
setelah dimas mengunci kamar mereka dimas kembali ke ruangan baca nya, dimas mencoba untuk merenungkan kesalahan yg telah dia perbuat dan berdampak ke pernikahannya.
tring.....tring.....tring..... suara telpon dimas berbunyi, dimas melihat layar hp-nya dan tertulis nama mama imelda di layar hp dimas.
dimas segera mengangkat telepon dari mama imelda, " hallo assalamualaikum ma, kata dimas.
" waalakumsalam... dimas masalah apa lagi yg kamu buat? tanya mama imelda.
" maafin dimas ma....dimas benar-benar gk melakukannya dengan nancy, kata dimas yg membela dirinya.
" terus... kenapa sekarang nancy berada di vila kalian dan mengatakan kalau dia hamil? tanya mama imelda lagi.
" dimas yakin ma...dimas pasti di jebak oleh nancy dan juga Rendi, kata dimas yg membela dirinya.
" rendi sahabat kamu itu? tanya mama imelda.
" iya ma...mama ingat kan Rendi mantan pacar nya lisa, dia ingin rumah tangga dimas dengan lisa hancur dan dia juga berniat untuk menghancurkan perusahaan dimas ma.
" maafin mama ya dim, ini semua salah mama.
" dimas gk pernah menyalahkan mama... ma dimas harus gimana?
" mama mau kalian nikah siri dengan nancy setelah anak itu lahir kalian bisa tes dna jika benar anak itu adalah anak kamu mama gk akan pernah menggap kamu sebagai anak mama lagi.
" tapi bagaimana dengan lisa ma... dia gk mau di madu dan dimas juga gk mau memiliki dua istri ma.
" mama akan memberikan penjelasan kepada lisa.
"jika lisa tidak setuju gimana? tanya dimas yg merasa khawatir.
" mau gimana lagi kita biarkan saja nancy melahirkan tanpa suami, kata mama imelda.
dimas sedikit terdiam memikirkan apa yg di katakan mama nya, " ma... dimas matikan dulu telponnya ya soalnya lagi banyak kerjaan kantor, kata dimas.
" baiklah jika terjadi apa-apa segera kabarin mama ya.
__ADS_1
" iya ma... kata dimas yg kemudian mematikan teleponnya.
dimas kembali di sibukan dengan urusan perusahaan nya, nancy yg melihat dimas seharian di ruang baca mencoba untuk mendekati dimas.
" sayang... ini minum teh nya dulu, kata nancy sambil menaruh segelas teh di meja dimas.
dimas hanya melirik sekilas lalu melempar gelas yg ada di mejanya saat ini, " keluar...kata dimas.
nancy sangat terkejut melihat perubahan sikap dimas yg begitu derastis seperti ini,
" sayang aku tahu aku salah... tapi tolong berikan kesempatan untuk ku dan anak kita, kata nancy dengan wajah memelas dan air mata yg berlinang di pelupuk matanya.
" keluar... kata dimas kepada nancy.
nancy yg mendengar teriakan dimas segera pergi meninggalkan ruangan, setelah kepergian nancy dimas merasa kalut dalam perasaanya saat ini
hingga tida terasa sudah hampir seminggu lisa gk bisa keluar dari kamarnya, semua keperluan selalu di berikan oleh pelayanannya dan sudah hampir seminggu lisa tidak berjumpa dengan dimas.
fikirkan lisa sangat kacau hatinya gelisah dan selalu ada fikiran buruk tentang dimas dan juga nancy yg sekarang tinggal di vila ini, lisa merasa seperti di penjara setiap hari.
sudah beberapa kali dika datang dan ingin menemui saudarinya itu tetapi usahanya selalu di hadang oleh dimas dengan seribu alasan yg di buatnya untuk dika, pagi ini lisa terbangun dari tidurnya dan tidak melihat dimas yg biasanya selalu tidur di samping lisa.
lisa sangat merindukan wajah dimas dan ingin sekali memeluk tubuh dimas, tetapi semua angannya harus terbuang sia-sia saat lisa teringat dengan skandal dimas dengan nancy.
hatinya sangat sakit seakan dirinya di tusuk oleh belati tumpul berkali-kali, lisa tidak pernah berfikir kalau dimas akan mempermalukan dirinya seperti ini, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka dan terlihat dimas membawa nampan berisi makanan untuk lisa.
" sayang kamu sarapan dulu ya, kata dimas yg meletakkan nampan di atas meja.
lisa hanya diam dan menatap ke arah jendela, dimas yg melihat lisa melamun berjalan mendekati lisa, " sayang... panggil dimas.
lisa mendengar suara dimas yg memanggil namanya, tetapi dirinya tidak punya rasa untuk melihat wajah dimas saat ini, jika lisa melihat wajah dimas dirinya akan mengingat foto-foto nancy yg bermesraan dengan suaminya.
dimas terus memanggil nama lisa tetapi lisa tetap diam dan tidak mau bicara apalagi menatap wajah dimas, dimas merasa frustasi melihat kondisi lisa saat ini dia sangat khawatir dengan kondisi buah hati mereka jika lisa terus seperti ini.
dimas menarik tubuh lisa dan memeluknya dengan penuh kasih sayang, entah sejak kapan dimas menyadari kalau dirinya benar-benar sudah jatuh cinta dengan wanita yg berada di pelukannya saat ini.
__ADS_1
lisa tetap diam dan tidak memberontak dengan pelukan dimas, " sayang hari ini kita pergi jalan-jalan ya, kata dimas yg kemudian menyuruh pelayan untuk membantu lisa bersiap-siap.
dari kejauhan nancy merasa bahagia melihat kondisi lisa saat ini, " rencana berjalan dengan lancar, kata nancy dalam hatinya.
setelah menunggu 15 menit akhirnya lisa selesai merapikan dirinya, dimas berjalan mendekati lisa sambil menyuapi lisa untuk sarapan, " sayang buka mulut nya sarapan dulu ya, kata dimas yg membujuk lisa untuk membuka mulutnya tetapi lisa tetap tidak merespon perkataan dimas.
lisa mendengar semua perkataan dimas tetapi tatapan nya tetap kosong dan sudah beberapa hari ini lisa tidak bernafsu untuk memakan sarapan mau pun vitamin yg di berikan dokter, perasaan lisa sangat kecewa dan tidak ada rasa untuk menjalani hidupnya lagi dia selalu berfikir seharusnya tidak memberikan kesempatan kedua untuk dimas jika dia tahu kesempatan nya tidak di pergunakan dengan baik oleh dimas.
dimas tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi sikap lisa yg berubah sangat derastis ini, " baiklah jika tidak mau sarapan di rumah kita sarapan di luar ya, ajak dimas yg kemudian menarik tangan lisa agar mengikuti langkah kakinya.
lisa hanya diam walau dimas memegang tanganya terus menerus, akhirnya dimas menggendong tubuh lisa menuju parkiran mobil di temani oleh riri, setelah mereka masuk kedalam mobil dimas segera berangkat membawa lisa ke spikiater untuk mengecek kejiwaan lisa saat ini.
selama perjalan dimas merasa khawatir jika terjadi gangguan jiwa kepada lisa, dimas akan mengutuki kebodohan nya yg telah masuk kedalam perangkap nancy dan juga Rendi.
dimas yakin kalau dirinya di jebak tetapi dia belum memliki bukti apa-apa untuk membersihkan namanya saat ini, sesampainya di spikiater dimas mengendong tubuh lisa menuju ruangan yg sudah di janjikan sebelumnya kepada dokter kenalan sahabatnya risa.
dimas membiarkan lisa berdua saja dengan dokter di dalam ruangan sementara dimas menunggu di luar bersama dengan riri pelayan khusus yg selalu menjaga lisa.
setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya dokter keluar dari dalam ruangan dan memberikan hasil diagnosa nya, " pak dimas kondisi istri bapak cukup mengkhawatirkan, sebaiknya bapak membawa istri bapak untuk pergi jalan-jalan beberapa minggu agar dia tidak seteres.
" terimakasih atas masukannya dok, kata dimas yg kemudian membawa lisa pergi.
kini dimas membawa lisa ke rsu untuk memeriksa kandungan nya saat ini, setelah sampai di dokter kandungan lisa segera di tangani dengan baik tanpa harus menunggu antrian seperti biasanya.
setelah dokter memeriksa kandungan nya dan memprediksi kapan lisa akan melahirkan tidak ada raut wajah bahagia di wajah lisa seperti biasanya setiap kali mereka datang ke sini.
dimas merasa seperti sampah yg tidak pantas di sebut sebagai suami yg baik untuk istrinya, selama perjalanan kembali ke vila lisa tetap diam dan tatapannya tetap kosong seperti biasanya.
sesampainya di vila dimas segera membawa lisa kembali ke dalam kamarnya untuk istirahat dan kali ini dimas tetap berada di samping lisa sepanjang hari.
(^_^)///(^_^)
jangan lupa like dan komentar nya ya gyus
lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv you ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1