
lisa masih berada di balkon sambil menatap ke arah pepohonan pinus, sambil terus berfikir bagaimana caranya dia keluar dari tempat terkutuk baginya.
sepanjang hari lisa berada di dalam kamarnya perutnya terasa lapar dan tidak ada orang yg mengantarkan makanan untuk dirinya, lisa berjalan menuju pintu kamar dan mencoba memanggil siapapun yg ada di luar.
" tolong.... buka pintu nya siapa saja yg ada di luar tolong buka pintunya, teriak lisa terus berulang-ulang hingga rasanya suara lisa habis dan tak sanggup untuk berteriak.
di saat keputusasaan nya dimas masuk kedalam kamar lisa membawa makanan,
" ayo makan bersama, kata dimas yg meletakkan makanan di atas meja yg ada di kamar itu.
lisa berjalan ke arah meja dan mulai memakan makanan yg di berikan dimas, " apa enak? tanyak dimas yg melihat betapa lahapnya lisa memakan masakan dimas.
" enak... kata lisa, tetapi entah kenapa lisa berhenti memakan makanannya, " mas..kata lisa lirih sambil memegang perutnya yg merasa sakit.
" ada apa? tanya dimas yg melihat wajah lisa yg meringis menahan sakit, " kamu kenapa? tanya dimas yg segera bergeser ke arah tempat duduk lisa.
" perut aku sakit, kata lisa lirih.
" apa kamu mau lahiran? tanya dimas yg mulai panik, " aku harus gimana? tanya dimas kepada lisa.
" santailah... aku bukan mau melahirkan, sepertinya asam lambung ku kambuh... kata lisa dengan lirih.
" kalau gitu kamu istirahat dulu dan aku akan segera menghubungi dokter, kata dimas yg menggendong tubuh lisa dan meletakkan nya ke atas ranjang.
lisa merasa senang saat melihat pungung pria yg terlihat panik untuk dirinya,." andai mas bisa mencintai ku pasti aku akan menjadi wanita yg sangat bahagia saat ini, kata lisa dalam hatinya.
dimas yg sudah selesai menghubungi dokter kembali mendekati lisa dan menjaga lisa sampai dokter datang untuk memeriksa lisa,
" bertahanlah sebentar lagi dokter akan datang, kata dimas sambil menggenggam tangan lisa
setelah menunggu kurang dari 15 menit akhirnya dokter datang untuk memeriksa keadaan lisa, dimas merasa cemas menunggu di luar kamar sambil menunggu dokter yg sedang memeriksa keadaan lisa saat ini.
akhirnya dokter selesai memeriksa keadaan lisa dan berjalan ke arah dimas, " bagaimana keadaan nya dok? tanya dimas.
" kondisinya udah membaik tolong rutin berikan obatnya ya pak dan jangan biarkan ibu yg mengandung kelaparan, saya harap bapak bisa menjaga kesehatan ibu dan bayinya.
" terimakasih dok... kata Dimas yg mengantar dokter keluar dari rumahnya,dimas kembali berjalan ke dalam kamar lisa.
" apa kamu mau makan sesuatu? tanya dimas yg merasa bersalah karena dirinya lupa memberikan nutrisi kepada anak dan juga istrinya saat ini.
" gk ada... aku cuman mau roti bakar coklat, kata lisa dengan suara manja.
" kalau gitu tunggu sebentar, kata dimas yg berjalan keluar kamar.
lisa sangat bahagia melihat perubahan sikap dimas saat ini, saat ini lisa menginginkan waktu terus berhenti seperti ini dan tidak akan berputar lagi, karena dia gk ingin mimpi yg indah ini berakhir.
setelah menunggu sekitar 5 menit akhirnya dimas masuk kedalam kamar lisa membawa roti bakar yg di inginkan lisa, " silahkan di makan, kata dimas yg menyerahkan nampan yg berisi roti bakar yg cukup banyak kepada lisa.
__ADS_1
lisa sedikit terkejut saat melihat beberapa gunung roti bakar yg ada di hadapannya saat ini, " apa kamu yakin aku harus memakan semua ini? tanya lisa yg terheran-heran dengan makanan yg di berikan dimas.
" bukan nya kami ngidam pengen roti bakar, jadi aku buat kan untuk mu... sekarang kamu makan dan habiskan semuanya, kata dimas sambil tersenyum.
lisa sedikit berfikir tentang dimas yg mungkin terbentur otaknya atau memang dia lagi bodoh, " bagaimana aku menghabiskan semuanya.... huffff....kata lisa dalam hatinya sambil menarik nafas dengan kasar yg menandakan bahwa dia sedikit kesal tapi juga bahagia dengan perhatian dimas terhadapnya.
dimas melihat lisa yg sedang makan dengan lahap membuat hatinya bergetar, " apa yg terjadi? gk mungkin.... gk mungkin aku jatuh cinta sama wanita seperti dia, kata dimas dalam hatinya.
" mas... panggil lisa yg melihat dimas melamun, " iya.. ada apa? tanya dimas yg tersadar dari lamunannya.
" kenapa kamu melamun? tanya lisa.
" tidak ada... lanjut lah habis kan semua makanannya, kata dimas sambil tersenyum manis ke arah lisa.
" apa ini mimpi dia tersenyum manis kearah ku, kata lisa dalam hatinya.
" maaf mas... aku sudah kenyang dan roti ini benar-benar sangat banyak, kata lisa yg udah megap untuk menghabisi makanan yg di buat dimas untuk nya.
" baiklah... kalau gitu sekarang waktunya mandi, kata dimas sambil menggendong tubuh lisa ke arah toilet dan meletakkan tubuh lisa dengan perlahan di bak mandi.
kedua mata dimas dan juga lisa saling berpandangan membuat detak jantung dimas semakin kencang, ada gejolak yg tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata ingin rasanya dimas mencium bibir lisa yg sexy tanpa pewarna lipstik.
" cuuupppp.... dimas mencium bibir lisa dengan nikmat dan perlahan, di sela-sela ciuman dimas berhenti dan berbisik di telinga lisa, " jika aku gk bisa mencintaimu maka ajarkan aku untuk bisa mencintai mu, bisik dimas di telinga kanan lisa.
lisa merasa jantungnya berdetak dengan kencang, tubuhnya mulai memanas dan pipinya pun juga merona saat mendengar kata-kata dimas.
" pasti... aku akan mengajarkan mas mencintaiku dengan sepenuh hati dan juga jiwa mu, kata lisa yg juga berbisik di telinga dimas.
" mas...pandai juga ya keramasin rambut ku, kata lisa sambil tersenyum.
" tentu... karena aku ingin memanjakan mu, kata dimas sambil tersenyum.
" Sekarang kamu sudah selesai mandi, jadi sekarang gantian kamu mandiin aku... kata dimas tanpa rasa malu di hadapan lisa.
lisa tidak ingin menolak permintaan dimas, lisa membantu dimas membersihkan badannya, " lisa... apa kau benar-benar mencintai ku dan gk akan pernah mengkhianati ku? tanya dimas.
" tentu aku sangat mencintaimu.... mangkanya mas juga harus mencintaiku agar aku selalu berada di sisimu, kata lisa sambil mengosok pungung dimas.
selesai membersihkan badan dimas mengajak lisa pergi berbelanja ke mall yg ada di kota S, tapi sebelum itu dimas sudah memberitahu kan kepada kedua orangtuanya agar tidak mengganggu hubungan mereka saat sedang pdkt.
" kita mau beli apaan mas disini? tanya lisa yg terus memegang tangan dimas.
" kita mau beli perlengkapan untuk anak kita nanti, kata dimas sambil mengelus perut buncit lisa, " sayang... beby nya nendang-nendang, kata dimas yg terkejut sekaligus senang saat bayinya menendang tangan dimas yg memegang perut lisa.
" hahahaha.... itu tandanya dia senang papanya ada disini, kaya lisa sambil tetawa kecil melihat ekspresi dimas.
dimas tidak perduli saat orang-orang yg ada di mall sedang memperhatikan dirinya yg terus mengelus perut lisa,." iiihhhh... mas gerem banget, kata dimas yg ingin mencium perut lisa.
__ADS_1
" udah ah .... malu, kata lisa yg berbisik di telinga dimas, " kenapa malu kamu kan istriku, kata dimas yg tidak perduli.
" mas... ini tuh lagi di lift, kata lisa yg terlihat pipinya memerah karena malu melihat tingkah dimas, " mau jadi orang tua muda ya, kata ibu-ibu yang juga berada satu lift dengan dimas dan juga lisa.
" iya... buk, ini anak pertama kami doakan semoga lancar sampai persalinan ya buk, kata dimas sambil tersenyum.
" duh... semangat nya yg mau jadi orangtua muda, kata ibu-ibu itu.
akhirnya pintu lift terbuka dan wajah lisa semakin memerah karena ulah dimas,dimas mengajak lisa ke toko baby untuk membeli pakaian, mainan, ataupun hal-hal yg lain nya.
" mas... kok pilih baju buat apa? tanya lisa yg heran.
" buat anak kita, kata dimas dengan santainya.
" tapi kan kita gk tahu anak kita cewek atau cowok, kata lisa.
" oh... jadi kamu belum usg? tanya dimas yg heran.
" iya soalnya kan gk sempet, kata lisa yg memang tidak pernah sempat ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan nya saat ini, lisa selalu sibuk mengurus arka, dika dan juga cofee shop nya.
" ya udah kalau gitu besok kita pergi priksa kandungan, kata dimas yg sangat semangat menarik tangan lisa menuju perlengkapan bayi, " sepertinya stroller ini bagus, kata dimas yg melihat kereta dorong untuk bayi.
lisa hanya mengangguk dan membiarkan dimas asyik memilih mainan dan yg lain-lainnya untuk bayi mereka, lisa sudah merasa lelah dan duduk di sofa yg di sediakan toko,lisa melihat kakinya yg membengkak.
" sepertinya aku kecapekan deh, kata lisa ug setiap kali dia merasa lelah kedua kakinya akan membengkak.
lisa berjalan ke arah dimas yg masih asyik melihat barang-barang," mas... panggil lisa sambil menepuk bahu dimas.
" iya... kata dimas sambil berbalik melihat ke arah lisa yg menepuk bahunya.
" kita udahan ya... aku capek, kata lisa.
" baiklah... bisa jalan kan? atau mau aku gendong sampai ke parkiran, kata dimas sambil tersenyum.
" gk... usah, kata lisa yg gk mau dirinya menjadi pusat perhatian semua orang jika dimas benar-benar mengendong tubuhnya.
lisa menunggu di luar toko sedangkan dimas masih di dalam toko untuk membayar barang-barang yg sudah dia pilih tadi.
" mas .... mana barang-barang nya? tanya lisa yg heran melihat dimas yg santai aja berjalan tanpa membawa apapun.
" barangnya akan dikirim ke rumah kita, apa kamu suka tinggal di vila itu atau kamu mau kembali ke rumah kita yg lama? tanya dimas sambil terus menggandeng tangan lisa.
" aku lebih suka tinggal di vila saat ini, kata lisa yg teringat dengan perlakuan dimas dulu terhadapnya.
" baiklah... kata dimas yg mengerti jika lisa tidak mau tinggal di rumah itu lagi.
(^_^)///(^_^)
__ADS_1
jangan lupa like gyus.... biar kita updet gila-gilaan gyus....
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️❤️