
"Oh iya Revan, mama lupa kasih tau kalau hari ini mama mau ke kantor ketemu klien mungkin sampai malam nanti, jadi kalau mau makan siang kamu delivery aja ya" ujar Mama Revan disela-sela sarapan.
"Tumben weekend gini mama kerja biasanya juga kalaupun ada, mama selalu cancel atau nggak diserahkan sama sekretaris mama" sahut Revan yang masih berkutik dengan sarapannya di piring, sesekali melirik mama-nya.
"Iya Revan, kalau yang ini nggak bisa diserahkan ke sekretaris, mama harus turun langsung dan ketemu langsung, lagian hari ini sekretaris mama nggak masuk karena sakit, jadi mama yang ngurus sendiri." jelas mama Revan.
Revan hanya manggut-manggut mengerti. Lalu ia berpikir sejenak.
*****
Weekend seperti ini Clara biasanya menghabiskan waktunya bersama keluarganya di ruang tamu sambil menonton televisi, seperti sekarang ini Clara sedang selonjoran di depan televisi bersama kedua orangtua-nya.
Sesekali Clara mengecek ponselnya, karena jujur saja ponselnya ini tidak pernah ia kasih nada dering karena semua notifikasi yang masuk sangat ribut dan sebagian tidak penting, terkecuali jika ada hal yang mendesak dan sangat penting.
Ketika sedang mengecek tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk di ponsel Clara, di layar tersebut tertera nama Revan, sebenarnya Clara malas untuk mengangkatnya karena ia masih marah dengan Revan gara-gara hal kemarin Clara masih merasa sedikit kesal, namun mau tidak mau Clara harus mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya Clara dengan nada ketus.
"Sibuk nggak?"
"Nggak, lagi santai aja di rumah kenapa mau ngajak jalan? aku nggak mau kita masih musuhan belum baikan" jawab Clara.
"Idihh ternyata pacarku ini masih marah ya, yaudah deh aku minta maaf soal kemarin yang sudah ngebentak kamu waktu di kantin kampus, maafin aku ya?"
"Nggak elite banget sih minta maafnya lewat telpon, aku maunya kamu datangin aku kesini terus ajak aku jalan traktir aku sampai puas baru aku maafin."
"Tadi katanya nggak mau di ajak jalan kok sekarang minta jalan" terdengar dari seberang sana bahwa Revan sedang terkekeh menghadapi tingkah laku Clara jika sedang marah padanya.
"Yaudah deh aku kesana, kita jalan sekarang, aku traktir kamu sampai puas kamu beli apa aja boleh asal aku dapat maaf darimu"
"Oke aku tunggu di rumah, aku siap-siap dulu."
"Oke sayang"
Revan pun mematikan sambungan teleponnya.
*****
Sebelum memasuki kamarnya, Clara meminta izin terlebih dahulu kepada orangtua-nya.
"Ma, Pa, Clara izin keluar ya sama Revan?"
"Iya boleh asalkan jangan pulang malam" sahut mama Clara.
"Oke mah," ucap Clara sambil mengacungkan jempol tangan kanannya.
Lalu ia beranjak dari sana dan berjalan ke kamarnya dengan senyum yang merekah pada bibirnya, masih terngiang kata terakhir yang Revan ucapkan kepadanya, jarang sekali seorang Revan mengucapkan kata itu 'sayang'.
__ADS_1
****
Clara sedang memilih-milih pakaian yang akan ia kenakan, sudah 4 pasang pakaian yang ia pilih dari lemarinya namun baginya tidak cocok untuk ia kenakan bersama Revan.
Akhirnya Clara memilih pakaian dengan style kasual yang menurutnya sangat cocok ia kenakan, lalu dengan cepat ia memoleskan make up sederhana pada wajahnya, ia pun melihat pantulan dirinya di cermin panjang kamarnya ia merasa sudah sempurna.
"Clara" teriak mama Clara dari ruang tengah.
Clara pun segera turun kebawah, sepertinya Revan sudah datang.
"Nih, Revan sudah datang. Katanya mau jalan yaudah sana sekarang aja nanti takutnya kemalaman, Revan jagain Clara ya mama percaya sama kamu" ucap mama Clara.
"Siap mah!" jawab Revan dengan tangan hormat.
"Kami langsung aja ya"
"Iya hati-hati kalian" ucap Mama Clara.
Setelah itu mereka berdua memasuki mobil yang Revan bawa tersebut, Revan pun menjalankan mesin mobilnya.
Keheningan terjadi beberapa saat di antara mereka.
"Kita mau kemana?" tanya Revan memecahkan keheningan.
"Terserah, aku ikut aja" jawab Clara.
Keheningan pun terjadi lagi setelah itu hingga mereka sampai di suatu tempat, yaitu Mall.
Pada akhirnya Revan mengajak Clara ke sebuah Mall yang lumayan jauh dari kompleks, setelah ia berpikir ia harus kemana untuk membawa Clara jalan-jalan.
"Oke kita sudah sampai sekarang kamu boleh beli apa aja yang kamu mau." ucap Revan.
"Beneran nih? nanti kalau uangmu habis gimana? aku kalau belanja nggak ngira-ngira loh" tanya Clara.
"Udah nggak apa-apa ambil aja yang kamu mau, lagian kalau uangku habis tinggal ambil" jawab Revan enteng.
"Oke,"
Clara langsung berjalan ke sebuah store baju, aksesoris, make up, dll. Secara bergantian, yang sekiranya menarik perhatian Clara.
****
Sekarang Clara sedang memilih-milih sepatu untuk yang terakhir kalinya ia membeli ini semua, hingga Revan merasa lelah menunggunya.
"Ra sudah belum milih-milih nya? capek nih aku nunggu kamu" ujar Revan.
"Benar kata kamu, kamu kalau belanja nggak ngira-ngira, ngeri banget untung aku kaya jadinya uang aku nggak bakal habis."
__ADS_1
"Kan aku sudah bilang, apalagi kalau barang yang aku lihat bagus, menarik, dan aku suka sama modelnya langsung aja kubeli tanpa melihat harganya ya walaupun aku tau itu nggak murah, tapi aku nggak peduli lah yang penting aku bisa beli apa yang aku mau." tukas Clara.
"Iya deh iya" sahut Revan pasrah.
"Aku ke toilet dulu ya" ucap Revan langsung meninggalkan Clara yang sedang asik memilih sepatu.
****
Setelah menemukan sepatu yang Clara mau, Clara pun langsung membayarnya di kasir dengan memakai uangnya sendiri. Clara kasihan terhadap Revan jika membayar semua ini, Clara tidak mau di cap sebagai cewek matre.
"Kok Revan lama banget sih ke toiletnya" batin Clara yang sudah menunggu Revan lama.
Clara mengambil ponsel di sakunya lalu mencari kontak Revan untuk menelponnya karena kesal menunggu lama dan ia nggak suka sendirian seperti ini.
"Rev, kamu dimana sih lama banget aku udah selesai"
"Iya, iya bentar" jawab Revan dari seberang sana.
"Yaudah cepetan"
Clara pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, ia sangat kesal sekarang.
****
"Ra, ayo turun aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Revan.
Dua sejoli ini pun turun ke bawah, ke sebuah taman tepatnya.
Sejak di mall tadi Clara sempat marah-marah sama Revan, entah kenapa Clara kesal banget, biasanya ia jika jalan-jalan seperti ini selalu happy dan tidak tahu kenapa hari ini Clara suka marah-marah ia seperti mempunyai firasat yang tidak baik akan terjadi padanya tapi tidak tahu apa itu dan semoga saja cuman perasaannya saja.
"Kamu mau ngomong apa? cepetan aku sudah lelah dan ngantuk nih" ujar Clara.
".... Aku minta maaf ya sama kejadian kemarin, aku menyesal karena ngebentak kamu kemarin, 'kan aku sudah beliin barang yang kamu mau, jadi maafkan aku ya?" ucap Revan yang sangat menyesali perbuatannya kemarin itu.
"Iya aku maafkan tapi jangan diulang lagi ya, aku nggak suka kalau kamu ngebentak aku seperti itu," jawab Clara
"Aku itu nggak suka dibentak!"
"Iya aku janji nggak bakal ngulangin lagi, makasih ya udah maafin aku"
"Iya, yaudah yuk pulang aku sudah lelah" ucap Clara yang begitu lelah hari ini, entah kenapa hari ini sungguh melelahkan baginya.
"Yaudah ayo kita pulang, kalau nggak tahan ngantuk kamu tidur aja ntar kalau sudah sampai aku bangunin." ucap Revan.
"Oke,"
Saat ingin beranjak dari sana tiba-tiba...
__ADS_1