergi dari situ meninggalkan wanita itu sendirian, baru mengambil dua langkah untuk pergi ia mendengar isakan tangis dari wanita itu tapi Revan tidak peduli, kalaupun dia nekat melakukan bunuh diri pun Revan tetap tidak peduli ia malah senang jika wanita itu sudah tidak ada, Revan bisa mempersatukan lagi kedua orangtua nya dan hidup dengan bahagia.
Ketika Revan datang menghampiri para sahabat nya, ia langsung dihadiahi berbagai macam pertanyaan oleh sahabat-sahabatnya itu.
"Lo ngapain tadi kok gue liat lo bareng cewek di belakang kelas?" tanya Jaemin yang baru datang 5 menit yang lalu.
"Ohh itu tadi dia minta tolong buat anterin ke kelas barunya, katanya nggak tau dimana letaknya ya gue tolongin lah." jawab Revan berbohong.
"Ohh gitu, kirain lo mau selingkuh dari Clara"
"Kalau lo selingkuh dari Clara, biar Clara buat gue aja Rev kan gue belum bisa move on dari Clara." kata Haechan.
"Kalah lo mau ngerebut Clara dari gue sini lo berhadapan sama gue dulu."
__ADS_1
"Santai dong kan gue bercanda lo mah malah di bawa serius, kan lo tau gue anaknya suka bercanda hehe" ucap Haechan nyengir.
"Iya Iya terserah lo deh!" kata Revan sambil duduk di sebelah Jeno.
"Rev, udah ketemu Alien di Planet Pluto belum?" tanya Nathania.
"Rev, udah tau belum siapa penemu debu?" tanya Callista.
"Rev, pak Satya kapan nggak galak lagi?" tanya Renjun.
"Rev, mbak Lilis udah balik belum dari kampung?" tanya Jeno ikut-ikutan bertanya.
"Rev, Saranghae~" ini bukan pertanyaan melainkan pernyataan.
Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang Revan dapatkan dari para sahabatnya itu yang membuat mood nya tambah turun sedari tadi.
****
Revan yang sedari tadi diam membuat Clara heran, Revan tidak biasanya seperti ini bahkan Revan tidak ada mengajak Clara berbicara hanya tadi pagi saja.
Ketika di kantin ini pun Revan hanya diam seperti tidak bersemangat, Clara sebenarnya bingung dengan sifat Revan kali ini.
"Nggak apa-apa kok lagi pengen diam aja hari ini." jawab Revan.
"Owhh gitu"
Ini sih tumben sekali Revan cuman hanya ingin diam saja, mungkinkah ada sesuatu yang Revan sembunyikan dari Clara, pikir Clara.
"Oh iya kamu mau pesan apa biar aku yang pesanin, kamu belum ada makan dari tadi pagi nanti sakit gimana." tawar Clara.
"Aku lagi nggak mood makan Ra, kamu sama yang lainnya aja makan, tadi pagi aku udah makan kok sebelum jemput kamu."
"Nggak usah bohong Rev, aku tau kamu bohong kamu nggak ada makan kan dari tadi pagi. Ayo sekarang makan, aku pesenin pokoknya kamu harus makan." Clara pun bangkit dari duduknya dan memesan dua piring nasi goreng, ia tak peduli Revan mau bilang apa pokoknya Clara ingin Revan makan, ini juga demi kesehatan kan apa salahnya.
Clara pun menyodorkan sepiring nasi goreng ke Revan. "Nih makan sekarang, sebelum mag kamu kambuh nanti, aku khawatir Rev."
"Dibilangin aku lagi nggak mood makan kok, kenapa kamu maksa sih Ra, aku nggak mau makan!!. ucap Revan sedikit membentak Clara.
__ADS_1
"Kok kamu malah marah sih Rev, aku seperti ini kan karena khawatir sama kamu, nanti kalau kamu sakit aku juga yang rapot ngurusin kamu."
"Ohh, Jadi selama ini kamu nggak ikhlas ngurus aku oke fine lagian aku nggak butuh belas kasihan dari kamu kok." Revan menggebrak meja, dengan wajah yang tidak bisa dijabarkan ia pergi meninggalkan Clara dan yang lainnya.
"Bukan gitu maksud aku, aku bisa jelasin semuanya Rev... Rev... dengerin aku dulu REVAN!"
Callista dan yang lainnya hanya bisa menatap kedua pasangan itu tidak berani untuk ikut campur maupun membela Clara.
Clara hanya bisa menatap kepergian Revan yang entah menuju kemana ia akan pergi. Clara tidak peduli namun air matanya menetes sedari tadi, ia sudah sakit hati dengan omongan Revan tadi. Baru pertama kali ini Revan membentak Clara dan Marah ke Clara, tidak seperti biasanya Revan begini yang begitu tidak bisa menahan amarah.
*****
"Maafin aku Ra, aku nggak ada niatan untuk ngebentak kamu tadi, sebenarnya hati aku sakit, sakit banget saat aku marahin kamu tadi apalagi kamu sampai menangis, aku paling nggak bisa kalau lihat gadis yang ku cintai nangis dihadapanku, aku nggak tega liat kamu nangis Ra, tapi tak tau kenapa aku malah pergi dari kantin tadi. Aku memang bodoh ya karena bikin pacarku sendiri nangis, pasti habis ini Clara benci banget sama aku." ucap Revan lirih yang berbicara dengan dirinya sendiri.
Betapa menyesalnya Revan dengan apa yang ia perbuat tadi, tidak seharusnya Revan melampiaskan kemarahannya ke Clara, Clara disini tidak bersalah.
Karena wanita itu lah yang merubah mood Revan sedari tadi.
Setelah menenangkan diri Revan pergi dari rooftop tersebut dan kembali ke kelas. Sesampainya di kelas Revan melihat Call dan Nathan yang sedang asik mengobrol entah mereka sedang mengobrol kan apa, Revan sama sekali tidak ingin nimbrung.
Revan memilih untuk tidur di tempat duduknya karena kebetulan kelas belum mulai.
30 menit sudah Revan tertidur tiba-tiba ia terbangun karena ada seseorang yang membangunnya. Seseorang itu adalah Call dan Nathan.
"Van bangun ada dosen tuh datang, ntar lo di marahin lagi." kata Callista yang berusaha membangunkan Revan.
"Apaan sih! kalian ganggu tidurku aja" ujar Revan yang sedikit kesal karena acara tidurnya terganggu.
"Ada dosen noh di depan udah mulai sedari tadi, lagian ngapain lo tidur di kelas tumben sekali biasanya juga nggak pernah." kata Nathan.
"Ngantuk gue tadi malam begadang ngerjain tugas sekalian mabar sama Jeno dan Jaemin hehee" jawab Revan.
"Ohh tumben rajin ngerjain tugas." ujar Callista.
"Kalian kenapa sih?! gue malas salah, rajin salah juga. Terserah kalian lah capek gue."
"Lah Call kenapa dia jadi sensi ahhaha." ujar Nathan tertawa kecil diikuti Call yang juga ikut tertawa, untung saja dosen tidak memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Mungkin dia galau gara-gara berantem sama Clara tadi pagi"
"Udahlah mending kita perhatikan dosen aja." ujar Call.