
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. setelah sadar dari tidurku, aku mengecek kondisi ku apakah demamku sudah reda, dan aku juga merasa sudah baikan. Ini juga berkat Revan yang sudah mengobati dan menjagaku semalam, tiba-tiba ucapannya semalam terngiang-ngiang di kepala ku, dadaku sesak mengingatnya betapa tulusnya dia, tapi aku tidak tahu dengan perasaan ini. Aku bingung.
"Ra kamu udah bangun? Kok melamun," tiba-tiba Callista datang dari balik pintu dan mengagetkanku.
"Ehh iya udah." jawabku.
"Udah sembuh kh?" tanyanya lagi.
"Iya sudah mendingan nih."
"Buruan gih siap-siap, pagi ini kita pulang. Oh iya nggak usah mandi nanti telat, Jeno pesan tiketnya yang jam sembilan."
"Yang bener aja nih nggak mandi?" tanyaku tidak yakin, yakali nggak mandi gitu.
"Iya, lagian semuanya nggak mandi. Yaudah ayo beresin barang-barang mu." Aku pun membereskan barang-barang ku.
*
Di Bandara Internasional Ngurah Rai.
Setelah check in dan menunggu beberapa menit, akhirnya pesawat siap lepas landas.
Sesampainya di Jakarta, kami masing-masing sampai dengan selamat.
•
"Huft lelahnya." ucapku sambil membaringkan badanku di atas kasur hingga aku terlelap. Cukup lama aku tertidur akhirnya aku bangun dan bergegas mandi.
"Clara, ayo turun makan malam." panggil mamaku. Aku pun turun dan langsung duduk di meja makan sembari makan dengan tenang.
Setelah makan aku membantu mama mencuci piring. "Ra gimana liburannya, menyenangkan?" tanya mama.
"Sangat sangat menyenangkan ma." jawabku. Sebenarnya aku ingin menceritakan kejadian dimana waktu itu aku tersesat, tetapi aku mengurungkan niatku itu, aku tahu kalau aku menceritakan pasti mama melarang ku untuk liburan lagi bersama sahabatku, aku tidak ingin itu terjadi.
"Oh baguslah kalau kamu senang, oh iya mama sama papah besok mau pergi ke luar kota ada urusan pekerjaan sekitar dua minggu paling lama, apa kamu nggak apa-apa tinggal sendirian dirumah sementara waktu ini?" huhh lagi-lagi di tinggal sendirian dirumah apalagi aku anak tunggal nggak ada teman buat ngobrol bareng, tapi aku juga tidak bisa melarang mama ku pergi karena jika aku melarangnya maka pekerjaannya akan menumpuk dan itu bisa membuatnya stress. Apalagi kalau sudah stress begitu mama pasti akan jatuh sakit, aku tidak ingin itu terulang lagi.
"Iya mah tidak apa-apa, nanti aku ajak Callista sama Nathan nginap buat nemanin aku."
"Yasudah selama mama tidak ada dirumah, kamu boleh makan di luar sekalian ajak teman-temanmu."
"Iya mah, jangan lupa ya kalau pulang bawa oleh-oleh kesukaan Clara yaa."
"Iya sayang pasti mama bawain" kata mama sambil terkekeh. Aku tahu mama nggak akan lupa setiap ke luar kota pasti membawakan roti coklat spesial kesukaanku.
*
Di pagi hari ini, orangtua ku akan pergi ke luar kota, aku tidak lupa untuk bangun pagi dan bersalaman dengan orangtuaku.
"Mama berangkat dulu sayang."
"Jangan nakal yaa." kata papah.
"Iya mah, iya pah" Mama dan papah pun memasuki mobil lalu berangkat.
__ADS_1
•
Aku duduk di sofa sambil menonton serial cartoon kesukaanku, tiba-tiba ponselku berdering, tertera nama Haechan disana. "Tumben nih anak nelpon." pikirku.
"Ada apa?" tanyaku datar, masih merasa kesal.
"Maafin aku Ra."
"Apaan kamu ini kayak nggak serius gitu maafnya, masa di telpon huh."
"Yaudah aku kerumah mu sekarang." Haechan langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Yakk.. HAECHAN." teriakku, nggak habis pikir Haechan memutuskan sambungannya sendiri dan aku belum menyetujuinya. "Masabodoh lah."
Beberapa menit kemudian Haechan tiba dirumah Clara.
"Clara..." panggil Haechan dari luar. Aku pun beranjak dan membukakan pintu.
"Masuk gih," Haechan pun masuk dan langsung duduk di sofa.
"kamu tuh ya dasar nyebelin banget." kesalku.
"Udah dong jangan marah lagi, nih aku bawain mie ayam sama es krim kesukaan mu." kata Haechan sambil menunjuk bungkusan di meja yang baru saja ia taruh. Aku pun langsung melihat dan benar itu kesukaanku.
"Thankyou Haechaniee~, pas banget gue belum makan nih." kataku berbinar.
"Y..yaudah makan sana keburu dingin." perintah haechan dan kubalas anggukan.
•
"Udah Ra?, enak nggak?" tanya Haechan
"Udah, enak banget" tampak pada raut wajah Clara yang senang.
"Jadi mau maafin aku ya."
"Iya udah aku maafin kok, jangan diulang."
"Iya nggak bakal lagi deh, ohiya nyokap bokap mu kemana?" tanya Haechan.
"Keluar kota, urusan kerjaan." jawab Clara dibalas anggukan oleh Haechan.
"Aku pulang ya Ra, sorry nggak bisa lama nih."
"Ohh iya nggak apa-apa."
Setelah Haechan pergi, aku melanjutkan menonton cartoon tiba-tiba merasa bosan, aku pun menyetel film bergenre romansa hingga aku tertidur karena lelah menonton. Setelah lama tertidur aku pun terbangun dan segera bergegas membersihkan diri setelah selesai aku memasak mie instan seadanya karena sudah sangat lapar. Di saat makan aku mengingat sesuatu, "Oh iya aku kan belum siapin peralatan sekolah buat kelas 12, duh mana tinggal tiga hari lagi masuk sekolah." gumamku.
"Besok aku ajak Call sama Nathan aja, biar sekalian jalan-jalan."
Setelah selesai makan dan tidak lupa untuk mencuci piring aku melangkahkan kakiku menuju kamar, aku mengambil ponselku lalu membuka aplikasi chatting.
GirlBobrok
__ADS_1
Clararaaa
Guys, besok bisa temanin aku nggak ke Gramedia?
Nathannn
Bisa, sekalian jalan-jalan ya.
Call_
Bisa nih, gabut juga dirumah.
Clararaaa
Okesip ya, besok jam 9.
**r*ead.
Aku pun mematikan ponselku dan segera tidur.
*
Aku sedang menunggu Nathan sama Call menjemputku di depan gerbang komplek. Cukup lama menunggu akhirnya mereka pun datang.
"Lamanya ya, Jangan-jangan kalian ngebo lagi." ujarku sambil memasuki mobil Nathan.
"Iya tuh si Call." balas Nathan tertawa.
"Nggak ihh, ngurusin kucing tadi." ucap Callista.
"Ohh, si Tan dan Bubbu gimana tuh kabarnya sekarang?" tanyaku.
"Ya gitu tambah gemuk, berantem lagi sama kucing tetangga."
Kami pun ngobrol-ngobrol diiringi canda tawa, hingga akhirnya kami sudah sampai di tempat tujuan. Kami pun turun dari mobil dan langsung memasuki sebuah toko buku yang bertuliskan Gramedia.
"Mau aku cariin apa nih ra?" tawar Callista.
"Hmm, buku cerita inspiratif sama komik fantasi boleh?"
"Boleh dong, aku cari dulu ya," Callista pun melangkahkan kakinya untuk mencari buku tersebut, tapi dia balik lagi. "Oh ya ra fantasi apa nih?" tanyanya. "Sembarang aja yang sekiranya kau anggap menarik." jawabku.
Ketika aku sedang mencari alat tulis, aku melihat seseorang yang familiar sedang mencari komik tapi siapa batinnya, aku pun tidak peduli dan melanjutkan aktivitasku mencari alat tulis.
Akhirnya kami selesai berbelanja dan bermain di taman, karena sudah lelah dan kelaparan kami memutuskan untuk pulang.
"Kalian nginap kan dirumahku?" tanyaku
"Jadi dong, kita aja udah borong makanan sebanyak ini buat ntar malam." jawab Callista.
"Laki-laki di ajak kah?" tanya Nathan.
"Ajak aja biar ramai, nih aku udah kabarin mereka di grup." balasku.
__ADS_1
"Okeee." jawab Callista dan Nathania bersamaan.