Dreams

Dreams
episode 45


__ADS_3

Dimas yg melihat lisa tertidur di luar, segera menggendong tubuh lisa dan meletakkan nya perlahan-lahan di atas ranjang.


Dimas masih terjaga di samping lisa, menatap wajah lisa yg polos tanpa riasan dan dimas terlihat mengutuki dirinya sendiri saat melihat mata lisa yg membengkak, " maafkan aku ya...yg selalu membuat mu menangis, aku janji setelah semua masalah ini selesai aku akan memanjakan kamu ratu ku, kata dimas sambil mencium kening lisa.


Lisa yg merasa seperti ada seseorang di sampingnya segera terbangun dari tidurnya dan melihat dimas yg tertidur sambil memeluk tubuh lisa, lisa merasa senang melihat dimas yg masih perhatian padanya tetapi hatinya juga terasa sakit karena kesalahan yg di perbuat dimas.


Lisa mencoba memejamkan matanya untuk tidur di pelukan dimas malam ini, hingga pagi menjelang dan matahari bersinar sangat cerah dan terang menderang.


Dimas bangun lebih lambat dari biasanya dan lisa masih berbaring di samping dimas menikmati waktu berduaan mereka, hingga suara ketukan pintu kamar terdengar dari luar.


" lisa.... apa dimas ada di dalam sana? tanya nancy sambil menggedor-gedor pintu kamar lisa.


Dimas menarik tangan lisa dan memeluknya dengan erat, " jangan perdulikan dia... kata dimas yg masih memeluk tubuh lisa.


" tapi jika tidak di ... kata-kata lisa terhenti saat dimas mencium bibir lisa dengan mesra dan tersirat sebuah hasrat yg menginginkan lebih dari sekedar ciuman di bibir ini.


Suara ketukan dan teriakan nancy semakin kencang dan membuat dimas semakin kesal, dengan emosi membara dimas berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamarnya.


pppppllllaaaakkk.... tamparan mendarat di pipi nancy yg membuat nancy tercengang dan terbodoh melihat sikap dimas yg berubah drastis.


" kenapa kamu menamparku? tanya nancy dengan air mata yg berlinang di pelupuk matanya.


" pergi dari sini sebelum aku bertindak lebih dari sekedar ini, kata dimas dengan nada tinggi.


" mas cukup... jangan bertengkar di pagi hari, kata lisa membujuk dimas.


" ini semua salah mu... karena kamu aku harus bernasib seperti ini, karena kamu aku gagal menjadi nyonya di rumah ini, dasar wanita ******... teriak nancy sambil mendorong lisa hingga terjatuh.


Dimas yg melihat segera menyeret nancy ke dalam kamarnya, " kau... wanita gila... tetap lah Disni dan renungkan semua yg kamu perbuat, teriak dimas sambil mengunci pintu kamar nancy.


" dimas... kamu gk seharusnya memperlakukan aku seperti ini, kamu lah... yg membuat aku seperti ini, karena kamu aku harus menerima aib seperti ini, karena kamu dimas... buka pintunya... dimas... teriak nancy.


Dimas berjalan kembali ke kamar lisa yg masih terduduk di lantai sambil memegangi perutnya, " kamu gk apa-apa kan? tanya dimas yg merasa khawatir.


" mas... aku mau kita pisah, aku udah gk tahan seperti ini, kata lisa sambil menangis.


" kamu gk boleh bilang kayak gitu, aku gk mau pisah sama kamu... aku cinta sama kamu lisa, tolong jangan tinggalkan aku, kata dimas sambil menangis.

__ADS_1


" gk... aku gk mau hidup seperti ini, kata lisa yg mencoba berdiri dan berjalan keluar dari kamar.


" kamu mau kemana? tanya dimas sambil memegang tangan lisa.


" mas...kata lisa dan langkah kakinya pun terhenti, " mas... perut aku sakit, kata lisa yg terlihat meringis menahan sakit.


Dengan sigap dimas ingin mengendong tubuh lisa untuk membawanya ke rumah sakit terdekat, " apa yg ingin kamu lakukan? tanya lisa kepada dimas.


" aku mau menggendong kamu dan membawa kamu ke rumah sakit, kata dimas dengan tatapan khawatir.


" gk...gk...aku baik-baik saja, aku hanya mau istirahat sejenak, bisa bantu aku untuk istirahat di atas ranjang, kata lisa kepada dimas.


" baiklah... kata dimas yg kemudian menggendong tubuh lisa dan meletakkan nya di atas ranjang dengan perlahan-lahan.


" mas... bisa tolong ambilkan kompres hangat yg biasa aku gunakan, jika mas gk tahu bisa tanya riri ya, kata lisa yg mencoba menahan rasa sakit di perutnya.


" baiklah kamu tunggu di sini ya, kata dimas yg bergegas pergi mencari riri pelayan yg selalu mengikuti lisa kemanapun dia pergi.


Lisa mencoba untuk bangkit dari tempat tidur nya, " aku harus segera pergi dari sini... aku gk mau melahirkan di sini, kata lisa dalam hatinya.


" terimakasih mas... aku bisa sendiri kok, kata lisa yg mengambil kantung itu dan meletakkan nya di pinggang.


" jika kamu memerlukan sesuatu, kamu bisa minta tolong dengan riri atau sesil ya, aku mau melihat nancy dulu.


" baiklah mas... kata lisa mencoba memaksa senyuman di wajahnya.


Lisa hanya bisa diam melihat punggung dimas yg semakin jauh darinya, tetapi kini fikiran lisa harus fokus untuk pergi dari vila ini.


*****


Dimas membuka pintu kamar nancy dan terlihat nancy yg tergolek di lantai, dimas segera mengendong nya dan meletakkan nya di atas ranjang, " segera panggil dokter ke sini untuk memeriksa dia, kata dimas kepada salah satu pelayan yg berada di samping dimas.


setelah menunggu kurang lebih 20 menit akhirnya dokter hafiz suami dari sahabat dimas, " siapa lagi yg ingin saya priksa? tanya hafiz suami risa.


" kali ini dia, kata dimas sambil melirik ke arah nancy.


" top cer kamu ya... wanita ini lagi hamil dan kandungan sedikit terganggu karena masalah suasana hati yg labil, tenang saja dia hanya perlu istirahat yg cukup.

__ADS_1


" syukurlah... kata dimas yg bernafas lega.


" bagaimana dengan lisa? tanya hafiz.


" astaga... aku hampir lupa, ayo kita segera ke kamarnya, kata dimas yg menarik tangan hafiz.


sesampainya di kamar lisa, dimas tidak melihat ke beradaan lisa di mana pun, bahkan pelayan yg menemaninya juga tidak ada,


" kemana dia? kata dimas dalam hatinya.


Dimas menyuruh seluruh pelayan yg ada di vila untuk mencari keberadaan lisa dan dua pelayan lainnya, tetapi hasilnya nihil.


Dimas berjalan menuju garasi mobil dan melihat dua mobil yg masih tetap pada posisinya, " kemana kamu sayang, kata dimas dalam hatinya.


******


lisa menyuruh pelayanannya untuk membelikan cemilan yg dia idamkan, setelah pelayan pergi lisa bergegas mengambil hp dan dompetnya untuk bersiap-siap pergi dari vila ini, tanpa membawa apapun.


Hanya baju dan perhiasan yg melekat di tubuhnya yg di bawa oleh lisa, lisa berjalan perlahan melewati kamar nancy dan terlihat dimas yg khawatir melihat kondisi nancy yg terbaring lemah.


" mas... aku harap setelah kepergian kami, kamu dan nancy beserta anak kalian hidup dengan bahagia ya, kata lisa dalam hati nya.


Kali ini lisa benar-benar nekat tanpa pikir panjang, perutnya semakin sakit akan tetapi lisa harus bertahan hingga lisa bertemu dengan dika di persimpangan vila.


" bertahanlah sebentar lagi sayang.... kata lisa kepada anaknya yg tidak sabar ingin segera melihat dunia.


Rasa sakit yg semakin kuat dan kontraksi yg semakin kuat, membuat air mengalir dari belahan kaki jenjang lisa, " Ya Allah... kuatkan hamba mu ini, uuuhhhh.... kata lisa kepada dirinya.


Air ketuban lisa terus mengalir dan lisa tak sanggup untuk berjalan lagi, lisa mencoba menghubungi dika tetapi tidak ada jawaban,


lisa mengerti jika dika tidak menjawab telpon nya karena jarak dari kota ke vila memakan waktu kurang lebih 4 atau 3 jam.


(^_^)///(^_^)


jangan lupa like dan komentar nya ya gyus...


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2