
pagi ini lisa bersiap-siap untuk acara 7 bulanan yg di adakan di kediaman lisa saat ini, mengundang anak yatim dan juga ustadzah di acaranya.
lisa tidak ingin acara yg meriah seperti orang-orang pada umumnya, dia hanya ingin acara sederhana dengan orang-orang yg dia sayangi.
lisa sedang merias dirinya di kamar dengan mekaup simpel dan menggunakan gamis syar'i berwarna putih, tok...tok...tok..."mbak udah siap belum? semua udah pada datang nih... teriak dika dari balik pintu.
" iya sebentar lagi, sahut lisa yg bergegas memakai hijab nya.
lisa melangkah perlahan-lahan sambil mengangkat bajunya agar tidak menyeret di lantai, terlihat roky yg sedang duduk bersama dengan arka.
" sayang...mama selalu berdoa semoga kita sehat selalu ya, kata lisa sambil mengelus perutnya.
tiba-tiba lisa melihat mobil Pajero sport berwarna putih masuk kedalam halaman rumah lisa, lisa bergegas berjalan ke arah luar rumah untuk menyambut kedatangan mama mertuanya.
" sayang... apa kabar? tanya mama imelda yg memeluk tubuh lisa.
" lisa sehat... ayok ma..pa masuk, kata lisa yg mengajak mama dan papa mertuanya masuk kedalam rumah sederhana miliknya.
lisa asyik berbincang-bincang dengan mama dan papa mertuanya ini, lisa merasa sedikit kecewa karena dia fikir dimas akan datang bersama dengan mama dan papanya.
" sudah lah... lisa kalian sudah gk punya hubungan apa-apa lagi, jangan berharap dengan pria seperti dia, kata lisa dalam hatinya.
2 jam telah berlalu acara berlangsung dengan hikmat dan lancar, kini dika,arka,roky, dan juga anggota roky membantu untuk membersihkan rumah lisa yg sangat berantakan.
lisa masih asyik berbincang dengan mama imelda di taman depan rumahnya, duduk di kursi sambil meminum secangkir teh.
" ma gk nginap di sini? tanya lisa yg berharap.
" mama juga ingin lama-lama di sini, tapi maaf sayang... mama gk bisa kamu tahu kan kenapa.
" maksud mama gimana lisa gk ngerti? tanya lisa.
" mama sangat mencemaskan prilaku dimas beberapa bulan ini, dia sering mabuk-mabukan dan pulang malam andai saja kamu mau membujuk dimas, kaya mama imelda dengan raut wajah yg terlihat sedih dan hampir menetskan air matanya.
" maaf ma... ini semua salah lisa, kata lisa yg gampang mewek,baper, dan suka marah-marah gk jelas semenjak dia hamil.
" ini bukan salah kamu sayang... jangan nangis gitu dong, kata mama imelda sambil menghapus air mata lisa.
" mama cuman berharap kalian bisa bersama seperti dulu lagi dan bisa membesarkan anak kalian bersama seperti satu keluarga.
" maaf ma .. lisa masih butuh waktu untuk berfikir, kata lisa lagi.
" mama gk akan maksa semua tergantung dengan keputusan kamu, kata mama imelda yg tahu bagaimana perlakuan dimas terhadap lisa dulu.
__ADS_1
" terimakasih ma... udah mau mengerti dan mendukung apa pun yg lisa lakaku kan selama ini, kata lisa lagi.
" sayang... apa kita bisa cek kandungan sekarang, mama ingin sekali melihat cucu mama sebelum mama pulang.
" baiklah ma...lisa gk akan menolak permintaan mama, kata lisa sambil tersenyum.
lisa pergi bersama dengan mama dan papa mertuanya menuju rumah sakit umum tak jauh dari rumah lisa, entah bagaimana lisa melihat mobil dimas yg mengikuti mobil mereka.
" ma... kayak nya mobil di belakang kita itu mobil mas dimas deh, kata lisa yg menunjuk mobil yg mengikuti mereka.
" bener sih... itu plat mobil dimas, kata mama imelda yg menyadari keberadaan dimas yg mengikuti mobil mereka.
" ma .... kita harus gimana? tanya lisa yg terlihat panik.
" jangan panik... dia gk akan berani berbuat apa-apa selama ada papa dan mama di sampimu, kata papa mertuanya yg duduk di bangku depan.
" apa yg papa kamu katakan benar jadi jangan takut ya, kata imelda yg meyakinkan lisa.
lisa menggenggam erat gamisnya dirinya takut jika dimas nekat membawa dirinya pergi, sesampainya di parkiran rumah sakit lisa bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah sakit.
" lisa .. teriak dimas yg menarik tangan lisa yg hampir membuat lisa terjatuh jika tidak di tahan oleh papa mertuanya yg berjalan tepat di belakang lisa.
" ikut aku pulang sekarang,kata dimas yg masih memegang tangan lisa dengan erat.
" dimas ini di tempat umum jangan buat keributan, ancam papa nya.
" dimas dengarkan apa kata papa mu... kata mama imelda dengan suara lembut sambik memegang bahu dimas.
dimas tidak menggubris apa yg di katakan mama dan papa nya, dimas menarik tangan lisa dan menggendong tubuhnya masuk kedalam mobil dimas.
terlihat mama imelda yg seperti berteriak memanggil nama dimas, " dimas lepaskan aku... aku mau turun, kata lisa yg terus memberontak tetapi semakin kuat lisa memberontak semakin kuat pula pelukan dimas padanya.
" aku gk mau kehilangan kalian lagi, kata dimas lirih dengan tangan yg gemetar.
" mas lepasin pelukannya perut aku sakit, kata lisa yg meringis menahan sakit saat dimas mendekapnya terlalu kuat dan menekan perut nya.
" maaf..kata dimas lirih sambil melepaskan pelukannya saat ini.
lisa masih diam dan bingung harus berbuat apa, lisa diam-diam mengambil hp-nya lalu menekan panggilan untuk menghubungi roky.
dimas yg melihat lisa yg terihat panik mencoba mendekati lisa, " jangan hubungi siapa-siapa, kata dimas yg kemudian mengambil hp lisa.
" sebenarnya apa yg mas inginkan? tanya lisa.
__ADS_1
" aku gk mau kehilangan kalian, kata dimas yg memegang kedua pundak lisa dengan kuat dan membuat lisa meringis menahan sakit.
" apa mas mencintai ku? tanya lisa dengan suara lirih.
" aku gk tahu apa kah aku jatuh cinta sama kamu atau gk, tapi yg jelas aku gk mau kalian pergi aku hanya ingin kalian tetap berada di sampingku, kata dimas yg berkata sambik melihat kedua mata lisa.
lisa bisa melihat kalau dimas tidak berbohong dan terlihat di matanya seperti orang yg putus asa, " jika mas gk mencintai ku bagaimana aku bisa berdiri di sampingmu dan jika suatu saat mas jatuh cinta dengan orang lain apa mas akan mencampakkan aku dan anak ku seperti dulu?", tanya lisa dengan bola mata yg berkaca-kaca menahan air matanya agar tidak tumpah membasahi pipinya.
dimas terdiam saat mendengar apa yg dikatakan lisa, dimas tidak tahu harus berbuat apa saat ini hingga akhirnya sampai di tujuan mereka, dimas mengendong tubuh lisa masuk kedalam vila yg berada di kota S.
" untuk beberapa bulan kedepannya kita akan tinggal di sini dan aku mohon jangan tinggalkan aku, kata dimas yg merebahkan tubuh lisa di atas ranjang.
dimas pergi ke luar dari kamar lisa, lisa terduduk di tempat tidur sambil memikirkan bagaimana caranya agar bisa keluar dari vila ini, " aku gk mau tinggal di sini dan aku tetap gk mau hidup bersama dengan orang yg tidak mencintai ku, kata lisa sambil menangis di dalam kamarnya.
lisa berjalan menuju balkon kamarnya dan mencoba melihat pemandangan yg ada di sekeliling vila ini, " aku baru sadar ternyata vila ini berada di dalam hutan pinus, kata lisa yg bisa mengerti bahwa di sekelilingnya banyak pohon pinus yg tinggi menjulang.
cekerekkkk....suara pintu terbuka, terlihat wajah dimas yg bahagia saat melihat pungung lisa yg sedang berdiri di balkon.
" apa kamu suka dengan tempat ini? tanya dimas sambil memeluk tubuh lisa.
" aku suka... tapi aku gk suka tinggal bersama kamu... teriak lisa sambil mendorong tubuh dimas hingga terjatuh di lantai.
dimas bangkit dan membersihkan celananya, " kamu terlihat bersemangat sekali... apa kamu sudah merindukan ku? tanya dimas yg menarik gamis yg di kenakan lisa.
" Jangan berfikir berlebihan aku sangat membencimu, jika kau masih ingin melihat aku hidup maka jauh-jauh dari aku atau aku akan melompat, kata lisa yg mengancam dimas.
dimas melepaskan tangannya dari baju lisa,
" hhhufff.... sepertinya aku harus menjinakkan kucing liar, kata dimas yg berjalan menjauhi lisa dan duduk di atas ranjang mereka.
" kamu selalu bertanya samaku apa aku mencintai mu atau gk? dan sekarang aku juga mau bertanya hal yg sama dengan mu, apa kau mencintaiku? tanya dimas.
lisa terdiam sesaat dan sedikit berfikir
" apakah yg dia katakan sebuah jebakan? kata lisa dalam hatinya, dimas masih menunggu jawaban dari lisa tetapi lisa tak kunjung memberikan jawaban atas pertanyaan dimas.
dimas hanya diam lalu pergi ke luar kamar lisa sambil membanting pintu kamar, terlihat wajah dimas yg kesal dan emosi yg mendidih melihat lisa yg tidak memberikan Jawaban atas pertanyaan nya.
" dasar wanita bodoh, dulu kau bilang mencintai ku... tetapi sekarang kau hanya diam dan gk mau bicara apapun denganku, kata dimas yg meminum bir yg ada di tangannya.
dimas sedang berada di ruangan tv sambil merokok dan meminum minuman keras, terlihat banyak sekali bir yg dia habiskan begitu juga dengan rokok yg sudah entah berapa bungkus yg dia habiskan.
(^_^)///(^_^)
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar nya gyus...
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️